
Reno dan Roni tampak fokus mendengarkan Brian yang sedang bicara di hadapan nya.Di dalam ruangan Brian hanya ada mereka bertiga duduk sambil memegang ponsel masing masing namun masih mendengarkan apa yang Brian katakan.
"Apa kau tidak bisa memberi nya anak,sehingga kalian mengadopsi seorang anak?"ucap Reno menatap Brian.
"Apa kau bahagia"tanya Roni.
"Tadi kalian yang bertanya,siapa anak kecil yang ada di rumah tadi.Aku sudah memberitahu nya,tapi kalian malah bertanya yang aneh aneh.Aku Brian Alexander masih mampu memberikan istriku anak.Dan kalian tahu..aku sangat bahagia.Istriku mengadopsi anak,itu artinya waktunya akan banyak di rumah."ucap Brian tersenyum senang membuat Reno dan Roni menganggukkan kepalanya.
"Hallo sayang..ada apa?"Brian mengangkat ponselnya karena Tia menghubunginya.
"Aku cuma mau bilang akan keluar sebentar"ucap Tia.
"Mau kemana?biar aku jemput"ucap Brian.
"Tidak usah sayang..aku akan menemui Dery,dia orang kepercayaanku.Kami akan bertemu di coffe shop,sudah yah..aku buru buru"ucap Tia langsung mematikan ponselnya takut Brian akan melarangnya keluar rumah untuk bertemu dengan seseorang apalagi jika itu seorang pria.
"Dery?Kau tahu siapa itu Dery"tanya Brian menatap Roni dan Reno.
__ADS_1
"Tidak"ucap mereka bersamaan.
"Sial..!aku akan menyusulnya"ucap Brian ingin berjalan keluar namun di cegah oleh Roni.
"Brian..kita ada rapat sebentar lagi dengan Fardan,aku tidak akan membiarkan mu membatalkan rapat ini lagi,yakinlah Tia tidak akan melakukan apapun di luar sana"ucap Roni.
"Aku tidak tenang"ucap Brian sambil meremas kasar rambutnya namun tak membuat kadar ketampanan nya berkurang.
"Biarkan aku menyusulnya"ucap Reno yang juga penasaran dengan Dery.Brian pun menatap Reno namun dengan cepat Brian menggelengkan kepala nya.
"Ayo kita ke ruang rapat,kita sudah di tunggu."Roni mengajak ke dua orang itu untuk masuk ke ruang rapat,dengan berat hati Brianpun mengikutinya.
Sementara itu Tia dan Dery sudah duduk di kursi sebuah cafe.Sambil menunggu Siska mereka asyik berbincang.Senyum Tia tak lekang dari bibirnya,hati nya begitu bahagia dengan kabar yang di bawa oleh Dery.
"Dery apa semua berkasnya sudah kamu siapkan?"tanya Tia.
"Tenanglah..semua sudah lengkap"jawab Dery.
__ADS_1
"Kenapa lama sekali"ucap Tia penasaran.
"Dia sudah datang,lihatlah itu dia sudah berjalan kemari"ucap Dery sambil berdiri dan melambaikan tangan nya.Siska yang melihat Dery pun menghampiri nya.
"Apa tuan yang bernama Dery"tanya Siska begitu sampai di dekat Dery.
"Kau benar Nona.Kenalkan ini Tia,sahabatku"ucap Dery memperkenalkan Tia pada Siska,merekapun berjabatan tangan melempar senyum masing masing.
"Aku Siska"ucap Siska mengulurkan tangan nya.
"Aku Tia"ujar Tia menyambut uluran tangan Siska.
"Aku seperti tidak asing dengan wajah nya,aahh..yasudah lah aku juga lupa"batin Siska mengusir rasa penasarannya.Mereka pun duduk bersama dan membicarakan maksud keinginan mereka untuk bertemu.
"Apa kau mengenalnya"tanya Tia sambil memberikan sebuah foto seorang nenek pada Siska.Siska pun menerima foto itu sambil menatap Tia dengan tajam.
"Kenapa kau memberikan nya pada ku?Apa maksudmu sebenarnya?"tanya Siska mulai curiga.
__ADS_1