Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 157


__ADS_3

Happy reading❤❤❤


Sepanjang perjalanan menuju kediaman Alexander,Sefi tampak bermain bersama Bastian di kursi belakang mobil.


Bastian yang hanya mengenal Sefi lewat video call setiap hari tidak mengurangi rasa canggung nya saat baru pertama kalinya bertemu.Mereka seolah sudah mengenal sangat lama.Tia sengaja menelpon Sefi setiap hari agar Bastian dapat mengenalinya ketika suatu saat bertemu dan itulah sebabnya ketika pertama kali bertemu Sefi,Bastian langsung akrab dengannya dan juga ada alasan lain yang membuat Tia selalu menelponnya bahwa seseorang yang di hindari Sefi memintanya untuk setiap hari agar menelpon Sefi dan harus memberitahunya apa saja yang sedang dilakukannya.Bukan pengecut,namun ia hanya ingin menjaga wanita itu walau hanya sebatas mengetahui kabarnya saja.


"Kak,Tian ketiduran.Bagaimana ini"tanya Sefi panik.


"Astaga Sefi,anak tidur itu biasa,mungkin dia lelah karena habis berlarian tadi.Kamu pangku saja dia"ujar Tia sembari menoleh kebelakang.


"Oh gitu! Apa Tian tidak akan bangun nanti,Sefi takut dia nangis"Sefi mencoba menarik tubuh Bastian yang bontot itu memangkunya dengan hati-hati.


Tia tampak menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Lihat saja setelah kamu pangku,Tian akan tidur nyenyak.Karena sudah kebiasaan nya itu"ujar Tia."Kalau kamu tahu jika kebiasaan Tian tidur di pangkuan kak Roni,aah sudahlah mengapa aku jadi yang repot"batin Tia.


"Bastian sangat tampan kak"ucap Sefi sambil mengelus pipi mulus Bastian.

__ADS_1


"Papa nya juga tampan,bukan?"ujar Brian.


"Tentu saja,kakak adalah sepupuku yang paling tampan"puji Sefi.


"Terima kasih atas pujiannya"ucap Brian.


"Sama-sama kak.Tapi tidak gratis loh"ujar Sefi.


"Jangan mulai deh"sambung Tia.


"Hehehe ! kali ini bukan duit kak"ujar Sefi.


"Nanti saja,kalau Sefi sudah ingat yah,tapi kakak harus janji untuk menepatinya"ucap Sefi.


"Baiklah"ucap Brian sembari melajukan mobilnya masuk ke pekarangan rumah,tidak terasa mobil mereka sudah sampai di kediaman Alexander.


"Sefi,berikan pada kakakmu saja biar Brian yang menggendongnya "Namun Bastian mengeratkan tangannya seolah tidak ingin lepas dari gendongan Onty nya itu sehingga Brian mengurungkan niatnya untuk mengambil Bastian dari gendongan Sefi.

__ADS_1


"Sepertinya Tian ngak mau kak.Biar saja Sefi yang menggendongnya"ucap Sefi.Setelah turun dari mobil,mereka pun masuk ke dalam rumah bersama-sama.


Pintu di buka oleh Uci dan merekapun di persilahkan masuk.


"Sepi sekali,dimana tante Widia"tanya Sefi saat melihat rumah itu tampak sepi.


"Mungkin sedang menidurkan Cristian di kamar"jawab Tia sembari membukakan pintu kamar Bastian.


"Sefi,aku akan lihat Cristian dulu yah!"ucap Tia kemudian meninggalkan Sefi yang masih berdiri menggendong Bastian.


Sefi mengangguk kemudian berjalan menuju tempat tidur Bastian.


"Papi"gumam Bastian pelan saat Sefi ingin membaringkannya di tempat tidurnya, namun Sefi masih bisa mendengarnya.


"Anak manja! Kalau tidur panggil papi tapi kalau sudah bangun panggil papa!"batin Sefi.


"Papi,jangan pergi lama-lama"gigau Bastian lagi membuat Sefi menautkan kedua alisnya."Papi lagi"gumam Sefi sembari menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Sefi mengelus rambut Bastian dengan lembut membuat anak mungil itu kembali terlelap.Sefi beranjak meninggalkan kamar Bastian kemudian menemui tante nya Widia yang sudah lama ia rindukan.


__ADS_2