
Mendengar nama lengkap nya di panggil.Tia pun menoleh ke belakang nya seorang pria yang cukup di kenal nya walaupun hanya suara nya saja.
"Reno"ucap Tia gugup.
"Sedang apa di sini"tanya Tia lagi.
"Menunggu mu"jawab Reno karena ketika Reno keluar dia hanya duduk di taman sembari mengingat masa lalu nya,manik mata tajam nya menangkap sosok yang di lihat di ruang kakek Brian tadi, begitu melihat Tia berjalan ke arah ruangan dokter. Reno mengikuti nya memastikan apakah dia tidak salah lihat,Reno memutuskan untuk menunggu,ketika Tia masuk ke ruangan dokter umum.
"Apa kabar"tanya Reno sambil berjalan mendekati Tia dan belum sempat Tia menjawab Reno,panggilan Brian menghentikan tangan Reno yang ingin menyentuh tangan Tia sontak langkah Reno mundur sedikit.
"Kemana saja,aku mencari mu dari tadi"ucap Brian berjalan tanpa melihat Reno,namun Tia hanya diam menatap Brian.
"Hei Brian,kenapa kau melewati ku begitu saja"ucap Reno,suara Reno membuat Brian menoleh ke kebelakang nya.
"Reno!maaf aku tidak melihat mu,aku kira orang lain tadi yang ingin mengganggu istri ku,apa kabar"ucap Brian memeluk sepupu nya itu.
"Istri?Jadi Tia istri nya Brian?"gumam Reno mengepal kan tangan nya di bawah, mata nya menatap Tia tajam.Brian pun melepaskan pelukan nya dan memperkenal kan Tia istri nya dengan sepupu nya.
__ADS_1
"Reno,ini istri ku Tia Rania dan Tia sayang ini sepupu ku Reno"ucap Brian memperkenalkan mereka karena Reno tidak datang ke pesta pernikahan nya.
"Hai"ucap Reno mengulurkan tangan nya,namun di tepis oleh Tia dan Tia pun berlalu begitu saja membuat Brian bingung,tangan Reno pun mengepal erat namun masih bisa menahan emosi nya.
"Maaf Reno aku menyusul nya dulu"pamit Brian pada Reno sambil berjalan cepat menyusul Tia istri nya ke arah apotik.
"Sayang apa kamu sakit"tanya Brian begitu melihat Tia berjalan membawa plastik putih berisi beberapa obat di tangan nya.
"Kepala ku pusing"ucap Tia menghentikan langkah nya.
"Ya sudah kita pulang ke rumah kakek dulu ya biar bisa mandi lalu istirahat"ucap Brian di jawab anggukan oleh Tia.Mereka pun berjalan ke ruang kakek Brian di rawat untuk permisi dengan orang tua nya.
"Aku ikut,aku juga mau mandi"ucap Roni langsung berjalan mendahului Brian.
"Kapan aku punya waktu berdua"gumam Brian tidak semangat karena ada saja halangan ketika dia ingin berduaan dengan istri nya itu.Mereka pun berjalan menuju parkiran,sementara Sefi dan tante nya naik ke mobil Reno dan mereka pun pulang bersama dengan mobil saling beriringan.Begitu sampai di rumah Sefi masuk ke kamar nya begitu juga mamanya.Brian yang Langsung menuju dapur mengambil makanan untuk istri nya agar Tia bisa cepat minum obat nya,Brian hanya menunjuk ke atas arah kamar mereka.
"Sini aku bantu bawakan"ucap Reno ketika melihat Tia menarik koper nya ke lantai atas.
__ADS_1
"Tidak perlu,aku bisa bawa sendiri"ucap Tia namun Reno memaksa membawakan koper Tia.
"Tia mana Brian"ucap Roni sambil berjalan ke atas tangga dimana Tia dan Reno berdiri membuat Reno lagi-lagi mengepalkan tangan nya dan berusaha tersenyum.
"Brian lagi ke dapur kak"ucap Tia.
"Sini ku bawa kan"ucap Roni mengambil koper dari tangan Tia dan Tia pun memberikan nya.
"Terima kasih kak"ucap Tia. Mereka berjalan begitu saja meninggalkan Reno yang menatap nya tajam lalu turun kebawah dan masuk ke kamar nya.
"Nah ini koper mu!Dan ini kamar kalian"ucap Roni menunjuk kamar Brian.
"Buka saja gak di kunci kok,si bibik tadi udah bersihkan dan jangan pernah menerima bantuan apa pun dari Reno"ucap Roni.
"Kenapa"tanya Tia.
"Yah karena masih ada aku"ucap Roni tersenyum.Pasalnya nya Roni tidak suka sikap Reno yang menatap Tia sangat intens.
__ADS_1
"Aku pergi ya,di sana kamar ku"ucap Roni sambil menunjuk arah kamarnya lalu berjalan ke kamar nya,begitu juga Tia masuk ke kamar milik Brian.