Cinta Terbalut Nista

Cinta Terbalut Nista
Wanita yang dicintai Ken?


__ADS_3

Sepertinya Frans harus menerima kenyataan, bahwa kali ini ia telah kalah telak dari kakak tirinya, Ken.


Ketidakhadiran Zahra ke kantor merupakan jawaban yang absah dari segala pertanyaan dikepalanya.


Frans ingin menemui Zahra, namun niat itu ia kesampingkan dulu, karena hal yang lebih penting baginya sekarang adalah membalas kelakuan Ken.


Frans benar-benar akan membalas Ken dengan hal yang sama. Ia bertekad untuk mendapatkan gadis mana yang dicintai oleh saudara tirinya itu, lalu ia akan menghancurkan gadis itu seperti perbuatan Ken pada Zahra.


Ia menelepon orang suruhannya yang dapat diandalkan, lalu meminta orang itu untuk mencari tahu siapa gadis yang menjadi kekasih kakak tirinya.


Tak sampai satu jam, orang suruhannya sudah langsung mengiriminya email berisi info yang kongkrid--sesuai dengan keinginannya.


"Kau benar-benar pemain wanita, Ken!" gumamnya membaca deretan nama wanita yang pernah membersamai Ken.


Tapi, siapa diantara para wanita ini yang dicintai Ken? Ia tak mau menebak-nebak dan langsung menyimpulkan satu orang yang pasti paling berarti bagi Ken. Jenarisa Sofner, wanita keturunan Indo-Belanda.


"Dia yang terlihat masih bersama Ken dan juga paling lama berhubungan dengan Ken," gumamnya pelan dengan senyuman tipis.


Dalam info yang didapatkannya, terdapat pula foto serta biodata pribadi para wanita itu, termasuk nomor ponsel berikut tempat tinggalnya.


Frans pun segera menelepon nomor pribadi wanita bernama Jenarisa itu.


"Ya?"


"Jenarisa?"


"Ya, siapa ini?"


"Aku Frans, bisa kita bertemu..."


"Aku tidak punya waktu meladeni orang iseng sepertimu!"


Ia terkekeh pelan mendengar kejutekan wanita bernama Jenarisa ini.


"Tapi aku adiknya Ken!" ucapnya dengan terpaksa menyebutkan nama Kakak tirinya itu demi memancing sang wanita.


"Benarkah? Apa Ken menceritakan tentangku padamu?" Terdengar suara wanita itu berubah jadi antusias.


"Ya, aku ingin bertemu denganmu, Nona."


"Apa yang ingin kau bicarakan?"


"Tentu saja tentang hubunganmu dengan Ken. Bagaimana? Jika kau tertarik, aku akan mengirimkan lokasinya."

__ADS_1


Wanita itu tertawa pelan. "Baiklah, kita akan bertemu, Frans!" jawabnya riang dari seberang panggilan.


_______


Sesuai kesepakatan, Frans dan Jenar bertemu di sebuah cafe yang terletak di pusat kota.


Frans tersenyum samar saat mendapati sosok Jenar yang memang terbilang cantik. Tubuhnya semampai dengan kulit putih, rambut kecokelatan yang bergelombang, serta penampilan yang cukup glamour. Perawakan wajahnya jelas adalah keturunan campuran.


Tak salah lagi, wanita ini yang dipertahankan Ken, Ken pasti sangat mencintainya.


"Hallo ... Kau Frans?" sapa Jenar menghampiri meja yang sudah ditempati oleh Frans.


Frans berdiri dari duduknya lalu mengulurkan tangan pada Jenar.


"Ya, aku Frans. Nice to meet you, Miss Jenarisa..." jawabnya menjabat tangan Jenar.


Jenar tersenyum manis. "Call me ... Jenar. Just Jenar," ucapnya ramah.


Frans mengangguk, mereka memesan minuman dan makan siang bersama.


Mereka juga mengobrol ringan tentang keseharian dan kegiatan masing-masing.


Frans pun mengetahui jika Jenar adalah seorang pemilik rumah kecantikan-- yaitu semacam tempat praktek untuk melakukan metode filler serta laser wajah.


"Apa hidungmu di operasi?" Selidik Frans dan Jenar pun terkekeh.


"Ini alami, ini murni faktor keturunan," kata Jenar dengan aksen kata yang terdengar aneh-- walau ia cukup fasih dengan bahasa Indonesianya.


"Sorry, aku pikir...emmm... begitulah," kata Frans kembali berbasa-basi.


Jenar tertawa pelan. "Ya, kadang memang harus mempraktekkan pada diri sendiri, agar orang lain tertarik ke klinik kecantikanku," katanya lagi.


"Ah, ya... Bagaimana hubunganmu dengan Ken?"


"Aku dan Ken sebenarnya sudah berpisah," aku Jenar dengan wajah murung.


"Oh ya?"


"Ya, aku berniat membuatnya kembali padaku, tapi aku sadar caraku keterlaluan. Apa Ken ada bercerita padamu tentang hal ini?"


"No... Aku pikir hubungan kalian baik-baik saja!" ucap Frans. Mustahil Ken menceritakan kehidupannya pada Frans, bukan?


"Yah, aku menyesalinya. Ken juga mengatakan akan membuat perhitungan padaku karena ulahku yang keterlaluan."

__ADS_1


"Separah itu? Ku rasa itu tidak mungkin, bukankah kalian saling mencintai?" selidik Frans pada point yang ingin ia ketahui saja.


"No! Ku rasa hanya aku. Ken mencintai gadis lain sepertinya."


"Ah, aku pikir gadis itu adalah kau, Nona."


Jenar menggeleng pelan. "Awalnya aku juga mengira Ken mencintaiku, meskipun kami hanya menjalin hubungan untuk bersenang-senang. Aku merasa percaya diri karena aku yang paling lama bersama Ken. Tapi tetap saja... diantara kami, just have fun! She's not me! Yang dicintai Ken, bukan aku..." lirih Jenar.


"Apa kau tahu siapa gadis yang dicintai Ken?" tanya Frans lagi.


"I dont know, tapi dia mengukir sebuah inisial di dadanya. Maybe... itu jawabannya, aku tidak yakin, tapi mungkin saja benar," Kata Jenar menerka-nerka.


"Apa?"


"Kau adiknya, tapi kau tidak tahu tatto di dada Ken?"


"No... Aku belum melihatnya. Mungkin dia baru membuatnya," kilah Frans, mana mungkin ia tahu hal semacam itu karena ia dan Ken sudah lama tak tinggal bersama.


Jenar kembali tertawa pelan. "Sejak aku bersamanya, tatto itu sudah ada disana."


"Inisialnya?" tanya Frans to the point.


"Just 'H', yapp... meski huruf itu diukir dengan jenis font tertentu, tapi aku yakin itu huruf H, karena aku beberapa kali menyentuhnya. Kau tahu? Itu cukup besar," kata Jenar.


"Disini..." sambung wanita itu lagi, meyakinkan sembari menunjuk dada Frans dibagian kiri dengan telunjuknya.


Frans tersenyum tipis, ia belum ada gambaran tentang siapa gadis berinisial 'H' ini.


"Oke... Jenar, thanks your information. Nice to meet you, see you..." Frans bangkit dari duduknya dan mereka pun sama-sama keluar dari area cafe.


Didepan cafe itu, Frans kembali menanyakan sesuatu pada Jenar.


"Jen, apa kau masih berharap mendapatkan Ken?" tanya Frans.


"Yes, of course... Kau tertarik membantuku?" Jenar tertawa pelan.


Frans mengangguk yakin. "Aku akan membantumu! Ken harus disadarkan karena dia sudah berbuat terlalu jauh hanya untuk membalasku."


"Maksudnya?" tanya Jenar yang tak paham situasi yang telah terjadi.


"Nothing! Bukan apa-apa, bye..." Frans melambaikan tangan pada Jenar yang langsung melemparkan senyumannya pada pria yang mengaku sebagai adik Ken itu.


...Bersambung ......

__ADS_1


__ADS_2