Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 134


__ADS_3

Sesampainya Tia ke rumah dengan di antar naik motor oleh Sita namun kali ini ia yang membawa motor tersebut.Tia turun dari motor itu sambil menyerahkan kunci motor ke tangan Sita.


"Sita apa kamu ngak mau singgah dulu"tanya Tia dengan santai tanpa di sadari di pintu gerbang sudah berdiri suaminya sambil berkacak pinggang.Tia memberikan kunci motor itu sambil menawarkan Sita singgah di rumahnya.


"Lain kali saja yah,aku langsung pulang saja.Lagian pawangmu sudah berdiri di sana,aku jadi takut"seru Sita sambil menyalakan kembali motornya.


Tia langsung menoleh ke belakangnya ternyata benar adanya jika Brian sudah menunggunya.Tia tersenyum sesaat pada Brian kemudian mengalihkan pandangannya semula pada Sita.


"Baiklah Sita,terima kasih sudah mengantarku.Kamu hati-hati di jalan yah"seru Tia.


"Daah.."teriak Sita sambil membunyikan klakson motornya.


Tit..Tit.


Motor Sita melaju meninggalkan Tia di depan pintu gerbang itu.


Tia berjalan menghampiri suaminya dengan wajah juteknya."Astaga mengapa wajahnya seperti itu"gumam Tia sambil berjalan.


"Selamat sore sayang,tumben cepat pulang!biasanya juga pulang jam sebelas malam.Masih ingat ternyata kalau masih punya istri di rumah"ucap Tia dengan ketus.Tia tahu di mana letak kesalahannya oleh karena itu ia mengingat-ingat kesalahan yang di buat Brian agar ia luput dari kemarahan Brian.


Terdengar Brian menghela napas panjang saat Tia berjalan melaluinya.

__ADS_1


"Kenapa kamu yang bawa motor itu,kenapa juga kamu ngak angkat ponselmu saat aku menelpon,tadi Roni memberitahuku jika kamu bawa motor dengan kencang"seru Brian sambil menarik tangan Tia agar berhenti.


"Aku lagi dalam pase ngidam,itu semua ku lakukan karena anak kita yang minta"jawab Tia tidak mau kalah.


"Tapi ngak bawa motor segala sayang,kalau kamu kenapa-napa bagaimana"ucap Brian seraya meremas rambutnya saat Tia melepas tangan Brian dan tidak menghiraukannya.Tia berjalan cepat masuk ke kamarnya,meletakkan tasnya dan sepatunya begitu saja kemudian masuk ke kamar mandi dan tak lupa menguncinya.


"Huh,akhirnya selamat.Sayang jangan minta yang aneh-aneh dong..mama takut lihat wajah papa kalau lagi marah"ucap Tia sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit.


"Tia,kamu di dalam"terdengar suara Brian sambil mengetuk pintu kamar mandi.Brian mengikutinya masuk ke kamar dan ingin mendengar penjelasan pada istrinya itu mengapa dia di abaikan.


"Jangan menggangguku,aku mau mandi!"teriak Tia dari dalam.


"Ngak boleh"jawab Tia sambil menyalakan air agar tidak mendengar suara Brian lagi.


Brian berdiri di depan pintu sambil melipat tangannya menunggu istrinya itu sampai selesai mandi.


"Apa aku melakukan kesalahan yang tidak ku sadari sehingga membuatnya marah,tapi kapan ?aku merasa tidak pernah melakukan kesalahan!"gumam Brian sambil mengingat-ingat kesalahan apa yang ia perbuat sehingga membuat Tia mengabaikannya.


Sepuluh menit kemudian pintu kamar mandi pun terbuka terlihat Tia keluar dengan balutan handuk dan membiarkan rambut basahnya tergerai hingga tetesan air dari rambutnya sesekali terlihat terjatuh.Mata Brian mengikuti ke mana arah Tia berjalan namun ia masih tetap berdiri di tempat semula.


"Sayang,aku mau bicara"ucap Brian pada akhirnya mengeluarkan suaranya hingga membuat Tia terkejut.

__ADS_1


"Astaga sayang,aku kaget loh.Kenapa berdiri di situ"seru Tia sambil memegang dadanya karena sudah berdegup kencang.Brian melepaskan tautan tangannya dan berjalan menghampiri Tia.


"Aku minta maaf kalau memang aku sudah membuat kesalahan"ucap Brian sambil duduk di samping Tia.


"Tapi jangan abaikan aku seperti ini,tadi pagi begitu aku bangun tidur aku langsung mencarimu seperti orang gila ,bahkan telponku juga di abaikan.Kata mama,kamu sudah berangkat kerja naik motor,bisa kamu bayangkan betapa khawatirnya aku saat itu"ucap Brian sambil menatap istrinya itu dengan sendu.


"Iya,aku juga minta maaf sudah membuatmu khawatir.Tapi itu semua juga keinginan dia"ucap Tia sambil mengelus perutnya,Tia juga menyadari kesalahannya.


Terdengar lagi-lagi dengan alasan yang sama membuat Brian menghela napas panjang.


"Baiklah,tapi ini untuk terakhir kalinya kamu naik motor.Jangan lagi buat kesalahan yang sama"ucap Brian sambil mengecup tangan Tia.


"Kamu juga salah"ucap Tia membuat Brian mengeryitkan keningnya pertanda jika ia tidak tahu dimana kesalahannya.


"Kamu juga salah sudah membuat aku selama seminggu ini menahan nafsu makanku.Kamu gak mau lagi bangun untuk masak atau buatkan susu untukku kalau tengah malam.Aku menahan kelaparan"ucap Tia apa adanya karena ia sungguh sangat segan pada mertuanya yang selalu bangun dan membuatkan susu untuknya padahal kemauan anaknya papanya yang harus membuatkan semua itu.


"Benarkah?Astaga sayang,aku minta maaf sudah membuatmu seperti ini."ucap Brian sambil mengecup dan membawa Tia dalam pelukannya.Brian sebenarnya merasa heran juga mengapa ia tidur sangat nyenyak tidak lagi terganggu oleh suara Tia yang membangunkannya tengah malam ia mengira juga jika istrinya itu sudah melewati pase ngidamnya.


"Aku janji mulai malam ini akan menjadi suami siaga untukmu.Sekarang pakai bajumu kita akan ke bawah untuk makan malam karena mama sudah menunggu di ruang makan."ucap Brian sambil berdiri dan membuka lemari serta mengambil baju tidur Tia dan membantu memakaikannya.


"Terima kasih"ucap Tia sambil memeluk Brian.Brian mengelus rambut Tia kemudian mengajaknya turun untuk makan malam.

__ADS_1


__ADS_2