
Happy reading๐๐๐
Siska tersenyum bahagia saat mendapat kabar jika Tia sudah melahirkan dan anaknya laki-laki.Dengan senang ia pun memberitahukan kabar itu pada Bela juga Fardan.Siska menyusul Fardan dan Bela keluar negri saat ia tahu jika Fardan membawa Bela untuk melanjutkan pengobatannya.Kini mereka sudah menikah walaupun hanya pemberkatan saja namun mereka tampak bahagia terlebih mereka bisa mengurus anak mereka secara bersama-sama.
"Ma,Bela mau pulang lihat adek bayinya.Bela jadi rindu sama mommy Tia"renggek Bela sebab ia juga tidak sabar ingin berjumpa dengan wanita yang sangat di sayanginya itu.
"Papa akan pesankan tiket pesawat buat kita bertiga"ucap Fardan langsung memesan tiket pesawat buat mereka.Fardan sangat senang bisa membuat putri kesayangannya itu bahagia.
"Papa yang terbaik,terima kasih Pa"puji Bela sembari memeluk Fardan dan mendaratkan kecupan kecil pada kening papanya itu.
"Mama gak di cium juga,bukankah mama yang sudah memberitahu kabar baik ini"ucap Siska.
"Mama juga yang terbaik"puji Bela kemudian naik di pangkuan Siska dan mengecup kening Siska berulang kali.
"Bela sayang Mama sama Papa"ucap Bela.
"Anak pintar,Mama juga sayang sama Bela"ucap Siska.
__ADS_1
"Terima kasih Tuhan.Aku sangat bahagia sekarang memiliki keluarga yang utuh"batin Fardan.
Kediaman Alexander.
Setelah acara penyambutan kelahiran baby B ,sebagian keluarga besar dari Tia dan Brian pulang ke rumah masing-masing.Suasana kembali sepi hanya ada kedua orang tua dari Brian saja yang masih tinggal bersama mereka.
"Bastian"panggil Brian dengan lembut sembari mengelus pipi anaknya itu.Bastian adalah nama anak mereka,nama yang di berikan Wanda pada cucu pertamanya itu.
"Ya ampun sayang,jangan mengganggunya terus!biarkan dia tidur"Tia menepuk bahu Brian agar ia berhenti mengganggu anaknya itu.
"Aku sangat gemas sekali dengan pipinya"Brian malah menempelkan wajahnya pada pipi Bastian.Bulu halus pada bagian wajahnya itu mampu mengusik tidur bayi mungil itu.
"Biarkan saja,aku akan menemaninya bermain"ucap Brian santai.
"Bayi yang baru lahir mana bisa bermain,yang ada dia bakalan nangis,terus minum susu habis itu pup setelah itu minum lagi baru setelah kenyang dia bakalan tidur lagi"terang Tia panjang lebar.
"Benarkah,kenapa aku tidak tahu itu.Aku pikir dia sudah bisa di ajak bermain"ucap Brian.
__ADS_1
"Pergilah mandi Brian,biar aku akan menidurkan Bastian kembali"ucap Tia namun sontak membuat Brian menatapnya.
"Apa,kenapa menatapku seperti itu"ucap Tia yang merasa di tatap oleh suaminya itu
"Apa kamu lupa,coba ulangi sekali lagi.Anak kita masih satu dan kau sudah berani menyebut namaku"kesal Brian.
"Eh,maaf sayang!aku tidak sengaja,sayang!"ucap Tia sembari menutup mulutnya.
"Ah,sudahlah!Aku mau mandi saja"Brian langsung pergi masuk ke dalam kamar mandi.
''Apa dia marah"gumam Tia pelan sembari menyusui anaknya itu.
"Sayang,handukku mana?"teriak Brian sembari mengeluarkan sedikit kepalanya dari pintu kamar mandi.
"Dasar ,dia benar-benar tidak bisa marah lebih lama"Tia tersenyum sembari mengambilkan handuk dari lemari.
"Ini handukmu"Tia memberikan handuk ke tangan Brian namun ia menariknya kembali.
__ADS_1
"Bilang apa dulu"goda Tia.
"Terima kasih sayang"ucap Brian langsung menarik handuk dari tangan Tia.