Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 76


__ADS_3

Senyum Tia mengembang namun rasa haru masih di rasakan nya.Tika juga sangat bahagia akhirnya sahabat nya itu hamil dengan cepat.Tika memeluk sahabat nya itu sambil mengucapkan selamat.


"Selamat sayang kau akan menjadi ibu dan aku juga akan menjadi aunty.Aaahh..Tia aku senang banget,tadi nya aku masih kesal dengan mu karena kau nikah duluan.Tapi sekarang aku sangat bahagia"ucap Tika dengan senang.


"Selamat Brian kau juga akan menjadi seorang ayah.Ternyata bibit mu unggul juga yah!Aku juga sangat bahagia dia sebagai aunty sementara aku menjadi paman nya".ucap Roni sambil terkekeh karena Tika menatap nya dengan tajam.


"Selamat buat mu Tia"Reno akhirnya mendekati mereka dan mengulurkan tangan nya pada Tia.


"Terima kasih"ucap Tia sambil menatap Reno kemudian menyambut uluran tangan Reno yang terasa dingin.


"Semoga kau mendapatkan wanita yang lebih baik dari ku"guman Tia.


"Brian aku akan keluar dulu"ucap Reno setelah memberi selamat juga pada Brian.


"Jangan pulang dulu,kita akan pulang bersama"ucap Brian namun Reno hanya mengangguk.


"Ssstt...kenapa dia ada di sini"ucap Tika pelan hampir berbisik sambil mengarahkan pandangan nya pada Reno yang berjalan keluar.


"Tika terima kasih yah..kalau bukan ada kamu tadi aku gak tahu harus buat apa"ucap Tia mengalihkan pembicaraan karena Brian masih di samping nya.Tika pun langsung mengerti dan menjawab Tia.


"Tidak apa apa,makanya lain kali harus hati hati.Kalau boleh jangan lah naik motor lagi"ucap Tika langsung mendapat cubitan dari Tia karena Brian langsung membenarkan perkataan Tika.


"Sakit tahu..Brian istrimu kenapa mencubit ku!Baru saja dia bilang terima kasih"ucap Tika mengadu.


"Sayang kenapa kau mencubitnya,apa yang di katakan nya itu memanglah benar adanya.Tadi aku sudah bilang akan mengantarmu bukan.Tapi kau langsung matikan ponsel mu"ucap Brian.


"Hehehe...Maaf"ucap Tia terkekeh.


"Yah sudah..Apa kita boleh pulang sekarang"ucap Roni.

__ADS_1


"Kumat lagi dia"ucap Brian pelan namun masih dapat di dengar Roni.


"Bukan begitu!Brian kita akan ke kantor lagi masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan"ucap Roni sambil melihat jam di tangan nya.


"Motorku bagaimana"ucap Tia menghentikan langkah Brian yang sambil memapah Tia.


"Aku akan menjualnya jika sampai kamu naik motor lagi"ucap Brian kesal sambil kembali berjalan.


"Mau diapakan sayang uang nya kalau motornya di jual"ucap Tia sok polos memancing reaksi Brian.Tika dan Roni yang berjalan di belakang pun hanya menggelengkan kepala nya sambil tersenyum.


"Mau beli istri baru yang penurut"ucap Brian tersenyum karena berhasil membuat Tia terdiam.


"Aku akan berjalan sendiri"ucap Tia mendorong tubuh Brian namun tubuh Brian tidak bergeser sedikit pun membuat Tia sedikit oleng hampir terjatuh namun dengan cepat Reno menangkap nya.Reno yang baru saja keluar dari salah satu ruangan berpapasan dengan Tia yang hampir terjatuh.


"Tia..."teriak Tika dan Roni bersamaan sambil berlari menghampiri Tia yang sudah di pegang oleh Reno.


"Hati hati"ucap Reno sambil menatap mata nya Tia.


"Terima kasih"ucap Tia sambil menarik tangan Brian dan merangkulnya dengan posesif mereka pun berjalan ke luar dari rumah sakit itu.


"Sayang..maafkan aku.Apa kamu marah dengan apa yang ku katakan tadi?tanya Brian begitu mereka di dalam mobil.


"Hmmm.."ucap Tia karena Tia malas bicara saat ada di dalam mobil.Tika yang duduk di samping Tia pun mengerti pada sahabat nya itu dan Tika langsung membuka jendela mobil dengan lebar.


"Apa sudah mendingan"ucap Tika menatap sahabatnya itu.Tia mengangguk saja.Tika ikut ke kediaman Alexander atas permintaan sahabat nya itu.Tia ingin berbagi kebahagiaan dan juga ingin bercerita banyak pada Tika.Tia sangat merindukan sahabat nya itu juga Tia ingin menunjukkan suatu yang berharga bagi hidup Tia.


"Kemarilah"ucap Brian merebahkan kepala Tia di pundak nya sambil mengusap tangan Tia dengan lembut.


"Motor mu tidak akan ku jual,nanti Satpam di rumah akan menjemput nya"ucap Brian pelan.

__ADS_1


"Terima kasih"ucap Tia.


"*Kenapa begitu sakit melihat mu bahagia!Se*harusnya* aku yang memelukmu seperti itu**"gumam Reno sambil mengepalkan tangan nya.


*


*



Sementara itu di sebuah apartemen Siska tampak merenung sambil mengingat wajah Tia yang sebelum nya pernah di lihat nya namun Siska tak kunjung mengingatnya.


"Wajahnya sangat pemiliar di ingatan ku namun siapa dia"ucap Siska sambil mengetuk ngetuk meja di hadapan nya.


"Sayang...Kenapa baju nya belum di pakai"ucap pria yang baru keluar dari kamar mandi.Siska yang masih mengenakan handuk langsung berdiri menghampiri nya.


"Besok aku akan menghadiri acara syukuran oleh sahabatku.Apa kau mau ikut"tanya Siska sambil membelai wajah pria itu.Siska sengaja mengatakan sahabat agar pria itu mau menemani nya.


"Apa sahabat mu itu orang penting"tanya pria itu sambil mengulum jari telunjuk Siska dengan lembut.


"Aku tidak ada menghadiri acara yang tidak penting"ucap nya lagi sekarang bukan lagi jari nya Siska yang di masuk kan ke dalam mulut nya melainkan bibir pria itu sudah menjalar menyusuri leher jenjeng Siska dengan kasar,membuat Siska tidak tahan.


"Ayolah..Sekali ini saja temani aku.Aku hanya takut bosan di sana"ucap Siska merayu pria itu sambil menuntun tangan pria itu untuk membuka handuk nya.


"Puaskan aku dulu hari ini,setelah itu aku akan memikirkan nya"ucap pria itu tersenyum nakal.Siska langsung membuka handuk pria itu yang masih terlilit di pinggang pria itu.Kemudian Siska duduk bersimpuh dan mendongkakkan kepalanya ke atas.Tangan Siska menggemgam benda yang sudah mengeras itu,menuntun nya masuk ke dalam mulut nya sambil memegang pangkal benda yang mengeras itu.


"Aaaaaahhh....Kau memang hebat Siska.Aaaaahh..sangat nikmat!ucap pria itu sambil memejamkan matanya. Pria itu berdiri tegak tangan pria itu mengangkat rambut Siska ke atas agar tidak menghalangi kegiatan Siska.


"Aaaaahhh...Ssstttt.....Aaaahhh...Siska ...Aaaahh...Begitu yah..Aaahhh"ucap pria itu lagi menahan gejolak yang ingin keluar di bawah sana.

__ADS_1


"Aaaaaaahhhh..."teriakan panjang pria itu karena suatu cairan sudah keluar di dalam mulut Siska.Dengan cepat pria itu menunduk dan menutup mulut Siska agar cairan itu tidak keluar dari mulut Siska.Siska pun terpaksa menelan nya begitu saja.


"Baiklah...Karena kau sudah memuaskan ku,besok aku akan datang bersama mu"ucap pria itu menyudahi permainannya.


__ADS_2