
Happy reading..🥰🥰
Hari ini setelah kejadian itu Tia memutuskan menyudahi liburan mereka.Dan tampak mereka sudah berada di bandara saat ini menunggu jadwal keberangkatan sebelum mereka naik ke dalam pesawat.Tia berjalan di samping Brian yang sedang menggendong Bela sementara Tika dan Reno menarik koper pada ke dua tangan mereka masing-masing.Tika membawa kopernya sendiri juga milik Tia sementara Reno juga membawa koper nya juga milik Brian sepupunya itu.
Sambil berjalan Tika dan Reno tengah berbisik.
"Reno, sebenarnya apa yang terjadi? mengapa kita tiba-tiba saja pulang.Aku bahkan belum puas berlibur"ucap Tika pelan.
"Aku juga tidak tahu, seperti nya ada sesuatu yang sudah terjadi."ucap Reno tak kalah pelan juga."Aku melihat wajah mereka semua sungguh sangat serius tidak ada yang tersenyum terutama yang di belakang kita itu"ucap Tika.Reno kemudian ikut menoleh ke belakang mereka.
"Kau benar.Apa mungkin mereka bertengkar?"ucap Reno namun Tika mengedik kan bahu nya karena ia juga tidak tahu.Tika dan Reno asyik berbicara berdua sementara itu Siska dan Fardan juga sedang berdebat kembali sambil berjalan di belakang Tika dan Reno.
"Semua ini karena salah mu Fardan!"ucap Siska sambil menarik kopernya sendiri.
"Aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan yang penting sekarang anak ku sudah tahu jika aku adalah papanya.Sekarang pikiran apa keputusan mu selanjutnya.Jika kau memang merasa bersalah selama ini maka turutilah keinginan anak kita"ucap Fardan dengan tenang.
"Jadi apa keputusan mu?apa kau ingin menikah dengan ku?"tanya Fardan lagi.
"Tidak"jawab Siska singkat.
__ADS_1
"Tidak apa?tidak menolak maksud mu"goda Fardan.
"Fardan aku serius.Aku dan Dean dalam waktu dekat ini akan menikah.Jadi aku memang tidak bisa menikah dengan mu.Aku mencintai kekasihku"ucap Siska.
"Aku akan memberimu waktu satu minggu untuk berpikir dan jika sampai saat itu keputusan mu belum berubah juga,jangan salahkan aku jika aku tidak akan membiarkan mu mendekati Bela sampai kapan pun"ucap Fardan dengan tegas.Mereka berdua terdiam saat melihat Tia dan Bela sudah duduk di kursi tunggu, kemudian mereka juga ikut duduk.
"Sayang,kamu tidak apa-apa"tanya Brian khawatir melihat istrinya itu kelelahan.
"Apa mommy sakit"tanya Bela yang juga ikut khawatir melihat Tia.
"Aku tidak apa-apa.Sayang tolong ambilkan aku minum"pinta Tia.Brian kemudian memberikan air mineral yang di ambil dari dalam tas Tia yang memang sudah di sediakan sebelumnya.
"Apa dia sangat rewel?sayangnya papa,baik-baik yah di dalam sana! kasih mama kamu nak"ucap Brian pelan membuat Tia tersenyum begitu juga Bela ikut tersenyum melihat perhatian Brian pada mommy Tia nya.
"Tia,mengapa kita pulang jika kamu terlihat kelelahan begini"tanya Tika saat sudah mendekat ke arah Tia.
"Ini makanlah"Reno menyodorkan satu bungkus coklat ke tangan Tia.Reno memang selalu menyimpan coklat kesukaan nya di dalam tas nya bahkan Tia tahu ke biasaan Reno yang satu itu.
"Reno,terima kasih banyak"ucap Tia dengan wajah yang ceria.Matanya seolah bersinar melihat coklat di tangan nya dan ingin sekali segera melahapnya.Reno menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Sayang, seperti nya kau sangat senang melihat coklat itu"ucap Brian menahan rasa kesalnya.
"Entah mengapa aku pengen makan yang manis saat ini.Apa aku boleh memakannya?"ucap Tia senang.
"Kenapa tidak bilang sejak tadi.Aku bisa membelikannya untuk mu bahkan sama perusahaan nya juga"ucap Brian kesal.
"Benarkah?"ucap Tia sambil ingin membuka bungkus coklatnya.
"Ihh..Comelnya kamu kalau lagi cemburu"ledek Tika sambil tertawa saat melihat wajah Brian.
Namun tawa Tika terhenti saat melihat seorang wanita tengah berlari ke arah Reno dan memanggil namanya.
"Reno,kau tega sekali meninggalkan aku sendiri"ucap nya begitu melihat wanita itu sudah merangkul tangannya.
"Huh..Dia lagi"batin Reno."Apa kau mengikuti ku lagi"ucap Reno dengan kesal.
"Tentu saja,aku sudah bilang ,bukan?jika aku akan mengikuti mu kemanapun kau pergi"ucap wanita itu dengan penuh semangat.
"Lidya?sedang apa kau di sini?"tanya Brian dengan terkejut mengapa wanita yang sebentar lagi menjadi kakak iparnya itu berada bersama mereka saat ini bahkan ia merangkul tangannya Reno.
__ADS_1
Bersambung..