Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 112


__ADS_3

Di apartment Roni


Suara desisan terdengar dari mulut Roni tak kala ia sedang membuka bajunya dengan satu tangannya.Lukanya sudah di obati tadi ketika berada di rumah sakit namun ia memilih pulang untuk istirahat.Dengan susah payah akhirnya ia berhasil membuka bajunya dan langsung saja meletakkan ke sembarang arah.Berjalan menuju dapurnya untuk mencari makanan namun nihil tidak ada makanan di temukan.


"Astaga,kenapa aku lupa untuk belanja"menggerutu sendiri seraya berjalan ke sofa,duduk kemudian menyalakan televisi dan mengambil ponselnya.


"Hallo,apa kamu bisa datang ke apartment ku sekarang dan jangan lupa bawa makanan karena aku sangat lapar"ucapnya seraya melihat luka di lengannya.Tampak raut kecewa di wajahnya karena orang itu menolaknya dengan alasan sibuk.Tak habis akal Roni pun mengalihkan dengan memanggil melalui video call,panggilan ke tiga akhirnya di angkat oleh si pemilik suara lembut itu.


"Ada apa lagi sih kak?Sefi benar-benar sibuk,lihat nih tugas Sefi banyak sekali"Sefi menunjukkan tumpukan tugasnya di depannya supaya Roni percaya padanya.


"Ayolah dek,kakak sangat lapar"ucap Roni senang karena melihat wajah jutek Sefi dan membuat rasa rindunya terobati.


"Pesan saja kak kalau lapar,apa susahnya sih"Sefi masih membuka ĺembaran tugasnya tanpa melihat Roni.


"Sefi"panggil Roni.

__ADS_1


"Hmm"Sefi menatap kembali ke ponselnya.


"Astaga,kakak kenapa"Sefi menutup mulutnya saat melihat Roni tidak memakai baju kemudian Roni menunjukkan luka di lengannya .


"Cepatlah kemari,aku sangat lapar"ucap Roni memasang wajah memelas.


"Ya sudah aku akan datang,lima belas menit lagi aku akan sampai"ucap Sefi sembari menutup ponselnyà kemudian memasukkan tugasnya ke dalam ranselnya dan dengan cepat memakai sepatunya kemudian berjalan cepat menuju dapur.


"Mau kemana kamu"tanya Brian begitu melihat Sefi menghampiri meja makan.


"Kak,Sefi mau keluar sebentar"ucap Sefi sembari mengambil kotak makan dan mengisinya.Brian hanya menatap adik sepupunya itu dengan heran begitu juga dengan yang lainnya.


"Kamu mau keluar bawa bekal?"tanya Siska ikut heran melihat Sefi yang mengisi banyak makanan.Namun Sefi hanya menggeleng.


"Kak,aku mau ke apartment kak Roni.Dia terluka jadi aku mau melihatnya"bisik Sefi tepat di telinga Tia setelah selesai mengisi kotak makannya.

__ADS_1


"Baiklah,tapi kamu di antar supir yah!"ucap Tia pelan.


"Kak Brian aku pergi yah"Sefi melambaikan tangannya pada Brian dan berjalan cepat keluar rumah seraya menenteng tas kecil yang berisi kotak makan.


"Sayang,dia bilang apa tadi?Mengapa mengijinkannya keluar malam"Brian masih terlihat khawatir.


"Tenanglah,dia hanya ke apartment kak Roni"ucap Tia pelan sambil tersenyum.


"Tidak bisa di biarkan,aku akan menyusulnya sekarang"Brian ingin beranjak dari duduknya namun di cegah oleh Tia.


"Sayang,biarkan saja Sefi di antar supir bukan?Sefi gak pergi sendiri,lagian biarkan mereka menikmati masa-masa pacarannya"ucap Tia setengah berbisik.Tampak Brian tidak terima karena rencananya gagal ingin membuat Roni frustasi jika tidak bertemu Sefi dalam seminggu ini.


"Siska,temui aku di ruang kerja setelah ini"ucap Brian tegas menatap Siska kemudian meninggalkan meja makan itu dan pergi ke ruang kerjanya.Tia tampak syok saat Brian menyuruh Siska menemuinya di ruang kerja dan mengabaikannya di tempat itu terlebih Dea dan Revi melihatnya.Siska dengan santai menuju ruang kerja Brian membuat Tia menatapnya tanpak bingung.


"Apa yang terjadi?Apa aku melewatkan sesuatu?Tidak mungkin,apa yang mereka lakukan di ruang kerja"gumam Tia seraya berjalan pelan menuju taman belakang,tidak ingin mencari tahu itulah Tia dia lebih memilih menghindar dari pada mengetahui apa yang terjadi apa lagi jika membuat hatinya terluka.Duduk terdiam sembari menatap bintang-bintang di langit.Andai saja tidak ada Dea dan Revi di sampingnya tadi pasti ia sudah menangis di ruang makan itu karena Brian mengabaikannya.

__ADS_1


__ADS_2