Cintaku Salah Kamar

Cintaku Salah Kamar
Bab 8. Ungkapan Hati


__ADS_3

"Gimana kak?" Tanya Rika sambil duduk di kursi sebelah Rara.


Rara yang sedang tanda tangan jadwal pengawas pun menoleh pada gadis itu.


"Gimana apanya Ka?"


"Gimana dengan pak Kamal? Ada sesuatu yang di omongkan tidak? Ungkapan hati gitu?"


Rara yang gemes dengan kelakuan cewek itu memukul kepala Rika dengan bolpoin yang dia pegang, membuat pemilik kepala malah tertawa bahagia.


"Yang harusnya tanya itu Kakak sama kamu. Gimana ungkapan hati Awal sama kamu? Di terima gak?"


Karena sudah jadi rahasia umum kalau Awal TU muda di sekolahan Rara suka dengan Rika. Malah Awal naksir sama Rika dari semenjak cewek itu belum mengajar di SMA Nusantara sini.


"Ish, akak nih. Di tanya malah balik tanya," kesal Rika.


Rara pun tertawa, "Mau gimana lagi kan aku penasaran Ka? Kasihan juga? Udah lama di tunggu pun belum juga kamu kasih Jawaban. Jangan ngegantungin anak orang lama-lama, entar kualat loh! Mending kalau gak suka ngomong terus terang," goda Rara yang membuat wajah Rika jadi tambah kesel karenanya.


"Terserah akak mau ngomong apa yang jelas aku sama Abang tuh cuma temen gak lebih."


"Cie cie...temen kok kalau malam Minggu tanya adek lagi ngapain? Mau keluar gak?"


Merasa tidak dapat menjawab candaan Rara, Rika pun akhirnya berteriak memanggil awal yang ada di ruang sebelah.


"Abang, tengok nih, kakak Rara godain aku melulu," lapor cewek itu pada Awal Zikri, "Padahal kita kan cuma temen ya kan bang?"


"Tidak," jawab Rara, seraya menirukan suara cempreng Awal.


"Tau ah, akak ini. Gak jadi aku tanya sama kakak kalau gitu."


"Ya udah sono, balik ke meja kamu lagi," usir Rara yang sebodoh dengan tingkah Rika.


Tidak memperdulikan dengan sikap makhluk jelek yang tidak juga pergi dari sisihnya Rara melanjutkan kegiatannya yang tertunda.


Begitu pun dengan Rika, tidak perduli dengan pengusiran Rara gadis semampai itu setia di tempat duduknya.


Kemiringan kepala, menyanggah sebelah pipinya dengan tangan kiri, Rika kembali memangil Rara yang telah sibuk dengan pekerjaannya. Membuat ibu satu anak itu kembali menatap guru bahasa Indonesia yang lagi-lagi menganggu.


Menghentikan aktivitas nya, Rara kembali menoleh pada Rika.

__ADS_1


"Apa lagi?" Tanyanya judes.


"Kenalin aku sama adik kakak itu napa?"


"Aku gak punya adik."


"Yang kemarin itu, adik ipar kakak, pak Rangga," ujar Rika menyebutkan nama asesor mereka beberapa waktu lalu.


"Pak Rangga beneran masih single kan kak? Belum punya calon? Kenalin dia sama aku, biar aku jadi adik ipar kakak gitu," ucap Rika sambil mengedip-ngedip matanya sok imut.


"Kenalan sendiri aja, entar kakak kasih nomor dia sama kamu."


"Ish, jangan lah kak, aku gak mua," Tolak Rika.


"Lha katanya mau kenalan kok malah gak mau, gimana sih kamu? Gak jelas gitu?"


"Maksud aku bukan gitu. Kakak kasih nomor aku sama pak Rangga, biar dia yang chat aku duluan. Dia yang ngajakin kenalan, bukan sebaliknya. Nanti nampak gatal kali aku kalau chat dia duluan. Kan aku gak mau," jelas Rika.


"Alah sok jaim loh, padahal juga tiap hari dirimu menggatalkan," ujar Rara.


"Tapi sekarang kan beda kak. Sekarang yang aku taksir kan cowok kelas atas, jadi aku harus tampak anggun dan mempesona dong, biar dia mau sama aku."


"Itu namanya penipuan Ka, harusnya tunjukkan dirimu apa adanya, biar dia juga bisa menerima kamu apa adanya, tidak merasa tertipu dan di bohongi."


"Kalau gitu namanya belum jodoh," jawab Rara sekenanya.


"Ish, bilang aja kakak gak mau ngenalin aku sama pak Rangga!" Sungut Rika.


Rara tertawa bahagia saat melihat wajah kesal Rika.


Tidak perduli tingkah Rara, Rika pun bangkit dari duduknya guna menekan bel ganti pelajaran. Karena hari ini menang jadwal Rika piket, makanya dia tidak ada jadwal masuk kelas.


****


Waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 yang artinya waktu ujian jam pertama sudah habis di ganti dengan waktu istirahat.


Para siswa sudah berhamburan pergi ke kantin untuk sarapan, sedang para guru yang bertugas mengawas juga sudah kembali ke kantor.


Satu persatu guru yang datang meletakkan map yang mereka bawa diatas meja Rara, membuat prempuan berhijab maroon itu sibuk mengambil lembar Jawaban dari setiap map yang ada dan mengumpulkan menjadi satu berdasarkan kelas dan jurusan mereka.

__ADS_1


Karena pagi ini jadwal ujian matematika makan Rara membagi kertas-kertas itu dalam dua kelompok, satu kelompok untuk nya, yaitu kelas X dan XI IPS, sedang satu kelompok lagi yaitu kelas XII dan XI IPA untuk Kamal. Mengingat guru matematika di sama Nusantara memang cuma mereka berdua.


"Bu Rara, makan dulu yuk!" Bu Nurma guru Ekonomi dan akutansi datang menghampiri Rara yang sedang bekerja.


"Duluan saja Bu. Aku selesaikan ini dulu, bentar lagi siap kok," tolak Rara.


"Udah tinggal aja dulu, kita makan dulu, mumpung bareng-bareng."


"Iya, duluan aja nanti aku nyusul," tolak nya lagi.


"Udah Bu Ra, kita makan dulu saja. Nanti aku bantuin nyusun," Miss Lina guru bahasa Inggris kelas XII memberi tahu.


Karena paksaan dan desakan teman-teman yang lain, Rara mengikuti apa mau mereka, guna makan bersama.


Tidak lupa Mahmud Abbas itu mengeluarkan kotak makannya dari dalam tas, lalu membawa rantang tiga dusun itu mendekati meja kerja Rika dan Kelly yang sudah di sulap menjadi meja makan sementara waktu.


"Kakak bawa ayam Kentucky yang aku pesen kemarin gak?" Tanya Kelly.


"Bawa," jawab Rara sambil membuka kotak bekalnya satu persatu.


Karena kemarin Kelly cewek single yang menjabat sebagai guru kimia kelas X itu rikues pada Rara suruh bikin ayam Kentucky sebagai lauk kali ini. Kata Kelly ayam Kentucky buatan Rara enaknya saingan sama ayam KFC.


Membuka kotak makan yang dia bawa satu persatu di atas meja, Rara meminta tolong Miss Lina yang ke belakang untuk mengambil piring guna menyisihkan lauk untuk kepsek dan para bapak guru yang lain.


"Ibu masak apa?" Tanya Bu Lina pada Rara.


"Tumis toge campur tahu, sana ayam bumbu semur. Ibu masak apa?" Tanya Rara gantian.


"Sambal kentang campur teri," jawab guru PKN itu.


"Kakak masak apa?" Tanya Kelly pada Bu Nurma guru Ekonomi dan Akutansi yang baru bergabung dengan mereka.


"Tenang saja. Lauk saya kali ini rikues kalian semua," ucap Bu guru berbadan subur itu seraya membuka kotak makan miliknya.


"Wih...Sambal jengkol campur teri!" Teriak Rika senang ketika mendapati menu favorit terhidang di depan mata.


Sepertinya hari-hari sebelumnya, mereka para Bu guru cantik di SMA Nusantara membagi lauk yang mereka bawa ke dalam dua bagian. Satu bagian untuk para ibu-ibu dan satu bagian lagi untuk kepsek dan para bapak guru teman kerja mereka.


Karena di sekolah Rara memang selalu mengadakan acara sarapan bersama setiap jam istirahat pertama. Dimana para bapak guru kebagian membawa nasi dan ibu guru membawa lauk. Sehingga mereka bisa makan bersama-sama.

__ADS_1


******


.


__ADS_2