Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 15


__ADS_3

Pernikahan adalah suatu ikatan yang suci tidak bisa di pisahkan kecuali oleh kematian.Perkataan kakek membuat ku sadar apa yang aku lakukan dengan memberikan persyaratan pada Brian.Ya.. kakek memang benar,kakek adalah panutan buat ku,aku tak akan mengecewakan beliau.


"Kakek Tia akan berusahan menerima semua ini"Tia mengecup punggung tangan kakek nya yang dia gemgam dengan erat.dan mereka pun akhirnya berbincang melepas rindu.


"Mami,mami,itu ada es punya siapa?Gea minum boleh ya".


semua yang sedang serius berbincang sambil membahas persiapan untuk pernikahan Tia. Menoleh melihat gea,anak kecil seumuran Bela itu adalah anaknya Ria sepupu Tia.


"Ya ampun aku sampai lupa tadi ngasih nya sama mama,itu dari tukang es yang sering lewat ma"jawab Tia.


"Ya udah untuk Gea aja"ujar mama Rosa.


"Lihat tuh sepupu kamu yang seumuran dengan mu saja anak nya udah besar"ujar mama Rosa lagi.

__ADS_1


"Ma..Tia kan mau nikah,kenapa di bahas lagi si"jawab Tia sambil mengerucut kan bibir nya.


Sementara itu di kediaman Alexander juga tampak ramai dan sibuk mempersiapkn segala persiapan untuk besok.Tampak Widia juga sibuk sampai tak menghirau kan Brian yang sudah pulang.


Brian baru sampai di rumah sudah jam tujuh malam tampak juga kelelahan pasalnya habis mengantar Tia pulang,Brian langsung ke kantor nya untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda dan menyerahkan pekerjaan nya besok pada Roni.Brian yang melihat mamanya kelelahan berinisiatif melangkahkan kaki nya ke dapur untuk mengambil air memberi nya pada mamanya.


"Ma,minum dulu"Brian yang tidak menyangka mendapat pukulan secara tiba tiba dari mamanya tidak sempat mengelak,Widia memukul nya dengan buku catatan yang di pegang nya.


"Bukan kah mama senang,kenapa sekarang protes"ucap Brian tak mau kalah.


"Iya mama sanang,tapi paling tidak kamu memberikan waktu seminggu atau dua minggu"ujar Widia.


"Lebih cepat kan lebih baik ma"jawab Brian.

__ADS_1


"Iya buat kamu lebih baik dan Rosa juga kewalahan di sana"ujar Widia lagi.


"Brian tau ma,mau gimana lagi"sahut Brian.


"Aku gak tau ma,seperti nya Tia akan menolak perjodohan ini dan Brian juga gak suka lihat Tia dekat dengan pria lain,ntah apa yang ku rasakan saat ini,yang aku tau aku ingin menikahi nya secepat nya"gumam Brian.


"Ma,terima kasih buat semuanya,Brian janji akan menyelesaikan semuanya setelah menikah,jika Brian memberitahu sekarang Brian takut Tia akan menolak menikah dengan Brian".ucap Brian sambil memeluk mamanya.


"Baiklah kamu harus mengatakan nya sejujur nya pada Tia dan bereskan lah masalah mu itu secepatnya".ucap Widia sambil mengelus pundak putra nya itu.Widia tak ingin ikut campur dengan urusan putra nya itu.


"Ya sudah,istirahat lah nak,mama masih mau bantu mereka"ujar mama Widia menunjuk para pekerja dan pelayan yang masih terlihat sibuk.


"Baik lah ma,Brian akan ke kamar dulu,mama juga istirahat jangan terlalu kelelahan"ujar Brian melepaskan pelukan nya dan pergi ke kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2