
Baru saja Rasta hendak menyuap makanannya saat berada di cafe, namun pundaknya terasa ditepuk oleh seseorang.
"Cuuk!"
Rasta menoleh dan mendapati Chandra disana.
"Ngapain lo disini?"
"Mau makanlah," jawab Chandra cuek sembari pandangan matanya menatap sosok Cira yang sedang menyeruput es cokelat dengan seksama.
Tanpa dipersilahkan, Chandra justru duduk dimeja yang sama dengan Rasta dan Cira.
"Ngapain lo duduk disitu?" tanya Rasta meletakkan alat makannya seketika saat melihat kemana arah pandangan Chandra sekarang.
"Kamu... adeknya Hana istrinya Ken, ya?" tanya Chandra pada Cira dan tak memedulikan Rasta yang sedang menanyainya.
Cira meletakkan gelas yang tadi ia genggam. "Iya, Om kenal sama Abang Ken dan Kak Hana?"
"Kenal, dong!"
Rasta mendengkus melihat interaksi Chandra yang SKSD alias Sok kenal Sok Dekat dengan Cira.
Cira hanya tersenyum kecil menanggapi ucapan Chandra itu.
"Tapi... kok manggilnya Om, sih? Aku gak mau dipanggil Om. Aku masih sebaya sama Ken. Panggil Abang juga dong, atau.... Kakak, Mas juga boleh." Chandra pun nyengir.
"Boleh deh," kata Cira menyetujui, namun itu membuat mata Rasta membola.
"Nama Kakak siapa?" tanya Cira kemudian.
"Chandra," ucap Chandra mengulurkan tangan pada Cira dan langsung dijabat oleh gadis itu.
"Cira," kata Cira memperkenalkan diri.
"Ini apaan nih, Chand?" timpal Rasta dengan nada tak senang.
"Loh, kenapa emang? Gue kenalan sama adeknya Hana ya gak apa-apa, dong!" kata Chandra membela diri.
"Lo lupa Hana siapa gue?"
"Adek lo!" sahut Chandra cepat. "Yaudah, kalo Hana adek lo, berarti Cira adek lo juga kan? Terus... salahnya dimana coba kalo gue kenal adek lo?" jawab Chandra santai dengan sikap masa bodohnya itu.
"Sialan..." gumam Rasta pelan.
Chandra mengabaikan Rasta dan kembali beralih pada Cira.
"By the way, Cira sekolah dimana?" tanya Chandra memulai aksi pendekatan karena dimatanya Cira cukup cantik dan untuk ukuran anak SMA bodinya juga yahut dimata ke-lelaki-annya. Ia langsung saja menatapi Cira yang masih berpakaian seragam putih abu-abu itu.
Plak!
Rasta memukul lengan Chandra karena ia tahu isi kepala Chandra sekarang.
"Apaan sih, resek lo!" dengkus Chandra.
"Lo pergi deh!" kata Rasta tak senang.
"Diem deh lo! Cira aja belom jawab gue!" kata Chandra tak patah semangat.
"Aku sekolah di Dharma Taruna, Kak." Cira tersenyum ramah pada Chandra yang bertingkah apa-adanya itu.
__ADS_1
"Gak usah lanjutin modus lo disini! Gak laku modus lo sama Cira, ya kan, Cil?" Rasta beralih pada Cira namun Cira hanya mengendikkan bahu cuek membuat Rasta semakin kesal.
Chandra mengibaskan tangan pada Rasta dan kembali menatap wajah manis Cira.
"Ngomong-ngomong pas banget ya, Ci..."
"Pas apanya, Kak?"
"Nama kita sama - sama awalan C. Aku Chandra, kamu Cira... jangan-jangan ada C lainnya yang ikut nyempil," kata Chandra menggombal. Rasta menggeleng samar mendengar ucapan Chandra yang absurd itu.
"C lainnya, maksudnya?" tanya Cira dan Rasta kompak.
"Iya, C yang lain.... Cinta..."
Gubrak! Rasta pun menempeleng kepala Chandra. "Cabut gak lo! Gue mau makan dengan tenang!" kata Rasta menahan geram.
"Berisik lo! Kayak gak pernah deketin cewek aja!" dengkus Chandra.
"Ya gak gitu juga! Gue mau makan ya, Cuuk! Jangan sampe piring, sendok sama garpu gue melayang!" ancam Rasta.
"Iye iye..." Chandra menatap pada Cira yang menahan tawa sedari tadi melihat tingkah Rasta dan Chandra yang seperti anak-anak tidak sadar umur. "Cira... Kakak pulang dulu ya, next time kita ketemu lagi."
"Cabut lo!" ancam Rasta sekali lagi, Chandra hanya tersenyum smirk menanggapi respon Rasta yang berlebihan.
"Oke, Kak!" kata Cira menyahuti Chandra, ia suka sikap Chandra yang lucu dipandangan matanya.
"Kapan-kapan, kakak jemput disekolah, ya."
"Mimpi ... bangun, lo!" timpal Rasta, sementara Cira tertawa pelan mendengarnya.
Chandra pun beringsut menjauh sembari melambaikan tangan pada Cira dan dibalas dengan hal sama oleh cewek itu, sementara Rasta melanjutkan makan dengan badmood.
_____
"Daripada nangis, pilih mana?" Cira balik bertanya.
"Ya bagusan lo senyum sih!" kata Rasta.
"Ya udah, aku masuk dulu ya, Om! Makasih udah traktir aku makan siang," kata Cira hendak berbalik masuk.
"Tunggu dulu!"
"Kenapa lagi, Om?"
"Kenapa lo manggil Chandra Kakak sementara gue terus-terusan lo panggil Om? Gak ada niat ganti panggilan, gitu?"
"Ada sih... itupun kalo om mau!" kata Cira dengan senyuman tipis.
"Apaan emang?"
"Niatnya mau manggil suami kalo mau nikahin aku!" jawab Cira dengan polos.
Pletak!
Rasta menyentil jidat Cira. Cira mencibir dengan gumaman kecil yang tak diketahui Rasta apa yang tengah disebutkan oleh gadis itu.
"Apa lo bilang? Lo ngejek gue?" tanya Rasta tak senang.
"Gak ada, Om!" sanggah Cira.
__ADS_1
"Elo!" Rasta bersiap ingin menyentil kening Cira lagi, gadis itu tidak mengelak hanya memejamkan matanya karena takut pada aksi yang akan Rasta berikan di jidatnya.
Rasta menatap Cira yang terpejam, ia tidak tega menyentil kening Cira untuk kedua kalinya dihari yang sama.
Cira tersadar saat merasakan rasa lain yang mendarat dikeningnya, bukan sentilan yang membuatnya meringis, tetapi....
"Gue balik! Kalo sampe sore tante Devia belum pulang, jangan lupa kunci semua pintu dan kalo sampe malam juga belum balik segera telepon gue!" kata Rasta didepan Cira yang masih melongo mencerna keadaan.
Cira memegangi keningnya sambil menatap kepergian Rasta.
"Ini aku mimpi disiang bolong apa gimana, ya?" Cira bermonolog pada dirinya sendiri.
Sementara itu, Rasta masuk kedalam mobilnya, ia menghempas pelan kepalanya diatas setir mobil, kemudian ia mulai bergumam pelan pada dirinya sendiri.
"Kok bisa gue nyium Cira? Gak bener nih! Pasti otak gue perlu diperbarui nih!" ucapnya tak percaya akan tindakan refleks yang ia lakukan sendiri.
Sesaat kemudian, ia mulai menyalakan mesin mobil tuanya. Ia menatap Cira dari kaca spion--gadis itu tampak masih berada diteras depan rumah sembari memegangi keningnya yang tadi Rasta kecup sekilas.
"Gak, mana mungkin gue suka sama bocil," ucap Rasta mengingkari kenyataan yang sudah jelas-jelas ia lakukan dengan sadar beberapa menit lalu.
______
Rasta cukup terkejut saat mendapati Chandra benar-benar datang ke sekolah demi menjemput Cira. Untunglah ia datang menjemput Cira, padahal awalnya ia enggan karena sempat berjanji tidak akan menjemput Cira hari ini karena menjaga perasaan Cira yang cemburu saat melihatnya bertemu dengan Saskia lagi.
Namun, karena perasaannya tak enak akhirnya ia memutuskan untuk menjemput Cira disekolah dan ternyata justru sudah ada Chandra yang mengajak Cira pulang bersama.
Emosi Rasta memuncak begitu saja, melebihi saat melihat Cira dibonceng oleh Rendy waktu itu.
"Lo gak bisa bawa Cira pulang sama lo dong, Chand! Dia ini tanggung jawab gue!" kata Rasta tanpa tedeng aling-aling saat melihat Cira mau saja diajak Chandra pulang bersama.
"Tanggung jawab gimana? Gimana nih? Gak ngerti gue! Lo sama Cira gak ada hubungan darah kayak sama Hana, Bro! Jadi, tanggung jawab apa yang lo maksud?" tantang Chandra.
"Gue gak mau ribut gara-gara bocah! Minggir lo!" dengkus Rasta tak senang, ia ingin menarik Cira untuk menuju letak mobilnya.
"Nah, lo aja masih anggap Cira bocah! Jadi gimana dong kalo gue nganggep dia gadis... gadis, Cuuk!!" ejek Chandra menekankan kata.
Rasta maju selangkah bersiap memukul Chandra, namun ia urungkan karena tidak mau ribut di area sekolah Cira. Ia pun menoleh pada Cira yang tampak kebingungan karena adu debatnya dengan Chandra barusan.
"Lo mau pulang bareng gue? Atau bareng Chandra?" tanyanya pada gadis itu.
"Bareng Om!" kata Cira cepat. Untunglah Cira menjawab demikian, jika tidak, Rasta tak tahu harus berbuat apa lagi sekarang.
"Kak, maaf ya, aku pulang bareng Om Rasta, bye..." Cira berujar sembari tersenyum sungkan lada Chandra.
Chandra hanya bisa melambaikan tangannya pada Cira sembari tersenyum lebar.
Setelah memastikan jika mobil Rasta benar-benar telah pergi, barulah Chandra kembali ke mobilnya.
"Bro, dapet hadiah apa gue?"
"....."
"Berhasil dong! Cuma manas-manasin Rasta aja mah kecil," kekeh Chandra puas.
"....."
"Nah, gitu dong!" Chandra mematikan teleponnya dengan senyum merekah.
"Hadiah dari Kendra Winarya emang gak pernah mengecewakan," kekeh Chandra sembari menstater mobilnya.
__ADS_1
*****