
"Cukup mas Hentikan!" Teriak rata yang tidak terima atas tuduhan Adam.
"Kenapa? Kenapa kamu marah? Itu kenyataan yang ada dan semua orang juga tahu," bentak Adam ganti.
"Jadi karena itu kamu selingkuh dengan Monica? Karena gosip yang mengatakan aku selingkuh dengan pak Kamal? Untuk balas dendam pada ku, iya?" Tanya Rara sambil berkacak pinggang.
"Aku tidak pernah balas dendam pada mu tentang kejadian itu. Karena aku sama sekali tidak perduli dengan itu semua. Cuma aku tidak terima saat kamu menuduh ku selingkuh dengan Monica tanpa ada bukti nyata.
Bukankah kamu menyadari kita manusia biasa. Aku tidak bisa mengontrol dan melarang Monica untuk mencintai ku karena itu halnya, begitu juga kamu yang tidak bisa melarang Kamal mencintai mu karena itu hak dia. Aku hanya tidak suka kamu tidak percaya pada ku dan terus- menerus menuduh ku, saat kita melakukan kesalahan yang sama."
"Jangan samakan kejadian aku dan Kamal dengan kejadian kamu dan Monica mas. Karena aku dan Kamal tidak pernah tidur bersama. Jangankan tidur bersama ciuman saja kami tidak pernah. Lalau begitu kamu dan Monica? Kamu membiarkan prempuan itu menyentuh tubuh mu. Merayap di atas mu dan menghangatkan ranjang mu. Tentu perbuatan mu itu di sebut penghianat. Atau perselingkuhan mas."
Rara benar-benar muak dengan sikap Adam yang selalu saja mencari alasan untuk tidak mengakui sikap brengseknya. Begitu pun Adam yang muak sikap Rara yang terus-menerus tidak percaya padanya dan menuduh nya selingkuh dengan Monica. Padahal jelas-jelas itu tidak benar.
"Cukup Ra! Tunjukan buktikan jika mas berselingkuh dari kamu. Supaya mas tahu jika apa yang kamu katakan itu memang benar adanya," tantang Adam. Karena selama ini memang dia tidak pernah tidur dengan Monica tapi bagaimana bisa istrinya menuduh dia hingga serendah itu.
"Bukti. Oke. Akan aku tunjukkan bukti kejahatan mu, biar kamu puas mas."
Rara beranjak dari duduknya di tepi ranjang, berjalan menghampiri nakas, kemudian mengambil handphone nya disana dan melemparkan benda pipih itu pada Adam. Yang ditangkap dengan sempurna oleh tangan Adam.
"Buktinya ada disana. Buka aplikasi massage disitu dan kamu akan menemukan bukti yang kamu minta. Video mu dan Monica yang menjijikan," sinis Rara.
Sesuai instruksi sang istri Adam pun membuka aplikasi obrolan berbetuk petir.
"Apa nama akun Monica?" Tanya Adam sambil menunduk.
"Mo mo. Disitu ada."
Adam membuka nama Momo yang memang ada di paling atas pencarian.
Adam mendapati beberapa foto dirinya dan Monica juga tiga buah video disana.
Foto-foto itu berisi kegiatan dia dan Monica kala itu. Saat mereka makan malam di apartemen, saat mereka makan siang bersama, makan malam di luar bersama, saat Adam menemani Monica shoping, saat Adam menemani Monica survei lokasi tempat butiknya di Bagun, saat Monica main di kantornya. Dan menurut Adam tidak ada yang salah dengan foto-foto itu karena gaya mereka juga bisa saja tidak lah terlalu mesra atau berpelukan layaknya sepasang kekasih.
Emang dasar Rara saja yang berlebihan, pikir Adam.
__ADS_1
Dari foto pandangan Adam beralih ke salah satu dari tiga video yang di kirimkan Monica.
Mata Adam membulat sempurna saat melihat video yang dia tonton. Video berdurasi lebih dari satu jam itu menampilkan Monica yang tengah bercinta dengan seorang pria.
Pria itu tidak tampak wajahnya, hanya melihat bagian belakangnya saja yang polos tanpa sehelai benang pun. Mungkin itu video Monica dan Marcell yang tengah bercinta Adam juga tidak tahu.
Dilihat dari posisi gambar nya mungkin kamera mereka di taruh ke belakang agak menyampaing, karena wajah Monica terlihat sangat jelas.
Tampak oleh kamera, Monica mend*sah-d*sah nikmat dengan raut wajah yang bahagia saat sang pria menghentak-hentakan tubuhnya untuk memaju-mundurkan pinggulnya.
Mengingat tubuh Adam dan Marcell perawakannya hampir sama wajar jika membuat orang salah paham. Meski sebenarnya Adam lebih tinggi lima sentimeter ketimbang Marcell. Tapi saat dalam video tentu itu bukan suatu yang berati bukan. Walaupun kulit Adam lebih putih dan bersih ketimbang kulit Marcell, tapi pencahayaan dalam kamar yang remang-remang dapat menyamarkan itu.
Apalagi model potongan rambut dia dan Marcell sama. Rambut mereka juga sama-sama hitam bergelombang.
Pantas saja Rara tidak percaya dengan semua penjelasan Adam meskipun dia sudah bersumpah. Karena nyatanya video ini memang membuat orang salah paham.
Ada tiga video percintaan Monica dengan pria yang di yakini Rara adalah Adam di tempat yang berbeda-beda. Dan salah satu teman itu adalah sebuah kamar dengan nuansa putih abu-abu layaknya kamar Adam. Meski ketika di perhatikan lebih seksama furniture di dalam kamar itu berbeda. Seperti halnya ranjang tidur, nakas. Tapi siapa yang perduli dengan itu semua. Ketika orang sedang cemburu tentu akan lebih menelannya bulat-bulat.
Adam menatap Rara yang juga menatap tajam ke arahnya.
"Ra, sumpah demi apa pun, orang yang ada di dalam video ini bukan mas," tutur Adam pelan satelah membasahi tenggorokannya yang tiba-tiba terasa kering.
Rara terseyum masam.
"Tolong, percaya pada aku kali ini saja. Mas bener-bener sumpah kalau orang yang ada di video ini bukan mas," Adam berjalan mendekati Rara.
Menyentuh bahu wanita itu.
"Lalu itu siapa?" Tanya Rara. Walaupun terdengar sinis tapi dia tidak menolak tangan Adam di bahu nya. Tidak seperti tadi yang selalu menepis tangan Adam.
"Mas juga gak tahu mungkin Marcell. Kamu tahukan bodi mas dan Marcell hampir sama jadi susah buat di bedakan jika lewat video gini. Tapi beneran deh itu bukan mas. Sumpah."
Adam mengakat dua jarinya sebagai tanda sumpah, "Mas gak pernah tidur dengan Monica. Perempuan yang selalu menemani mas cuma kamu. Yang selalu merayap di tubuhku cuma kamu," Jelas Adam.
"Lalu kenapa Monica bersikap seperti itu?" Tanya Rara lirih.
__ADS_1
Adam pun menjelaskan semua permasalahan yang terjadi dengan pelan-pelan dan hati-hati. Supaya Rara mengerti dan memahami.
Adam menjelaskan mulai dari dirinya bertemu Monica. Monica menjadi cliennya sampai Monica yang menjebak dan mencoba memperkosanya dia ceritakan semua pada Rara tanpa ada yang di tutupi, serta tujuan Monica membuat kekacauan seperti itu supaya mereka berantem dan bercerai. Semua Adam ceritakan kecuali kejadian Adam di apartemen dimana dia yang terciduk oleh mama papanya kala itu. Karena Adam tahu jika sampai bercerita tentang itu juga akan menjadi bumerang lagi dalam hubungan dia dan Rara yang baru saja membaik.
"Percaya sama mas ya. Mas gak bohong sama kamu," lanjut Adam sambil mengelus lembut bahu sang istri.
Rara menatap mata Adam dalam mencoba mencari kebenaran dari semua cerita itu, sebelum akhirnya prempuan itu mengangguk. Karena memang tidak menemukan ke bohong dari mata adam.
Adam membawa Rara ke dalam pelukannya. Dia memelukku erat sang istri.
"Mas hanya ingin kamu percaya sama mas. Tidak curiga seperti tadi. Karena kepercayaan mu yang membuat rumah tangga kita bertahan hingga detik ini Ra. Kepercayaan kamu pada ku yang membuat rumah tangga kita baik-baik saja dan kita tidak pernah ribut. Kamu bisa kan selalu seperti ini pada ku?" Pinta Adam sambil mengusap punggung Rara dan mencium puncak kepala Rara beberapa kali. Memberikan rasa nyaman pada wanita yang begitu sangat mencintainya.
Rara mengangguk dalam pelukan Adam. Ingin dia membalas pelukan dengan cara melingkar tangannya pada pinggang Adam. Namun nyatanya dia tidak bisa, sehingga Rara memilih membiarkan tangannya tergantung begitu saja di sisih kiri kanan tubuhnya ketimbang memeluk Adam.
Sebenarnya Rara mencoba menerima suaminya itu dan memaafkan Adam, tapi entah kenapa sudut hatinya yang paling dalam masih meragukan Adam. Belum bisa menerima itu semua begitu saja. Apalagi saat Adam juga tidak meminta maaf atas kejadian yang menimpa mereka saat ini.
"Mas!" Panggil Rara pelan.
"Hem."
"Jika benar orang yang di video itu bukan kamu. Boleh tidak kamu konfirmasi sama Monica sekarang, agar aku lebih yakin lagi!" Pinta Rara pada Adam.
"Kamu maunya gitu?" Tanya Adam sambil memberi sedikit jarak pada tubuhnya agar bisa menatap wajah Rara, meski tidak melepaskan pelukan itu.
Rara mengangguk ,"Hem. Kamu mau kan?"
"Kalau memang itu bisa bikin kamu puas. Akan kulakukan."
"Video call."
Pinta Rara lagi saat Adam mulai menelpon Monica dengan ponsel Rara.
*****
Maaf akhir bab ini mengecewakan .
__ADS_1
Kira-kira Apa yang akan terjadi selanjutnya ya.