
Pintu kamar mandi pun terbuka disaat bersamaan Brian menatap Tia dari kaki hingga kepala dimana Tia hanya mengenakan handuk yang memperlihatkan punggung dan kaki jenjang nya rambut panjang nya hanya di gulung dan ditusuk pakai sikat gigi karena Tia tidak menemukan apapun untuk mengikat rambut nya.
"Kamu mau mandi,maaf aku kira Uci tadi"ucap Tia berusaha membuka suara terlebih dahulu dan berjalan menuju koper nya di letakkan.Berusaha agar tidak terlihat gugup di depan Brian padahal Tia kaget dan malu setengah mati,melihat Brian menatap nya seolah ingin menerkam nya.
"Hmm tolong siap kan pakaian ku"ucap Brian sambil berjalan ke arah lemari dan mengambil handuk untuk nya.Dan melihat Tia yang masih tunduk sibuk mengacak isi koper nya.
"Iya"jawab Tia pendek karena Tia mendadak panik tidak menemukan baju tidur nya di dalam koper Tia hanya menemukan beberapa pakaian tidur yang tansparan.Brian pun berjalan ke kamar mandi dan menutup pintu.
"Ya ampun gimana ini apa yang harus ku pakai"Tia bingung dan terpaksa memakainya lalu pergi menyiapkan pakaian Brian."Apa pakaian dalam juga
harus ku siapkan,lebih baik tidak usah biar dia ambil sendiri saja"gumam Tia dan Tia pun mengambil kemeja Panjang Brian dan memakai nya.
"Untuk sementara biar aku pakai dobel saja,gini lebih nyaman"gumam nya lagi lalu Tia menyisir rambut nya dan naik ke atas tempat tidur,memakai selimut hingga menutupi leher nya.Dan Brian pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk,melihat Tia sudah tidur Brian pun memakai pakaian nya dan menyusul Tia di tempat tidur.
"Apa kamu sudah tidur"ucap Brian yang menatap punggung Tia.Namun Tia belum menjawab.
"Kalau kamu belum tidur sebaiknya kita bicara aku ingin mengenal mu lebih dekat"ucap Brian dan Tia pun menghadap Brian,posisi mereka saling berhadapan.
__ADS_1
"Baiklah siapa yang ingin bertanya dulu"jawab Tia.
"Aku penasaran,apa kamu sebelum nya sudah punya pacar"Brian.
"tidak"Tia
"Apa kegiatan mu sehari hari"Brian
"Kamu seperti interview pegawaimu"ucap Tia.
"Jawab saja"Brian merentangkan tubuh menatap langit langit kamar nya.
"Ternyata istri ku sangat sibuk ya,bagaimana caramu membagi waktumu untuk ku"ujar Brian lagi.
"Belum tahu"jawab Tia singkat tapi berhasil membuat Brian menoleh dan menggeser tubuh nya ke arah Tia.
"Bagaimana dengan persyaratan itu apa tidak bisa di batal kan"tanya Brian.
__ADS_1
"Mau mu gimana"Tia bertanya balik.
"Kita batalkan saja,aku janji sebelum kamu mencintai ku,aku janji tidak akan meminta hak ku sebagai suami".ucap Brian menatap manik berwarna hitam pekat itu yang di hiasi bulu mata lentik membuat yang melihat ingin mengecup nya.
"Sebelum aku mencintai mu,maksud mu"selidik Tia.
"Bukan apa apa,sekarang giliran mu mau tanya apa"tanya Brian kini Brian pun mengambil dan memakai selimut hingga leher nya juga.
"Apa kau mencintai ku"tanya Tia yang penasaran dengan jawaban Brian tadi.
"KAu ini tanya yang lain saja"jawab Brian.
"Apa kamu punya pacar,mantan atau simpanan"tanya Tia lagi.
Deg
"Brian kamu curang dari tadi kamu tanya aku jawab sekarang kamu jadi bengong gitu"Tia kesal pasal nya Brian diam sambil menatap nya.
__ADS_1
"Tia"ucap Brian menggenggam tangan Tia.