Cintaku Salah Kamar

Cintaku Salah Kamar
Bab 28. Kakak Adik


__ADS_3

Rara, Ali, Adam dan Rangga berdiri di tepi pantai Parangtritis.


Cuaca yang mendung mendukung mereka untuk bermain pasir di siang hari. Bahkan teman-teman Rara juga banyak yang sudah bermain air di bibir pantai.


"Ali mau main air gak?" Tanya Rara Sambil menunduk tubuhnya agar sejajar dengan Ali.


"Mau lah ma, mau main air disana," jawab anak Rara Sambil menunjukkan gulungan ombak di pantai.


"Ali bawa baju ganti gak mas?" Tanya Rara pada Adam yang berdiri di sebelahnya.


"Gak bawa, tapi kalau mau main air ya main saja nanti tinggal beli baju ganti di depan sana. Kan banyak yang jual baju."


Rara mengaguk setuju dengan usul Adam. Kemudian, perempuan berhijab ungu itu melepas jam tangan putranya lalu memasukkan ke Sling bag miliknya, juga sepatu Ali. Rara pun melakukan hal yang sama, melepas jam tangan dan cincin kawinnya lalu melepaskan flatshoes yang dia gunakan.


Rara menyerahkan semua benda itu pada Adam seraya berkata,


"Nitip jagain ya mas!" Pinta Rara lalu menarik tangan Ali, membawa berlari menuju bibir pantai.


Rangga yang melihat aksi konyol kakak iparnya pun tertawa, membuat Adam yang berdiri di sebelahnya melotot garang pada sang adik.


Tidak takut dengan ekspresi wajah Adam yang sangar, Rangga juga melakukan hal yang sama, melepaskan jam tangan dan sepatunya lalu menyerahkan pada Adam.


"Jagain ini juga ya mas!" pinta adik gak punya akhlak itu kemudian berlari menyusuri yang lain.


Melihat aksi Rara dan Rangga, Rika yang ada di dekat mereka juga melakukan hal yang sama.


"Nitip sepatu dan tas ya, bang!" Ujar gadis berjilbab merah itu seraya menaruh barang miliknya di depan Adam.


Belum sempat Adam menjawab, gadis itu sudah berlari menjauh menyusul yang lain.


Sial bagi Adam siang itu, karena aksi sang istri membuat semua teman Rara menitipkan barangnya pada Adam, sehingga pria itu tidak bisa bermain dengan yang lain karena harus menjadi petugas keamanan.


Tidak tahu harus ngapain karena hanya jadi penunggu barang orang, Adam memilih duduk sambil memainkan handphonenya, pertama-tama dia mengecek beberapa laporan yang dia kirim kan oleh sang sekretaris selama dia pergi, juga mengenai kabar terbaru perusahaan dan memberi perintah juga saran pada Rina sang sekertaris.


Selesai dengan tugas kantor Adam beralih mengirim pesan pada sebaris nomor yang dia dapatkan dari Marcell.


Pesan untuk Maelin mantan terindahnya. Tampak pesannya masuk namun belum di baca, Adam menunggu jawaban dari sebrang sana dengan gelisah. Setelah yakin tak ada jawaban dari chat yang dia kirim, suami Rara beralih membuka galeri, melihat foto Maelin yang tersimpan di beranda.


"Apa kabar kamu disana? Kamu baik-baik saja bukan? Kenapa gak pernah hubungi aku selama ini? Aku sangat merindukan mu!" Ucap Adam seraya mengusap lembut wajah cantik perempuan bule itu layar ponselnya, mengungkapkan rasa rindu yang tiba-tiba datang mengganggu.


Hubungannya dengan Maelin tidak berakhir dengan kata putus meskipun mereka sudah tidak berkomunikasi selama hampir tujuh tahun.


Tahun-tahun pertama nya Adam kembali ke Indonesia Maelin masih sempat beberapa kali mengunjungi Adam yang kala itu bekerja di Jakarta, namun tahun ke dua Adam di Indonesia hubungan mereka sedikit merenggang. Maelin jarang datang berkunjung karena sibuk dengan pekerjaannya sebagai manager building house di Inggris, sebuah perusahaan konstruksi terbesar di negaranya sana.


Dan saat Adam bilang Eka tidak merestui hubungan mereka dan Adam meminta Maelin menunggu sampai dia bisa membujuk sang mama agar memberikan restu, Maelin pun bersedia menunggu, dan memberikan waktu pada Adam sebanyak yang dia mau.


Namun saat Eka bilang ok Maelin malah menghilang begitu saja, yang membuat mama dan papa memaksa Adam menikah dengan Rara.

__ADS_1


Walaupun begitu hingga detik ini Adam belum bisa melupakan cinta pertama dan satu-satunya wanita yang dia cintai.


Maelin adalah satu-satunya perempuan yang Adam izinkan masuk ke hatinya, dia juga orang yang selalu membantu Adam saat mengalami kesulitan di negri orang sana selain Marcell.


Begitu banyak kenangan diantara mereka berdua yang membuat Adam tidak dapat melupakannya wanita asal negara ratu Elizabeth itu.


Lamunan Adam terhenti saat mendapati seorang penganggu.


"Dor!!!" Rangga yang tiba-tiba ada di belakang Adam berteriak.


Membuat suami Rara terlonjak kaget akibat ulah sang adik, berujung membuat semua lamunannya hilang seketika.


"Brengsek Lo!" Maki Adam lantaran jantung nya hampir copot akibat ulah Rangga.


Sedangkan cowok itu, malah cengengesan tanpa rasa bersalah.


"Bengong melulu kayak di tinggal kawin pacar aja," komen Rangga sambil duduk di sebelah Adam.


"Emang elo, yang gak mau kawin gara-gara nungguin mantan cerai dari lakinya," ejek Adam.


Bukannya marah Rangga malah tertawa terbahak-bahak mendengar kejengkelan sang kakak.


"Heran gue, mantan Lo juga hidup bahagia sama suaminya, kenapa kamu tunggu jandanya segala. Emang gak ada yang lain apa? Cewek di dunia ini ada banyak kenapa harus nunggu istri orang segala?"


"Tapi cewek seperti dia cuma ada satu di dunia ini, gak ada yang lain."


"Alah, alasan. Bilang saja kalau kamu emang suka batangan, gak mau sama perempuan. Pakai gak ada yang lain segala."


Seketika Adam membulatkan matanya kaget atas jawaban sang adik.


"Sini, coba gue liat, besar mana sama punya gue," jawab Adam sambil menarik celana sang adik untuk melihat benda pusaka Rangga.


"Jangan, takut sawan!"


Rangga mengeser duduknya menjauh dari Adam.


"Kalau gak boleh lihat pegang doang dah," pinta Adam.


Sambil tangannya menjulur hendak memegang sangkar burung milik Rangga, yang dengan sigap Rangga langsung memukul tangan Adam sebelum mencapai sasaran.


"Aku aja yang pegang punya mas, buat di bandingkan dengan punya ku?" pinta Rangga.


Membuat Adam seketika menghindar saat tangan Rangga akan menjamah peliharaannya.


"Anak kecil gak boleh pegang-pegang," kata Adam seraya menepis tangan sang adik.


Aksi konyol keduanya itu membuat mereka kakak dan adik sama-sama tertawa lepas.

__ADS_1


Duduk di posisi masing-masing dengan masih saling melirik dan terseyum.


"Memang rencana apa yang akan kamu lakukan untuk merebut pacar mu kembali dari suaminya?" Tanya Adam penasaran.


Karena setahu dia kadang kala Rangga itu agak sedikit gila dan tak berakhlak juga.


"Jadi pembinor lah, memang mau apa lagi," jawab adik Adam santai.


"Bocah edan," seketika Adam menendang kaki Rangga, karena dirasa jawaban adiknya itu ngawur.


"Terus kamu kapan mau cerai sama Rara?"


Pertanyaan Rangga seketika membuat Adam terbatuk-batuk karena kesendak ludah sendiri.


"Kamu bilang apa? Aku cerai sama Rara? Ngaco, ngapain aku cerai sama dia?"


"Lha bukan nya mas Adam punya pacar?"


"Pacar?" Adam membeo.


"Nah itu perempuan yang ada di Hp itu apa? Yang mas elus wajahnya sambil bilang cantik aku rindu sama kamu.


Hayo.... jangan-jangan mas selingkuh ya dari Rara. Udah kalau emang iya cerein aja Rara, aku dukung kok mas buat mengejar cinta yang baru."


Seketika Adam memukul kepala belakang Rangga, "adik sinting, tau kakaknya selingkuh bukan di nasehati malah di dukung. Di suruh cerai lagi."


"Ya dari pada saling menyakiti dan gak bahagia, bagus cerai saja, end, masalah selesai," Rangga merentangkan kedua tangannya sebagai tanda berakhir.


"Toh aku perhatikan juga mas Adam gak bahagia nikah sama Rara, lalu untuk apa di pertahankan hingga sejauh ini, cuma nyiksa batin doang."


Adam terdiam.


"Aku setuju kok mas Adam cerai sama Rara dan menikah sama cewek yang tadi. Karena aku perhatikan dia juga cantik dan cukup baik."


"Terus mama?"


"Gak usah khawatir masalah mama dan papa, nanti aku bantu mas ngono sama mereka. Yang penting mas fokus sama kebahagiaan dan hati mas saja, tidak usah pikirkan hal lain."


Setan mulai merasuki Rangga membuat dia memberikan saran yang buruk pada Adam.


"Terus Rara dan Ali gimana?"


"Itu urusan nanti gak usah pikirkan mereka."


Mereka buat biar aku yang urus setelah kamu, batin Rangga.


"Jadi kira-kira kapan mas Adam mau cerai sama Rara? Berapa bulan lagi? Kalau bisa jangan lama-lama, biar aku bisa bantu?"

__ADS_1


*****


Wah Rangga memang bakat jadi pembinor 😀😀👍👍👍


__ADS_2