Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 131


__ADS_3

Jangan lupa like dan komennya.


Happy Reading..!


Pagi-pagi sekali terlihat Brian sudah terbangun,ia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu ia berpakaian dengan rapi.Sebelum pergi ia kembali ke tempat tidur dimana Tia masih terlelap tanpa terganggu sedikitpun dengan suara-suara yang ada di kamar itu.Brian mengecup kening Tia sebelum pergi dan ia juga mengelus perut istrinya itu kemudian ia keluar dari kamar mereka.


"Selamat pagi ma"sapa Brian begitu sampai di ruang makan.Ia menarik kursinya dan duduk.Terlihat Widia menyiapkan sarapannya.


"Apa Tia belum bangun?"bukan menjawab sapaan putranya ia malah menayakan menantunya itu.Brian terlihat menarik lengan bajunya ke atas untuk melihat jam di tangannya.


"Tidurnya nyenyak sekali,aku tidak tega membangunkannya"ucap Brian kemudian meneguk tehnya hingga habis.


"Ma,Brian berangkat yah"Brian berdiri dan mengecup pipi Widia sambil tersenyum.


"Mamaku yang cantik,aku titip istriku yah"ucapnya lagi kemudian meninggalkan Widia yang masih berdiri menatapnya.


"Hallo kak Roni,tidak usah menjemputku aku sudah bawa mobil sendiri.Sampaikan pada Kevin kita akan adakan rapat dadakan.Dan jam sepuluh nanti kita harus kasih kejutan untuk Gilang"Brian menelpon Roni begitu ia masuk ke dalam mobilnya.


"Baik,aku akan segera menyusul"jawab Roni di seberang sana.


Mobil Brian melaju dengan lancar karena masih jam enam tiga puluh jalanan belum terlihat di padati oleh pengendara lain.Sepuluh menit berlalu akhirnya ia sampai juga di kantornya.


"Selamat pagi pak"sapa seorang security saat Brian keluar dan memberikan kunci mobilnya pada security tersebut.

__ADS_1


"Selamat pagi,parkirkan mobil ini di tempat biasanya"ucap Brian sambil meninggalkan security itu sendiri.


"Cepat amat datangnya,bahkan para pegawai rendahan saja belum datang"gumam security tersebut.


Brian masuk ke ruangannya untuk memeriksa beberapa berkas yang belum sempat ia periksa karena semalam ia langsung di ajak oleh teman-temannya pergi ke club malam.Sehingga ia harus memeriksa kembali semua berkas itu.Sibuk dengan pekerjaannya tiba-tiba pintu di ketuk dari luar.


"Masuk"ucap Brian tanpa menoleh.


Roni masuk di ikuti oleh Kevin sambil membawa beberapa berkas lagi.Roni mempersilahkan Kevin duduk sementara ia menyalakan penghangat ruangan.


"Hah,baru terasa hangat dan nyaman"ucap Roni setelah menyalakan penghangat ruangan tersebut.Penghangat ruangana itu memang di buatkan khusus untuk ruangan Wanda sebelum di gantikan oleh Brian anaknya.


Brian menghampiri Kevin yang sudah duduk di sofa itu.


"Jadi begini,kita harus merencanakan dengan matang,apa kehadiran bu Kinar tidak akan membuatnya kelelahan nantinya,kita harus menyiapkan beberapa perawat untuk menjaganya nanti"ucap Brian membuka rapat dadakkan mereka.


"Kak Roni bertugas membawa para pemengang saham yang terlibat dalam perusahaan bu Kinar jangan sampai di ketahui oleh Gilang sebelum ia masuk keruangan ini"Brian membagi tugas mereka masing-masing sebelum jam sepuluh tiba.Setelah hampir satu jam penuh mereka rapat di ruangan itu,Brian pun menyempatkan diri menelpon istrinya sedangkan Roni dan Kevin tampak berbicara seakan mereka sudah lama saling mengenal.Roni adalah seorang yang hambel dia mudah untuk berteman dan akrab dengan siapapun membuat Kevin merasa memiliki saudara sesungguhnya.


Disela -sela pembicaraan mereka tampak Roni sedang bercanda dengan Kevin.


"Jadi bagaimana hubunganmu dengan Sita tadi malam?apa kalian sudah melakukannya?"tanya Roni penasaran.


" Bagaimana kami melakukannya,sebenarnya aku sangat takut padanya karena pukulannya waktu itu sangat membuat seluruh tubuhku sangat sakit.Kau tahu tidak,ketika aku bangun aku sangat terkejut saat melihat di depanku sebuah jempol kakinya berada tepat di bibirku?"ucap Kevin dengan serius.

__ADS_1


Roni terlihat memperbaiki posisi duduknya menatap Kevin yang sedang bercerita dengan serius.


"Kenapa bisa seperti itu"tanya Roni dengan penasaran akutnya.Terlihat Brian sudah bergabung kembali bersama mereka setelah selesai menelpon Tia.


Kevin kembali melanjutkan ceritanya.


"Ternyata kaki Sita sudah di depan wajahku sementara kepalanya sudah di ujung tempat tidur.Tidurnya sangat lasak sekali seperti baling-baling helikopter yang berputar"ucap Kevin membuat Brian dan Roni langsung tertawa.


"Begitu dia bangun !Kalian tau apa yang dia lakukan"ucap Kevin lagi membuat kedua orang itu langsung menggeleng.


"Sita langsung menendangku dari tempat tidur hingga terjatuh ke bawah bahkan ia mengusirku dari kamar ku sendiri"ucap Kevin kesal sendiri mengingat kejadian tadi pagi di kamarnya.


"Aku kira setelah menikah akan sangat menyenangkan,tapi ternyata aku sangat tersiksa"ucap Kevin lagi.


"Maaf Kevin,semua ini adalah idenya Tia istriku dia yang menyarankan kalian harus menikah.Aku sebagai suaminya tidak mampu menolak"ucap Brian pada akhirnya.


"Brian apa aku boleh keluar sebentar"tanya Roni sambil berdiri dari duduknya.


"Mau kemana,kita sebentar lagi akan rapat"tanya Brian dengan bingung.


"Aku jadi tidak bisa menahan diriku untuk bertemu dengannya"ucap Roni asal.


"Maksudnya?Sefi atau Lidya"tanya Brian mengeryitkan dahinya.

__ADS_1


"Jangan macam-macam kak,tentukan salah satu dari mereka.Jangan sampai ada yang terluka"ucap Brian memperingatkan.Terlihat Roni menghela napas panjang.


"Ntah hubungan apa yang ku jalani saat ini"gumam Roni.


__ADS_2