
Setelah bunyi Tut beberapa kali kini tampak wajah Monica memenuhi layar HP Rara.
"Hai Ra!" Sapa Monica sambil mengangkat sebelah tangan dengan wajah ceria seperti biasa.
Namun sapaan itu berubah menjadi centil ketika yang di lihat adalah wajah Adam bukan Rara.
"Oh....mas Adam ternyata, bukan Rara. Ada apa mas Adam telpon aku? Kangen ya sama Monica? Ya secara cewek cantik seperti aku gini wajar saja bila bikin mas kangen dan tidak bisa meluapkan ku," ujar perempuan itu sambil menyematkan rambut panjangnya ke belakang telinga.
Rara yang mendengar suara dan tingkah Monica merasa Malu sendiri. Bagaimana bisa prempuan semurahan itu. Tidak kah dia jual mahal sedikit saja. Padahal cantik.
Namun tampaknya Adam tidak terpengaruh dengan semua rayuan dan sikap manis Monica. Suami Rara langsung bertanya apa maksud Monica berkata jika dia hamil anak Adam dan menunjukkan video mesum itu pada Rara.
"Apakah kamu ingin aku dan Rara bertengkar, lalu bercerai?" Tanya Adam, "jangan mimpi hal itu tak kan pernah terjadi."
Mendengar suara tegas Adam, seketika Monica terbahak karena merasa lucu.
"Ternyata rencana ku tidak berhasil ya?"
"Gak akan berhasil karena aku akan melindungi rumah tangga ku dari rubah licik seperti mu."
"Oh ya...." Monica menaikkan sebelah alisnya.
"Hahaha....ini sebenarnya mas Adam yang terlalu percaya diri atau Rara yang bodoh."
"Jaga bicara mu!" Marah Adam yang tidak terima Rara di katakan bodoh oleh Monica. Karena sikap bodoh Rara itu sangat menguntungkan buat Adam.
Lagi-lagi Monica terbahak melihat reaksi Adam yang mirip orang kebakaran jenggot.
"Aku tidak marah kamu katakan aku bodoh Monic. Mungkin itu kenyataannya. Karena aku bodoh makanya mempercayai tipu muslihat mu yang ingin menghancurkan rumah tangga ku. Tapi kamu harus tahu, orang bodoh juga bisa belajar dari pengalaman untuk jadi pintar," Sambung Rara ikut bicara. Dan Adam juga mengarahkan kamera ponselnya pada Rara sehingga dia bisa melihat wajah Monica.
"Oh ya? Begitu ka**h?" Monica terseyum miring. Mengejek.
"Aku bersyukur karena kebodohan ku, hubungan ku dengan mas Adam menjadi lebih baik lagi ketimbang kemarin. Makasih karena sudah bermain-main dalam rumah tangga ku," lanjut Rara lagi.
"Kau dengar sendiri kan Monic. Rencana mu untuk menghancurkan rumah tangga kita tidak akan berhasil. Mendinging kamu enyahkan pikiran busuk mu itu," Adam menambahi.
Mendengar ucapan kedua pasangan suami istri di depan yang saling kompak membuat Monica meradang tidak terima. Saat hubungan dia dan Marcell baik-baik hancur, tapi hubungan dia dan Rara baik-baik saja.
Kamu salah memilih lawan mas. Jangan panggil aku Monica kalau gak bisa bikin kamu menangis," guman Monica, penuh dendam dan kebencian pada Adam.
"Rara yang bodoh, suami mu tidak hanya selingkuh dengan ku. Tapi dia juga mencintai mantannya," Suara Monica terdengar jelas di telinga Rara, membuat Rara yang semula hendak pergi dari sisih Adam mengurungkan niatnya dan lanjut menatap Monica.
Merasa situasi tidak lagi berpihak padanya maka Adam memilih mematikan panggil itu, namun gerakannya kalah cepat oleh Rara yang langsung merebut HP dari tangan Adam sebelum sambungan itu terputus.
__ADS_1
"Apa katamu? Coba ulangi?!" Pinta Rara, sambil menjauhkan tangannya dari tangan Adam, untuk menyakinkan apa yang Monica bilang itu benar.
"Selama ini mas Adam tidak pernah mencintai mu, dia masih mencintai Maelin pacarnya yang ada di Inggris sana. Dan sampai sekarang dia masih mencari-cari mantannya itu dan berharap mereka akan bersama lagi.
Selama ini dia hanya pura-pura mencintai mu supaya kamu tidak pergi meninggalkan nya. Tapi dia akan langsung menceraikan mu ketika menemukan Maelin."
Adam yang mendengar semua ucapan Monica menjadi berang. Dia berusaha merebut HP itu dari tangan Rara, tapi dengan sigap Rara lari menjauh.
"Matikan telponnya Ra, jangan dengarkan Monica!" Perintah Adam marah.
"Diam mas, jangan bergerak! Biarkan Monica berbicara!" Rara menyuruh Adam berhenti dengan tangannya.
"Selama ini mas Adam tidak perhatian pada mu karena dia tidak mau dekat dengan mu, dia tidak mau jatuh dalam pesona mu, suapaya dia tidak merasa berat saat menceraikan mu nanti, dan dia kembali pada Maelin."
"Hentikan Monica aku akan merobek mulut mu itu!" Marah Adam sambil berlari menghampiri Rara. Begitu pun Rara yang lari menghindari Adam demi mendengarkan cerita Monica.
"Dari mana kamu tahu itu semua?"
"Dari Marcell. Kamu kan tahu Marcell sahabat Adam dan dia cerita semuanya pada Marcell. Kalau kamu tidak percaya kamu bisa tanya sama pacarku.
Ingat Ra, Adam itu brengsek. Dan cerai dengan dia adalah jalan terbaik ketimbang kamu tidak diakui dan hidup dalam bayangan manatannya terus. Karena saat ini hati dia masih di penuhi oleh sosok Maelin dan kamu hanya serep. Pemuas ***** saja. Masih untung dia gak salah sebut nama Maelin saat mengalami pelepasan," Ujar Monica yang di sambung tawa di akhir kalimatnya.
"Selamat berjuang Ra!" ucap Monica sebelum Monica memutus sambungan itu secara sepihak.
Kini Rara tahu alasan kenapa sikap suaminya cuek dan tidak perduli padanya. Karena Adam memang tidak pernah mencintainya dan tidak pernah menganggap dia ada. Mungkin benar kata Monica jika Adam menganggap Rara sebagai serep saja. Pemuas hasrat selama dia tidak bertemu Maelin pacar sialannya itu.
Sungguh kasihan sekali Rara yang hanya di manfaatkan oleh Adam.
Rara menatap Adam yang juga menatapnya, hingga pandangan mereka saling mengunci satu sama lain.
Mata Rara sudah mulai memanas, namun dia menahannya siapa tidak jebol, meski itu sulit.
"Jangan dengarkan Monica Ra, dia hanya ingin kita ribut lagi. Dia ingin kita cerai dan pisah. Karena dia di campakkan oleh Marcell," Adam memberi tahu hal yang selama ini Rara tidak tahu. Meski begitu tetep saja dia tidak perduli dengan nasib Monica, karena nasibnya sendiri lebih buruk dari itu.
Rara menatap tajam Adam yang berjalan mendekatinya.
"Jawab pertanyaan ku mas, apa yang dikatakan Monica itu semuanya benar?"
"Ra."
"Jawab saja, benar atau tidak!" Bentak Rara.
"Apakah kamu mencintai ku?"
__ADS_1
Adam diam. Dia hanya lanjut berjalan mendekati Rara.
Rara tahu diamnya Adam berarti iya. Dan saat itu juga air matanya langsung jatuh.
"Apa kamu selama ini masih mencari Maelin?"
Lagi-lagi Adam diam.
"Apakah kamu mencintai Maelin?" Tanya Rara lagi. Kali ini hati Rara benar-benar mengharap Adam mengatakan tidak, meski itu hanya kebohongan semata.
"Maaf," ucap Adam pelan dengan wajah penuh penyesalan.
"Maafkan aku yang tak bisa mencintaimu. Maafkan aku yang masih mencintai Maelin hingga saat ini. Aku tidak bisa merima hatimu karena di hatiku masih ada dia. Dan aku masih mengharap dia kembali pada ku.
Adam membuang nafasnya kasar. Tidak ada gunanya dia menyembunyikan perasaannya kepada Maelin lagi karena sekarang Rara sudah tahu semua.
Kata-kata Adam membuat kakinya melemas seketika, tak dapat menahan beban tubuhnya hingga Rara mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang.
Rara menangis, menangis sejadi-jadinya sambil memukuli dadanya yang sesak akibat pengakuan Adam yang membuat dia tak bisa bernafas seketika. akibat pengakuan Adam. Dia benci, dia terluka dan dia begitu kecewa dengan sosok yang selama ini dia cintai.
"Tapi bagaimana pun juga kamu adalah istri ku dan Ali juga anak ku. Tangung jawab ku dan aku akan bertanggung jawab terhadap kali berdua sampai kapan pun," lanjut Adam.
"Kamu brengsek mas! Kamu bajingan!" Maki Rara, setelah bisa menguasai diri.
Dilemparkan semua bantal dan guling yang ada di dekatnya ke arah Adam sebagai ekspresi marahnya dan terluka.
"Bertahun-tahun aku setia pada mu dan ini balasan mu pada ku. Kamu menyakiti hati ku. Sangat menyakikan!" Air mata Rara tumpah ruah bagaikan hujan turun ke bumi yang tidak dapat di halangi oleh apa pun.
"Aku pikir kamu tidak perduli pada ku dan Ali karena memang sikapmu yang cuek pada orang lain, tapi nyatanya jawaban mu sungguh sangat menyakitikan!"
Rara berteriak tepat di depan wajah Adam sambil tangannya memukuli dada Adam sebagai ekspresi jika dia benci pada sang suami.
Adam menangkap kedua tangan Rara lalu menghempaskannya. Meminta prempuan itu berhenti, "jangan seperti ini Ra, sakit!" Aku ajar jujur.
"Sakit kamu bilang. Sakit mana dengan aku yang kamu permainan seperti ini, sakit mana?"
Kemudian wanita itu menutup wajah dengan kedua tangannya berjongkok di depan Adam, menangis dengan suara kencang. Mengungkapkan semua perasaan terluka yang dia rasakan. Membuat Adam ikut sedih saat melihatnya. Membuat dia merasakan bersalah karena sudah menyakiti Rara. Tapi mau bagaimana lagi, dia tidak bisa bohong tentang perasaannya, yang memang masih mencintai dan mengharapkan Maelin.
"Ra!" Panggil Adam pelan.
****
Oh...Adam. Rasanya aku Punge ngiling kamu aja biar jadi somasi. Bikin emosi kamu 😡😡😡
__ADS_1