Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 109


__ADS_3

Sementara itu di dalam mobil tampak Brian sedang tertawa dengan senang hingga membuat Tia mencubit perutnya karena merasa sudah keterlaluan.


"Sayang,sudah bercandanya itu tidak lucu sama sekali"Tia menatap suaminya itu yang masih tertawa.


"Aku yakin Kevin akan kebakaran jenggot setelah mendengar apa yang aku katakan tadi,apa kau tahu sayang,wajahnya tadi merah padam.Hah,sangat menggelikan.Pria seperti itu yang tidak pandai menyimpan perasaannya,hanya sekali lihat bagaimana dia memandang Sita saja,aku sudah bisa menebaknya"Brian menghentikan tawanya seraya menyalakan mobilnya.


"Apa sangat kelihatan?"tanya Tia sambil membuka kaca mobil lebar-lebar agar angin bisa masuk ke dalam.


"Dia memang pria bodoh tidak bisa menyimpan perasaannya,kalau cinta yang di ungkapkan saja,apa susahnya sih"


"Ada alasan mengapa dia melakukan itu"Tia pun menceritakan semua yang di alami Kevin selama ini.Brian tampak serius mendengarkan cerita Tia tentang Kevin dan keluarganya.


"Tunggu,jadi Kevin itu anak kandung dari ibu Kinar?"Brian terkejut.

__ADS_1


"Sayang,apa kamu mengenalnya?"Tia menatap Brian serius.


"Ibu Kinar adalah salah satu investor terbesar papa kala itu.Saat itu aku masih belajar di perusahaan papa dan di kenalkan oleh papa,karena dia juga yang mengajariku tentang bisnis.Jadi mana mungkin aku tidak mengenalnya,tapi memang selama lima tahun ini aku tidak lagi bertemu dengannya,tidak ada yang tahu dia dimana.Kabar terakhir aku dengar jika bu Kinar pergi keluar Negri."ucap Brian mengenang Ibu Kinar yang selalu baik padanya.


"Tante Kinar sekarang sedang sakit dan Om Gilang mengancam Kevin agar menikahi putrinya supaya semua kekuasaan perusahaan untuknya seutuhnya.


"Sayang,apa kamu tahu dimana beliau tinggal?"tanya Brian penasaran.


"Kita akan kesana sekarang"ucap Brian tanpa pikir panjang.Brian langsung menelpon Roni agar membawa anak buahnya untuk berjaga-jaga jika ada hal yang berbahaya.Tia memberitahukan alamat tempat tinggalnya Sekarang yang cukup jauh memang dari rumah utama ketika beliau tinggal dulu.


"Kamu serius mau kesana sekarang"tanya Tia heran pada suaminya itu.


"Memangnya apa yang kamu takutkan"Brian menoleh sebentar pada Tia dan kembali fokus menyetir.

__ADS_1


"Ada penjaga disana,tubuhnya sangat besar dan ototnya sangat kuat juga kepalanya botak"ucap Tia seraya menekan lengan Brian dan Brian langsung terkekeh melihat tingkah istrinya itu.


"Kita hanya akan bertamu,bukan untuk adu kekuatan"Brian tersenyum sambil mengelus pucuk kepala Tia,mengusapnya dengan lembut.Tia ragu bagaimana jika penjaga itu tidak mengijinkan mereka masuk,sementara dia sering datang ke rumah itu menyamar sebagai pengantar makanan saja.Hingga tak terasa mobil mereka sudah memasuki halaman luas namun sepi itu.Rumah itu cukup besar namun tidak bertingkat tidak seperti rumah utama yang bertingkat dan cukup mewah.Rumah yang di kelilingi oleh pepohonan rindang,rumah itu memang tidak terlalu jauh dengan tetangga sebelahnya namun karena di sekelilingnya banyak pepohonan hingga rumah itu tampak sepi.Tia dan Brian turun bersama di iringi tatapan tajam dari penjaga itu,salah seorang dari mereka tampak menelpon seseorang.Brian menggemgam tangan Tia erat dan berjalan santai menghampiri penjaga itu.


"Permisi,apa ini benar rumahnya Dea Ananda"Brian sejak tadi memutar otak,alasan apa yang akan dia katakan pada penjaga itu.


"Anda siapa,ada keperluan apa datang kemari"tanya salah satu penjaga yang botak itu.Tia tampak gemetaran seraya membetulkan letak kaca mata hitam dan maskernya.


"Aku dosennya,ada yang perlu kami bicarakan masalah uang kuliahnya dan dia sudah sering kena teguran agar membawa orang tuanya ke kampus untuk menjelaskan semuanya,namun hingga saat ini dia tidak pernah membawa orang tuanya padaku,jadi aku sendiri yang datang menemuinya"ucap Brian dengan serius dan penjaga itu tampak percaya kemudian menatap Tia.


"Siapa dia"tanya penjaga itu menatap Tia dengan intens.


"Oh,dia istriku!Aku membawanya karena dia tidak bisa jauh dariku karena dia sedang hamil anak pertama kami dan sekarang masa ngidamnya"ucap Brian meyakinkan penjaga itu.Merasa tidak ada yang mencurigakan penjaga itunpun mengijinkan mereka masuk ke dalam rumah itu.

__ADS_1


__ADS_2