
Biar gak penasaran aku kasih up dobel nih!
*****
"Kamu!" Ucap Rangga terkejut, membuat atensi semua orang beralih ke Rangga.
"Kalian saling kenal?" Tanya Adam seraya menunjuk Rangga dan prempuan itu bergantian.
"Dia Aisyah, keponakan kami yang dari Yogyakarta. Kalian saling kenal?" Jelas dan tanya pak Dani.
Keduanya mengangguk.
"Kami pernah beberapa kali bertemu sebelum ini, saat di pesawat dimana Aisyah yang jadi pilotnya," jelas Rangga menjawab rasa kepo semua orang.
"Oh....." Lanjut semuanya termasuk Rara.
"Sebenarnya kita semua sudah pernah bertemu dengan dia sebelumnya," tutur Rangga, "Ingat tidak dengan gadis yang mengembalikan dompet ku yang tertinggal saat kita selesai makan di bandara pas liburan di Yogyakarta tahu lalu?" Tanya Rangga.
"Perempuan yang Rika bilang mirip dengan ku itu?" tanya Rara.
Rangga mengangguk, "iya."
"Kenapa?" Tanya Adam.
"Nah itu dia, Aisyah ini."
Rangga menunjuk prempuan yang duduk di sebelahnya dengan jempol sebagai rasa sopan.
"Masak sih?" Rara tidak percaya, diamatinya wajah Aisyah seksama, meski begitu dia juga tidak ingat karena pertemuan kala itu begitu singkat dan juga tidak begitu penting untuk di kenang sehingga dia pun tidak memperhatikan dengan seksama wajah Aisyah. Meski begitu Rara yang terbiasa menghargai perasaan orang lain terseyum seolah dia memang ingat dan prempuan itu adalah sosok yang sama.
Ternyata Aisyah adalah keponakan pak Dani. Putri dari kakak kandung pak Dani dan Aisyah berprofesi sebagai pilot Garuda. Jam terbangnya yang lumayan banyak membuat gadis cantik itu tidak sempat berkencan lantaran sibuk bekerja sekaligus liburan ke berbagai belahan dunia, membuat Aisyah belum juga menikah di usia yang ke-31 tahun ini.
Kedatangannya ke Pekanbaru juga karena pekerjaan. Pesawat yang dia bawa baru akan kembali ke Jakarta seminggu lagi, sehingga untuk mengisi waktu luang Aisyah berkunjung ke rumah Dani dan ikut meramaikan pesta ulang tahun Kan Petra.
Hubungan Aisyah dan Rangga lumayan akrab. Setelah pertemuan tak terduga mereka berdua di Lombok beberapa waktu lalu, keduanya saling tukar nomor. Bahkan beberapa kali mereka keluar guna minum kopi bersama. Sebelum akhirnya pertemuan tak terduga mereka kali ini.
"Wah sepertinya kita bakal jadi keluarga nih Bu Rara, tampaknya Aisyah dan pak Rangga saling cocok," kata Bu Andini yang duduk di sebelah Rara.
"Amin...." Jawab semua orang mengamini doa baik istri pak Dani.
"Semoga di perlancar dan di mudahkan urusannya!" Sambung Aisyah.
"Amin...." Jawab semua orang lagi.
"Semoga cepet di beri momongan!" Ucap Rangga.
"Amin...."
"Semoga samawa!" Ucap Rara.
"Amin...."
"Ngomong-ngomong nikahnya kapan? Pakai amin semua?" Tanya pak Dani.
Membuat enam orang di meja itu terbahak karena kekonyolan sendiri.
__ADS_1
Selesai tertawa semua sibuk dengan pasangan masing-masing. Pak Dani mengajak istrinya untuk menyapa para tamu undangan yang hendak memberi selamat sebelum acara inti di mulai.
Sedangkan Adam mengajak Rara untuk bertemu dengan rekan kerja, klien atau pejabat pemerintah yang malam itu juga hadir.
****
Sebagai besar dari mereka terkejut saat Adam mengenalkan Rara sebagai istrinya, karena setahu mereka Adam belum menikah mengingat dia kemana-mana hanya berdua dengan Rain saja.
Ada juga yang berfikir jika Adam itu seorang duda, karena cincin pernikahan melingkar manis di jarinya, tapi pria itu tidak pernah sekalipun menunjukkan rupa sang istri, membuat orang berangapan jika Adam adalah duda yang belum bisa move on dari mending istrinya.
"Tapi istri pak Adam cantik, kenapa diumpetin? Kenapa tidak pernah di bawa keluar?" Tanya seorang pria berkepala botak dan bertubuh subur.
"Karena dia cantik makanya saya umpetin pak, takut diambil sama yang lain."
Semua orang yang mendengar itu tertawa.
"Bener itu pak. Kalau jelek mah dibawa kemana-mana aman, karena gak ada yang mau ngambil. Kalau cantik, diumpetin aja kadang kena colong," Sambung teman Adam yang bernama Samudera.
"Pengalaman ya pak?" Tanya lelaki gemuk bernama Prayitno itu.
"Gak apa-apa. Kan sekarang udah jadi duren, bisa pilih istri lagi kalau gitu," Sambung Adam.
"Milih yang jelek aja pak biar tidak di bawa pembinor tampan," usul Prayit.
"Saya mau milih yang sederhana dan setia saja, kalau memang ada."
"Udah pasti Ada," jawab Adam.
"Mungkin Bu Rara ada calon, yang bisa di kenalkan sama saya? Teman-temannya atau murid-muridnya gitu?" Tanya Sam pada Rara yang sedari tadi hanya tersenyum mendengar guyon mereka. Karena mereka tahu jika Rara adalah guru SMA
"Bener-bener istri pengusaha. Apa-apa di jadikan bisnis," jawab Sam. "Di tunggu infonya ya Bu? Biar teman-teman duda saya bisa saya ajak daftar semua."
"Siap pak, terima beres pokoknya."
Kedatangannya Rara di acara itu memang membawa kesan tersendiri bagi semua orang. Ada yang senang karena akhirnya tahu jika Adam sudah beristri, tapi banyak juga yang kecewa dan tidak suka pada sosok pria itu.
Bagi para cowok atau karyawan pria di Kan Petra tentu senang saat melihat bos mereka membawa Rara ke acara ulang tahun perusahaan, karena membuat banyak cewek yang patah hati, apalagi saat sosok Rara ternyata prempuan cantik nan anggun yang sangat cocok bersanding dengan bos mereka yang tampan.
Dulu pernah beredar kabar kalau Adam tidak mau membawa istrinya di acara-acara perusahaan karena istrinya itu prempuan yang jelek, sehingga dia malu kalau ngenalin Rara pada semua orang.
Beda para pria, beda jaga karyawan wanita Kan Petra yang selama ini diam-diam menaruh hati pada bos mereka. Saat melihat Adam begitu mesra dengan Rara hati para pendengki itu terbakar cemburu. Sehingga membuat pikiran-pikiran konyol berfantasi di otak mereka.
Beberapa perempuan yang duduk di sebuah meja asik menggosipkan kehidupan sang bos karena rasa irinya pada Rara.
"Bener gak sih itu istri pak Adam? Katanya istrinya jelek banget? Kalau ini mah cantik kemana-mana," tanya seorang gadis bergaun biru.
"Iya. Atau jangan-jangan istri pak Adam habis oplas kali. Karena jelek trus oplas biar cantik," Sambung yang lain.
"Bener juga, gak mungkin kan kalau secantik itu dia malu buat ngenalin ke orang lain?" Tanya gadis berambut panjang.
"Betul, betul. Kalau bukan oplas mungkin itu bini mudanya kali. Kan biasa laki-laki kalau udah kaya ninggalin bini tua dan nikah lagi dengan istri muda yang lebih cantik."
"Emang pak Adam gitu?" Tanya yang lain tidak percaya.
"Bisa saja. Buktinya beberapa bulan lalu ada gosip kalau pak Adam selingkuhan sama slebgram cantik yang biasa datang ke kantor kita itu."
__ADS_1
"Iya, ya kan. Itu kemana sekarang Bu Monica kok gak pernah datang ke kantor lagi?"
"Udah putus kali sama pak Adam makanya gak pernah datang?"
"Bukan udah putus. Tapi pak Adam yang bikin hubungan Bu Monic dan pacaranya putus."
"Hah....yang bener?"
"Gosipnya sih gitu."
"Kasihan."
"Berarti bener mungkin. Kalau itu yang di kenalkan pak Adam adalah istri barunya. Gak mungkin kan kalau istri lama dia yang jelek itu berubah jadi angsa yang cantik gitu?"
"Tapi tadi aku ketemu Bu Monica lagi jalan sama pacaranya?" Tanya gadis berambut panjang.
"Wah kalau begitu bagus dong, berarti sebentar lagi bakal terjadi perang antara istri pak Adam dan selingkuhannya," tutur karyawan bergaun Hitam.
Rupanya gosip kedekatan Adam dan Monica sempat tercium oleh karyawan di kantor mereka. Meski kemunculan Monica hanya sebentar saja namun kedatangan gadis itu yang ke kantor setiap hari untuk mencari Adam dan kepergian suami Rara bersama Monica saat jam makan siang membuat semua karyawan wanita jadi kepo. Apalagi sebagian perempuan itu rata-rata menaruh hati pada Adam dan berharap dilirik bos tampan mereka, tentu tidak ingin melewatkan sedikit pun gosip mengenai Adam.
Apalagi sempat beredar kabar jika istri Adam itu jelek dan buruk rupa. Membuat mereka berdoa jahat semoga Adam lekas cerai dengan Rara dan menikah dengan salah satu dari mereka semua, wanita single, cantik yang pantas mendampingi Adam dalam setiap jamuan-jamuan perusahaan.
Obrolan mereka berenam terhenti saat mendengar suara seseorang yang menyindirnya.
"Gosip terus! Gak di kantor gak di luar, kerjanya cuma gosip dan nyebar fitnah!" Ucap prempuan bergaun pink yang berdiri di belakang kursi cewek bergaun biru.
"Kalau mau nyebarin gosip yang gak bener mending kalian ikuti ajang pencarian bakat di Lambe Turah sana, bukan kerja di Kan Petra! Bikin sakit telinga saja!" Sambung prempuan itu lagi sambil melipat lengannya di dada, menunjukkan kesan angkuh yang ketara.
Membuat tatapan keenam gadis itu langsung beralih menatapnya.
"Eh Rain, kita gak gosip kok," ucap Nani cewek berambut panjang itu.
"Gak gosip kata mu? Jelas-jelas aku dengar semua perkataan kalian, masih gak mau ngaku?"
Rain menatap tajam mereka satu persatu, membuat gadis itu menunduk takut.
"Sekali lagi kalian gosipkan pak Adam yang bukan-bukan, aku laporkan kalian semua pada beliau, biar kalian semua di pecat."
"Jangan dong Rain!"
Olive gadis bergaun biru yang merupakan teman sekelas Rain saat SMP memegang tangan gadis itu.
"Jangan dong Rain! Kalau kita di pecat kerja dimana?"
Rain menatap jijik, lalu menarik tangannya dari genggaman Olive dengan cepat.
"Mana gue perduli! Jadi pengangguran aja kalian di rumah sana! Mulut kok sukanya cuma nyinyirin rumah tangga orang lain. Mending tahu, ini gak tahu apa-apa juga nyebar gosip. Dasar mulut kodok!" Kesal Rain.
"Ayo beb!"
Rain mengandeng lengan pacaranya membawa pergi dari meja penuh drama itu setelah puas mengata-ngatai keenam gadis itu berwajah pucat karena takut di pecat.
****
Maaf ternyata yang datang adalah Aisyah.
__ADS_1
Jadi gimana-gimana? kira-kira kita bikin Abang Rangga jatuh cinta sama Aisyah atau tidak ini?