
Happy reading๐๐๐
Di ruang rawat .
Tia sudah di pindahkan ke ruang rawat khusus yang sudah selesai melahirkan.
Brian tersenyum memandang wajah anak nya itu."Ciptaan Tuhan yang luar biasa"gumamnya.
"Sayang,lihatlah anak kita ! Dia sangat mirip dengan mendiang kakek Willy"Brian memberikan baby nya pada istrinya itu.
"Yah kau benar sayang,dia sangat mirip dengan kakek.Aku jadi merindukannya"ucap Tia seraya memberikan Asi pertamanya.
"Kita akan jiarah ke makam kakek setelah kamu sudah benar-benar sehat"ucap Brian sambil mengusap kepala anaknya itu.Brian mengecup kening Tia dengan lembut.
"Terima kasih sudah berjuang untuk kelahiran anak kita"ucap Brian.
"Apa rambutmu banyak yang rontok?maaf sudah membuatmu menderita!"ucap Tia sembari mengusap rambut Brian yang memang sedang duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Tidak masalah,rambutku akan tumbuh lagi jadi tidak perlu khawatir.Dan yang aku khawatirkan adalah rambut panjang dokter itu,rambutnya banyak sekali yang rontok,aku sempat mendengar dia mengeluh karena rambutnya itu"ucap Brian yang memang sudah minta maaf pada dokter itu.
"Aku harus minta maaf sama dokter itu nanti"ucap Tia merasa bersalah.
"Oyah,mama sama papa kenapa belum datang"tanya Tia karena ia tidak melihat orang tua mereka di rumah sakit itu.
"Salah siapa mau melahirkan tidak memberi kabar.Kalau bukan karena Uci mungkin aku sendiripun tidak tahu kalau kamu di rumah sakit"ucap Brian sedikit kesal.
"Hehehe,iya juga sih!"Tia tertawa mengingat jika ia memang tidak memberitahu siapapun kalau dia mau melahirkan.
"Mama Rosa sama papa mungkin dua jam lagi akan sampai,tapi kalau mama Widia mungkin sore nanti akan sampai"ucap Brian memberitahu jika orang tua mereka masih dalam perjalanan.
Beberapa saat kemudian tampak Reno dan Sefi memasuki ruang rawat Tia.
"Kakak ipar"seru Sefi saat baru saja memasuki ruang rawat dimana Tia dan bayinya yang baru beberapa jam lalu di lahirkan.
"Ssst"Brian mengintrupsi dengan menempelkan jari telunjuknya di bibir.
__ADS_1
"Apa kakak ipar sedang tidur?"tanya Sefi dengan nada pelan dan Brian pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
"Selamat buatmu Brian karena kamu sudah menjadi orang tua sekarang"Reno mengulurkan tangan kanannya menyalami Brian.
"Terima kasih sudah datang"Brian menyambut uluran tangan Reno.
"Kak,anak mu sangat tampan"ucap Sefi saat ia melihat bayi itu sedang tertidur."Gemas sekali"dengan mata yang berbinar Sefi memandangi bayi mungil itu.
"Kak Reno,cepatlah menikah biar Sefi juga punya keponakan lagi dari kakak"ucap Sefi dengan santai namun tanpa di duga Reno terbatuk-batuk akibat perkataan adiknya itu.
"Uhuk,uhuk"Reno menepuk dadanya agar batuknya reda sambil berjalan menghampiri Sefi.Kemudian Reno melihat apa yang membuat adiknya itu berkata seperti itu.
"Benar,bayi mereka sangat imut dan tampan,apa bayiku nanti juga akan seperti itu?"gumam Reno sesaat namun kemudian ia menggelengkan kepalanya.
"Apa yang aku pikirkan"batin Reno.
"Sangat tampan"ucap Reno sambil tersenyum melihat bayi mungil itu yang sesekali ikut tersenyum seolah ia mengerti jika dia sudah di bicarakan.
__ADS_1
Terima kasih.