
Jangan lupa kasih like dan komennya.
Happy reading Bestie...!!
Sementara itu di kediaman Alexander terlihat Tia sibuk menyiapkan bekalnya untuk ke kantor.Tia berangkat ke kantornya karena di rasa cukup untuk menghilangkan kejenuhan dan rasa bosannya.Widia menyarankan agar menantunya itu tidak terlalu ke capean ia takut jika terjadi sesuatu pada Tia namun Tia mampu menyakinkan mertuanya itu.
"Selamat pagi buk"sapa beberapa pegawai yang berpapasan padanya.
"Pagi"sapa Tia kembali dengan senyum lebarnya ia berjalan masuk keruangannya yang sudah di tunggu Sita.
"Selamat pagi bumil"sapa Sita sambil menghampiri Tia.
"Pagi Sita"sapa Tia."Sekarang mana berkas yang harus di tanda tangani"tanya Tia kemudian duduk di kursi kebesarannya.Terlihat Sita memberikan berkas itu dan menerangkan semuanya.
__ADS_1
"Ini ada satu lagi kita mengajukan kerja sama dengan beberapa aplikasi online untuk meningkatkan perkembangan resort,mereka akan mempromosikan resort ini dalam jangka dua tahun percobaan setelah itu untuk tahun berikutnya kerja sama akan di kontrak secara permanen!"terang Sita.
"Dan kita harus menemui menemui mereka siang ini"ucap Sita lagi.
"Baiklah"ucap Tia.
Di kantor Brian saat ini di tepatnya di ruangan rapat,tampak suasana semakin tidak kondusif karena Gilang sangat marah.Ia tampak ingin sekali mencekik leher Kinar yang duduk di kursi roda.Seluruh pemegang saham lantas kecewa padanya karena begitu banyak kerugian yang telah ia buat.
"Aku tidak menyangka kau begitu licik Kinar,dan sekarang aku akan mengabisimu"ucap Gilang dengan marah.
"Harta yang kumiliki selama ini bukanlah warisan pemberian dari orang tua kita,tapi semua ini adalah hasil keringat dari almalhum suamiku,papanya Kevin"ucap Kinar lagi.
"Aku tidak peduli itu"Gilang mendorong kursi roda Kinar hingga Kinar pun terjatuh.Brian yang tidak menyangka jika Gilang senekat itu langsung menarik lengan baju Gilang kemudian menghajarnya.Sementara itu Kevin dan orang yang ada di tempat itu langsung menolong ibu Kinar.
__ADS_1
"Kalau kau tidak pergi dari sini,aku akan mengabisimu"ucap Brian setelah ia merasa Gilang hampir kehabisan tenaga.
"Brian,kalian semua akan aku balas.Lihatlah apa yang harus aku lakukan pada kalian dan anak-anak kalian nanti"ancam Gilang sambil menahan perutnya karena kesakitan,ia berjalan pelan keluar dari ruangan itu.
Setelah ibu Kinar berhasil di bawa kembali kerumah sakit oleh Kevin dan di bantu oleh perawatnya,Brian kembali keruang rapat dan menyakinkan para pemegang saham itu untuk menunda rapat sampai ibu Kinar sembuh dan memang harus ibu Kinar yang akan memimpin rapat itu nantinya.
Semua keluar dari ruang rapat itu setelah mendengar intruksi dari Brian.
"Gilang dia sudah keterlaluan,selama ini dia sudah menipu kita dengan mengatakan ibu Kinar berada di luar Negri,namun ia di kurung di rumahnya sendiri"Setelah mereka masuk ke dalam liff seorang pemegang saham itu mengeluarkan isi hatinya.
"Kau benar kita sudah di tipu mentah-mentah olehnya"ucap yang lainnya.
"Padahal ibu Kinar itu adalah saudara kandungnya sendiri"
__ADS_1
"Gilang benar-benar manusia bermuka dua"
"Ya sudah lah yang penting sekarang kita sudah mengetahui kebenarannya,jika ibu Kinar akan memegang kembali perusahaannya jadi aku yakin ibu Kinar akan berusaha untuk menutupi segala kerugian di perusahaan selama ini"ucap mereka setelah itu liff terbuka dan mereka kembali ke kantor masing-masing.