
Sudah beberapa hari Marcell di kota kecil ini guna mengurus cabang baru bank Diamond pada sebuah dua pintu yang di sewa selama tiga tahun ke depan dari agen properti yang masih berada di bawah naungan perusahaan Adam.
Sedangkan pusat bank Diamond baru mencari tanah yang lokasinya strategis untuk di bangun gedung sesuai yang Marcell mau.
Kesibukan Marcell melakukan pembukaan cabang baru membuat pria itu begitu sibuk, sehingga tidak punya banyak waktu untuk menemani sang ke kasih hati.
"Hari ini kamu main sendiri ya, aku ada rapat dengan beberapa karyawan di kantor dan mungkin pulang malam," ucap Marcell Seraya mengancingkan kemeja putihnya yang pas di tubuh tingginya.
"Tapi uang ku sudah habis beb,” jawab Monica manja.
Tak lupa wanita yang mengenakan kimono tidur dari bahan sutra itu melangkahkan kaki mendekati Marcell, membantu mengancingkan baju dan memakaikan dasi sang kekasih hati.
"Nanti aku kirim uangnya untuk kamu belanja."
"Makasih sayang," jawab Monica, kemudian mencium bibir Marcell sekilas.
Tak lupa, Monica membantu Marcell mengenakan jas hitam di tubuhnya.
Setelah pria itu selesai ganti baju, Marcell mengambil handphone dan mengirim pesan pada Monica.
"Sudah aku transfer uangnya. Nanti buat kamu jalan-jalan."
Monica mengangguk, lalu berjalan menghampiri handphone yang ada di atas nakas, melihat penambahan saldo sebanyak 150 jt di rekening Marcell ke tabung nya.
Senyum cerah bak mentari pagi menghiasi bibir merah wanita bertubuh seksi itu.
Sehingga dia menemani Marcell sarapan juga dengan hati yang berbunga-bunga.
Setelah Marcell pergi, cepat Monica mandi dan membersihkan diri kemudian pergi dari hotel.
__ADS_1
**
"Pak Adam ada?" Tanya Monica pada Rain yang sedang duduk di atas meja.
Sekertaris Adam memperhatikan perempuan pirang yang berdiri di sebrang mejanya dari atas ke bawah memperhatikan penampilannya yang sangat mengoda iman.
"Sudah ada janji?" Tanya Rain dengan sopan meskipun dia tidak suka terhadap Monica.
"Sudah, beliau bilang saya suruh di suruh menunggu di dalam," bohong Monic, "adakan orangnya?" Tanya Monica lagi.
Rain diam tidak memberi jawaban.
Tidak perduli dengan tatapan tidak suka Rain padanya maka Monica melangkah mendekati pintu ruang Adam lalu mengetuknya.
"Masuk!" Jawab suara serak dari dalam.
"Walaikumsalam Monica."
Adam yang melihat Monica datang langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri sang tamu dan mempersilahkan duduk di sofa.
"Ada apa nih gerangan, perempuan cantik begini pagi-pagi sudah datang ke kantor mas?" Tanya Adam ramah.
"Hahaha..." Monica tertawa bahagia mendapat sambutan hangat dari Adam.
"Gak ada, cuma kangen sama mas saja. Monic gak ganggu mas kerja kan?" Tanya Monica
Adam mengeleng, kemudian terseyum, "gak ganggu kok, mas gak terlalu sibuk untuk saat ini."
"Apa ada yang bisa mas bantu untuk mu?" Tanya Adam.
__ADS_1
Monica pun menjawab dengan iya.
Monica menemui Adam karena berencana mau membangun sebuah butik. Dan dia ingin Adam yang mendesain bangunan itu untuk nya.
Beberapa bulan lalu Monica membeli tanah kosong di Jakarta sana dan dia berencana tanah itu akan di bangun butik. Mumpung Marcell bersedia memberikan dia modal. Jadi dia berencana untuk membuka usaha supaya kedepannya saat mereka tidak bersama lagi Monica sudah punya sumber ke uangan sendiri tanpa menunggu pemberian dari Marcell.
Karena Monica sadar diri, suatu saat Marcell pasti berencana untuk menikah dan saat itu tiba mau tidak mau dia harus pergi dari kehidupan pria itu.
Adam mengaguk setuju dengan permintaan Monica, dan dia menunjukkan beberapa gambar butik yang sudah pernah dia bangun.
Namun Monica tidak setuju, dengan apa yang sudah Adam buat. Dia ingin dibikinkan model baru yang lebih bagus dari yang pernah ada.
"Baiklah, besok kamu kesini lagi. Biar saya tunjukkan sketsanya."
"Ok. Makasih sebelumnya mas Adam."
"Sama-sama."
Obrolan mereka berlanjut hingga jam makan siang tiba.
"Mau makan siang bersama, biar saya yang traktir."
"Boleh kalau sekiranya itu tidak memberatkan mas Adam. Sekalian habis makan siang nanti temani saya jalan-jalan di mall sebentar. Saya ingin meminta pendapat mas tentang rencana butik saya besok."
"Bisa, kebetulan hari ini jadwal saya lumayan senggang, jadi saya punya banyak waktu untuk membantu mu kali ini."
Setelah berpesan pada sang sekretaris Adam mengajak Monica makan siang di luar. Di restoran Perancis yang menjadi langganan dia selama ini.
****
__ADS_1