Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 160


__ADS_3

"Jangan sentuh di situ"Tia menunjuk pada perutnya yang sudah lama di operasi.


"Apa masih sakit?"Brian meniup bekas jahitan di bagian luar perut istrinya itu.


"Iya,jika di senggol sedikit saja.Maka sakitnya akan terasa"ujar Tia.


"Maafkan aku,semua ini karena ulahku."ujar Brian.


"Kenapa jadi kamu minta maaf? Aku melahirkan dua anak yang sangat tampan.Aku bahkan sangat senang walaupun sudah tidak bisa memiliki anak lagi.Dua anak cukup"ujar Tia sembari mengelus wajah suaminya itu.


"Apa kamu lupa? Kita juga memiliki satu putri yang cantik yaitu Bella."ujar Tia lagi menenangkan hati suaminya.


"Iya,sayang ! Tapi kedua tuyul itu meminta adik perempuan,bukan kakak perempuan"ujar Brian.


"Anak kita bukan tuyul"Tia mencubit pinggang Brian hingga Brian mengaduh kesakitan.


"Iya,anak kita yang tampan itu"kilah Brian yang tidak ingin cubitan maut itu mendarat di perutnya lagi.


"Kamu tahu sendirikan,seminggu yang lalu Bella datang.Tapi,mereka berdua tidak mau bermain dengannya.Dengan alasan Bella itu sudah kakak-kakak.Jadi tidak asyik bermain dengannya"ujar Brian.


"Kamu benar sayang"Tia mengiyakan perkataan suaminya.


"Besok suruh Sita dan Kevin kemari!"ujar Tia lagi.


"Untuk apa?"Brian membenarkan posisi duduknya.

__ADS_1


"Biar mereka membawa Tiara.Aku ingin tahu apa reaksi kedua putraku jika melihat Tiara dan bermain seharian dengan mereka"ujar Tia.


"Ide bagus! Baiklah besok aku akan menyuruh Kevin dan Sita untuk membawa Tiara"ujar Brian.


"Tapi,bagaimana jika setelah melihat Tiara,mereka semakin menginginkan adik perempuan!"ujar Brian lagi.


"Kita adopsi anak perempuan dari panti saja!"ucap Tia sekenanya.


"Kamu kalau bicara jangan sembarangan!"Brian gemas dengan Tia yang bicara tanpa berpikir panjang.


"Lalu,harus gimana lagi?"


"Minta kak Roni untuk menikah secepatnya"ujar Brian.


"Kalau itu masalahnya,serahkan saja padaku sayang!"ujar Brian.


"Minggu depan kami akan mengunjunginya,karena ada pertemuan pemegang saham.Aku akan membicarakan hal ini dengan nya"ujar Brian lagi.


"Apa rencana mu?"selidik Tia.


"Aku masih memikirkannya"ujar Brian sambil tertawa.


"Dasar"Tia mengerucutkan bibirnya.


"Aku serius sayang,aku bahkan belum memikirkannya.Tunggu lihat situasi dulu,aku akan mencari informasi tentangnya"ujar Brian.

__ADS_1


"Bagaimana jika kita perkenalkan dia dengan--"perkataan Tia terputus karena Brian langsung mengecup bibirnya.


"Sudah,jangan di pikirkan lagi! Bagaimana kalau kamu ikut saja minggu depan untuk menemuinya"ujar Brian setelah usai mengecup bibir Tia.


"Jadi orang tua jangan egois,anak kita siapa yang jaga"ujar Tia.


"Ada mama yang jaga mereka!"Brian mengusap wajah istrinya itu.


"Aku juga butuh perhatianmu,kasih sayangmu bahkan aku juga ingin di utamakan dari lainnya"ujar Brian.


"Sudah lama rasanya kita tidak meluangkan waktu berdua saja"ujar Brian lagi.


"Tapi aku sibuk,ngurus anak dan masih banyak lagi yang harus ku kerjakan.Aku tidak bisa ikut,sayang!"ujar Tia.


"Kapan ada waktumu untukku? Setiap hari selalu bersama kedua bocil itu"ucap Brian.


"Hei,kamu cemburu sama anakmu sendiri?"ujar Tia.


"Astaga ! Aku kira seseorang yang sudah memiliki anak,pola pikirnya akan semakin dewasa."ujar Tia sembari menepuk keningnya.


"Jangan mengejekku!"Brian mengalihkan pandangannya.


"Brian yang malang"ujar Tia dan segera berlari keluar dari kamar.


"Tiaaaaaa ??!"teriak Brian.

__ADS_1


__ADS_2