Cintaku Salah Kamar

Cintaku Salah Kamar
Bab 24. Bad Mood


__ADS_3

Pukul delapan malam Rara sampai di hotel tempat teman-temannya menginap.


Dia juga dikabari jika kopernya sudah di bawakan ke hotel dan Rara bisa langsung kesana.


Setibanya di lobby hotel Rara bertemu dengan teman-teman yang hendak pergi makan malam sekaligus jalan-jalan malam mingguan di luar, karena hotel mereka memang berada di wilayah Malioboro.


"Oh ya aku sekamar sama siapa?" Tanya Rara pada Rika.


"Sama aku, mom dan mis Lina," Rika memberitahu siapa saja room meet mereka. Karena sekamar memang diisi oleh empat orang.


"Masak sih?" Rara terkejut, meski selanjutnya terseyum lebar, tampak sekali dia bahagia.


"Wah pasti kalian main long kali kong ya!" Tuduh Rara sembari menatap curiga ke arah Rika.


Karena gak nyangka jika mereka berempat bisa pas berada dalam satu sekamar begitu tanpa ada unsur bawah tangan. Kayak nikah aja ya.


"Sorry ya.... kita mah jujur atuh," Rika menyilangkan tangannya ke dada tanda protes keras akan tuduhan rara.


"Jujur dong, kan pembagian kamar kita pakai sistem goncangan jadi gak bisa dimanipulasi," mom Ayu guru sejarah anak kelas 12 menambahkan.


"Udah deh kakak terimakasih aja bisa sekamar sama kita. Itu namanya berkah kalau kita kumpul jadi satu. Biar tambah rame," Rika menimpalinya.


Rara mengaguk, seraya tersenyum senang saat teman satu kamarnya afaly the best friend dia di kantor. Temen koplak bareng. Meski dengan yang lain Rara juga akrab, tapi kalau sama mereka bertiga itu jiwa muda Rara sering meronta-ronta karena sangat cocok dan klop satu sama lain.


Mereka memang selalu bikin heboh kalau di kantor. Apa lagi si Rika, cewek single yang narsis habis. Hobinya ngajakin orang tik tok terus kalau lagi gak sibuk ngajar. Aja saja tingkah polah gadis itum


Moga-moga saja nanti pas yang lain pada tidur tidak di foto Rika terus di jadikan video tik tok oleh dia. Membayangkan aksi kehebohan mereka saat kumpul bersama nanti malam saja sudah membuat Rara terseyum geli.

__ADS_1


"Nih kuncinya kalau kakak mau masuk ke kamar buat mandi. Entar kalau mau keluar kuncinya titipin sama resepsionis aja biar kita mudah nyarinya," Ujar Rika sambil menyerahkan key card pada Rara.


Rara menerima kemudian mengangguk setuju.


Rara berjalan menghampiri Adam dan Ali yang berdiri di depan meja resepsionis.


"Koper kamu di bawakan sama mereka?" Tanya Adam.


"Iya.


"Ya sudah ambil sana, aku sama Ali nunggu di kamar."


"Lho."


"Apa lagi?"


"Mas tidur sama Ali kan?" Tanya Rara, yang pertanyaan di jawab sentilan di dahinya oleh jemari Adam, hingga membuat Rara menggosok keningnya sambil meringis sakit.


"Aku mau tidur sama temen-temen yang lain. Mas tidur berdua sama Ali."


"Gak boleh. Kamu harus tidur sama kita," tegas Adam lagi, membuat Rara cemberut.


Gagal deh main sama temen-temen kalau gini. Kan jadi liburannya gak seru kalau harus bareng Adam, Pikir Rara.


*****


Setelah mandi dan membersihkan diri, mereka bertiga turun ke bawa untuk makan malam, dan perdebatan kembali terjadi antar Rara juga Adam.

__ADS_1


Keduanya saling berbeda pendapat. Rara ingin makan malam di alun-alun gede Malioboro sambil menikmati suasana kota, sedang Adam tidak mau karena dia tidak terbiasa makan di pinggir jalan seperti itu. Pria itu memaksa Rara dan Ali makan malam di restoran hotel ketimbang di pasar pinggir jalan Malioboro.


"Mas tuh ya, gak seru banget sih jadi orang. Yang paling sepesial saat jalan-jalan di Yogyakarta itu ya makan malam di Malioboro sambil jalan-jalan, buka makan di restoran mewah seperti ini," protes Rara.


"Halah kayak kamu tahu saja. Orang kamu juga baru pertama kali ini pergi ke kota ini, sok-sokan tahu yang paling sepesial segala," ejek Adam.


"Yang sepesial itu saat kita makan di tempat yang bersih dengan makanan yang higienis, dan sehat, juga dibuat dari bahan-bahan yang segar dan berkualitas baik. Bukan makanan jalanan yang di bumbui debu dan asap kendaraan gitu.


Kamu ini seorang ibu, tapi kok gak tahu tempat makan yang sehat itu yang bagaimana. Jangan-jangan selama ini kamu ngasih makan Ali juga sembarangan. Asal beli apa saja yang kamu suka tanpa memperhatikan kebersihan dan kualitas?" Ceramah Adam, membuat telinga dan ubun-ubun Rara berasap bagaikan kenalpot mobil.


"Mas tuh belum mencoba jadi gak usah menghakimi seperti itu. Biar pun aku gak tahu dan baru pertama kali ke sini tapi teman-teman ku sering banyak bercerita tentang serunya makan malam lesehan di Malioboro dan aku ingin mencoba."


"Terserah kamu mau ngomong dan bikin alasan apa saja, ya g jelas aku gak izinkan kamu makan disana. Kalau kamu mau ngambek ya situ. Gak usah makan sekalian."


Sumpah, Rara sangat kesel pada Adam. Kenapa bisa suami dia begitu sangat menyebalkan seperti itu bikin Rara bad mood seketika.


Selesai makan malam mereka baru jalan-jalan di Malioboro yang berujung mereka berada di mall Malioboro untuk menemani Adam membeli baju dan perlengkapan pribadi nya, karena suami Rara memang tidak membawa apa-apa.


Sedangkan sebagian upah menemani shopping Rara dan Ali di belikan roti dan teh kotak oleh Adam.


Membuat Rara bingung, nih mas Adam pelit atau memang gak punya duit ya? Masak iya yang shoping cuma dia doang, sedang Rara dan Ali tidak si belikan sama apa-apa, kata hati Rara.


Seolah tahu apa yang Rara pikiran Adam pun berkat, "Besok masih ada waktu buat kamu jalan-jalan ke sini setiap malam. Jadi buat apa beli barang-barang sekarang, cuma bikin sumpek kamar saja," tutur pria berwajah dingin tapi tampan itu.


Mereka kembali ke hotel setelah hampir jam sepuluh malam, karena Ali sudah ngantuk.


******

__ADS_1


Jangan lupa berikan Hadiah untuk Rara ya!


Boleh bunga ataupun kopi, biar mood Rara sedih membaik.


__ADS_2