
Adam yang merasa tidurnya terganggu pun pergerakan tubuhnya hingga mengubah posisi tidurnya dari miring menjadi terlentang, hal itu membuat Monica lebih leluasa menatap wajah rupawan milik suami Rara.
Perempuan seksi itu duduk di tepi ranjang dengan hati-hati, jemarinya menjelajahi dagu Adam, hingga turun ke leher dan dada, berakhir mengelus perut Adam yang rata dan kencang dengan otot perut yang ketara meski tidak menonjol sempurna layaknya olahragawan tapi tetep terlihat menggoda bagi mata telanjang seorang wanita.
El*san Monica semakin turun kebawah hingga sampai pada tonjolan sarang buaya yang sedang tertidur pulas. Jemari putih nan ramping itu mengelusnya dengan lembut beberapa kali hingga membuat sang buaya terbangnya dari tidurnya dan menjadi tengang mengencang. Ukuran yang semua kecil berubah menjadi besar.
Monica dengan senang hati mengelus dan menyentuhnya, membandingkan dengan beberapa buaya dari kandungan lawan yang pernah di lihat dan di jamah termasuk buaya milik Marcell.
"Ternyata besar juga, pantes mbak Rara gak tergoda sama laki-laki lain meskipun sudah di acuhkan berbulan-bulan," guman Monica pelan.
kemudian wanita itu terkikik tanpa mengeluarkan sauara.
Aku juga pengen coba aj, pasti mantep banget rasanya, pikir otak kotor Monica saat membayangkan buaya milik Adam memasuki sarang miliknya.
Setan dalam diri Monica yang semula sudah banyak pun menjadi semakin beranak pinak hingga berkembang biak yang tak terhitung lagi jumlahnya, yang membuat pacar Marcell itu makin berani sampai menyusukan tangannya ke dalam kandang buaya milik Adam guna menyentuhnya secara langsung.
Adam adalah pria normal, meski dalam tidur pun jika mendapat rangsangan tentu dia akan bereaksi, dan perbuatannya Monica sukses membuat pria itu mend*sah dalam tidurnya saat dia merasa sesuatu yang benar-benar lembut menyentuh senjata pamungkasnya. Mendengar suara d*sahan Adam, Monica terseyum sempurna.
Entah keberanian dari mana yang merasuki Monica hingga perempuan itu menj*lajahi l*her tubuh Adam dengan l*dah dan c*uam-c*uman kecil yang meninggal bekas merah di tubuh Adam. Lagi-lagi Adam mend*sah meski dengan mata tertutup.
Permainan Monica masih berlanjut hingga pacar Marcell nekat melakukan **** *** pada Adam. Membuat lelaki itu kembali merasakan kenikmatan yang tiada pernah dia rasakan sebelumnya, hingga berkali-kali dia mengeluarkan d*sahan.
Monic melirik Adam yang masih terpejam dengan tatapan sinis.
Dasar pria munafik, kalau sadar saja sok jual mahal. Tapi nyatanya sekarang malah keenakan begini, guman Monica dalam hati.
Merasa Adam terlelap dan tak akan bangun makan perempuan yang sudah tidak mengenakan underwear sejak pertama masuk kamar itu pun menghentikan l*matannya sebelum Adam mencapai puncak. Monica memposisikan tubuhnya duduk di paha Adam mencoba memasukkan buaya ke kandang baru miliknya. Sambil membayangkan bagaimana nikmatnya itu, Monica mer*mas-r*mas gunung nya dengan sebelah tangan, mencoba memberi r*ngs*ngan pada diri sendiri
Sedangkan Adam yang merasa jika mimpi indahnya terganggu dan juga ada sesuatu yang berat menindih tubuh berlahan membuka mata.
"Ya Allah!" Pekik Adam kaget saat melihat ada perempuan diatas tubuh hingga membuat pria itu secara refleks menarik tubuhnya mundur seketika.
Perbuatan Adam membuat buaya dalam tangan Monica terlepas begitu saja.
"Apa yang kamu lakukan di kamar ku?" Bentak Adam saat sudah menguasai diri dan mendorong tubuh Monica agar pergi dari tubuhnya.
Tangan Adam bergetar, lantaran kaget, takut dan panik. Dia tidak menyangka Monica akan berbuat selancang ini sampai masuk kamarnya saat dia tidur dan berusaha untuk memp*rkosanya.
"Keluar!" Bentak Adam sambil menunjuk pintu, saat ini kesadaran dia sudah pulih seratus persen meski kepalanya masih cukup pusing. Suami Rara bersandar pada kepala ranjang sambil menatap Monica tajam.
Tangannya mencoba menarik celana training dan boxernya yang sudah turun, membenarkan dengan asal-asalan. Adam memang berpenampilan santai saat datang ke apartemen Marcell, dia hanya mengenakan training warna hitam dengan kaos oblong warna putih.
"Mas....," Suara Monica serasa s*nsual karena n*fsu sudah menguasai. Wanita itu merayap di atas ranjang mendekati Adam yang sudah terduduk di pojokan.
"Jangan mendekat Monic! Please jangan mendekat!" Perintah Adam sambil memajukan tangannya tanda stop.
"Aku ingin bersama mu mas," tak menghiraukan permintaan Adam Monica terus maju, membuat suami Rara turun dari ranjang dan berlari menuju pintu.
"Sial!" Kutuk Adam saat mendapati pintu tidak bisa di buka.
"Monica dimana kuncinya?" Tanya Adam dengan mata tajam menusuk Monica.
"Aku buang," jawab Monica santai dengan seringai liciknya yang mulai keluar.
"Jangan main-main kamu Monica kalau Marcell tahu, habislah kita berdua."
"Hahaha...", seketia Monica tertawa, "itu yang aku harapkan mas. Mas Marcell tahu dan kita ketangkap berdua. Bukan kah itu seru."
__ADS_1
Monica terbahak seketia, sedangkan Adam mukanya merah padam menahan takut juga geram.
Pria itu mencoba menyelamatkan diri dengan berlari menuju pintu balkon berharap mungkin ada jalan lain yang bisa di lewati disana. Namun sialnya semua itu hanya imajinasinya belaka karena apartemen Marcell berada dilantai sepuluh dan kalau dia nekat lompat hanya mati konyol namanya.
Melihat Adam yang kebingungan untuk kabur membuat Monica tambahan bahagia. "Mas Adam gak usah panik gitu, santai saja."
"Monica, dimana kuncinya?" Tanya Adam frustasi.
"Kuncinya aku masukkan ke lubangku mas, apa kamu mau mengambilnya? Sini mas jangan jauh-jauh!" Pinta Monica.
"Jangan gila kamu Monic. Kamu pacar Marcell dan aku punya istri."
"Gak ada yang tahu mas Adam, kita lakukan diam-diam. Mumpung mas Marcell lagi tidur. Makanya jangan berisik."
"Dasar wanita gila!" maki Adam, yang entah kenapa dia begitu takut jika Marcell mengetahui semua ini.
Seketika Adam menyesal telah menerima tawaran Marcell untuk tidur di apartemen sahabatanya. Jika tahu akan begini mending tadi dia maksa pulang saja dengan naik taksi, biarkan mobilnya di tinggal disini dan diambil besok.
Melihat Adam yang hanya diam saja makan Monica berjalan mendekati pria itu. "Kenapa kamu gak mau sama aku mas? Padahal tadi saat kamu tidur kamu begitu menikmati apa yang aku lakukan."
Adam terdiam, otaknya berfikir bagaimana mengatasi masalah ini.
Ya, tuhan aku harus bagaimana sekarang? Guman Adam dalam hati.
Melihat Adam yang terdiam berdiri di tempat, Monica pun berjalan mendekati.
Mata Adam yang terus mengamati garam gerik Monica pun tahu apa yang akan wanita itu lakukan.
"Hentikan Monica, jangan bergrak!" punya Adam, dengan tanda stop.
Melihat penolakan itu Monica sangat kecewa, "apa kurangnya aku sampai kamu tidak mau pada ku Dam? Aku kurang apa?" Teriak perempuan itu marah.
"Lihat aku mas Adam! Lihat aku!" pinta Monica dengan suara tinggi sambil menunjuk diri sendiri.
"Aku lebih cantik dan menarik ketimbang Rara, tapi kenapa kamu tetap saja tidak mau sama aku!" Teriak Monica tidak terima.
Melihat reaksi Monica yang tampak berlebihan Adam meremas rambut dengan kedua tangannya, tampak begitu frustasi. Adam tidak tahu apa yang harus dia lakukan pada pacar Marcell yang menggila itu.
"Sheett...!" Adam meletakkan telunjuknya di bibirnya sebagai tanda agar perempuan itu diam. "Jangan keras-keras Monic nanti Marcell Bagun!" pinta Adam, yang panik juga takut.
"Aku gak akan diam sebelum kamu menerima ku! Aku akan terus berteriak. Biar saja mas Marcell tahu apa yang terjadi antara kita berdua," tutur Monica gelap mata.
"Jangan Monica, please aku mohon!" pinta Adam mengiba.
"Aku tidak perduli!" ucap Monica cepat.
Monica terseyum mengejek, "Dasar cemen," ujarnya.
Adam tidak perduli dengan semua itu yang terpenting sekarang Monica diam dan dia bisa keluar dengan selamat.
"Kamu tidak kurang apa-apa Monica. Kamu adalah perempuan yang sempurna tidak kurang apa pun juga," jujur Adam.
"Jika begitu mas Adam mau sama aku?" tanya Monica penuh harap.
Adam mengangguk.
"Mas Adam mau berc*nta dengan ku?"
__ADS_1
lagi-lagi ada mengangguk.
Adam meminta Monika berjalan mendekati dirinya, dan Monica pun mengikuti apa permintaan Adam.
"Aku begitu mencintaimu mas, tolong jangan kecewakan aku."
Adam diam.
"Mas!"
"Iya."
"Jangan tolak aku lagi," pinta perempuan itu manja.
"Tapi aku punya anak dan istrinya."
"Tidak masalah aku jadi yang kedua. Aku mau dimadu asalkan kamu selalu bersamaku, dan aku selalu di dekat mu."
Tapi aku tidak mau menikah dengan mu, kata hati Adam.
Monica mengelus wajah Adam yang berambut pendek karena belum sempat bercukur. Adam menahan jemari Monica dengan tangannya, lalu mengambil tangan itu dan membawanya ke depan b*bir. Adam mengecup tangan Monica dengan begitu lembut.
Ya Allah, aku tidak ingin menghianati pernikahan dan istri ku, tapi aku tidak tahu harus berbuat apa. Tolong aku tuhan, ratap Adam dalam hatinya. Karena dia sadar pasti Rara akan sangat terluka dengan apa yang sekarang dia lakukan pada Monica, namun Adam tidak tahu bagaimana cara mengatasi situasi sekarang ini. Dia begitu takut Marcell bangun dan melihat semua yang terjadi.
Maafkan aku Ra, maafkan aku harus berhiyanat di pernikahan kita, ujar hati Adam dengan persamaan begitu sedih.
Adam memeluk tubuh Monica lalu menc*um b*bir wanita itu dengan begitu l*mbut dan m*sra hingga membuat Monica memejamkan matanya, terlena dengan apa yang Adam lakukan.
Masih dengan berc*uman Adam mendorong tubuh Monica berjalan melangkah ke belakang, dimana lingerie wanita itu tergeletak dilantai. Adam mengambil baju kurang bahan itu dengan jari kakinya tanpa menghentikan aksi b*birnya pada l*her dan d*da Monica.
Adam benar-benar melakukan dengan profesional. Setelah baju itu ada di tangannya, c*uman Adam kembali ke b*bir Monica. M*nyesap, meng*lum dan meng*git dengan begitu m*sra. Membuat Monica tak berhenti mengeluarkan d*sahan akan aksi Adam.
Lanjut Adam mendorong tubuh Monica secara berlahan ke belakang, mendekati tempat tidur mereka. Dengan c*uman kembali pada l*her j*njang Monica, tangan Adam juga tak berhenti bereaksi pada g*nung k*mbar milik Monica. *******, mem*lih punc*knya dan menj*latinya, membuat perempuan itu berkali-kali mengeluarkan suaranya yang begitu sangat sksi mengg*da.
Meski begitu Adam berusaha keras mengontrol kewarasanya. Niatnya harus ke luar dari kamar sialan ini, harus menemukan Diaman kunci itu disimpan.
Setelah mereka berada di pinggir tempat tidur, Adam beralih memutar tubuh Monica menghadap ke belakang, dengan masih menc*umi p*ndak, l*her dan b*hu wanita itu, tangan Adam menahan tangan Monica ke belakang punggungnya. Monica yang terlena dengan aksi Adam, memilih pasrah akan aksi pria itu.
Hanya hitungan detik Adam dapat mengikat tangan Monica dengan lingerie perempuan itu, lalu mendorong tubuhnya kencang hingga terjatuh ke kasur.
Monica yang merasa di tipu Adam pun berteriak histeris layaknya orang kesurupan. Membuat suami Rara begitu panik. Hingga pria itu mengambil kaos putih miliknya dan mengikatkan pada mulut Monica supaya diam dan tidak teriak-teriak lagi. Tak kehilangan akal, Adam juga melepaskan training yang dia pakai untuk mengikuti kaki Monica yang menendang-nendang.
Kemudian Adam mendorong tubuh mulus itu supaya naik keatas kasur dan menutupnya dengan selimut putih. Tujuannya jelas supaya tubuh p*los Monica tidak merusak pemandangan.
Tidak di perdulikan perempuan itu yang meronta-ronta Adam pun mengobrak-abrik seluruh kamar untuk mencari dimana kunci kamar itu berada.
Senyum di bibir Adam langsung terbit saat matanya menemukan benda silver itu di laci nakas. Cepat Adam membuka pintu kamar supaya bisa pergi dari kamar sialan itu.
Namun Langkahnya terhenti saat di depan pintu kamarnya dia melihat seseorang.
"Marcell!" Ucap Adam terkejut.
*****
Setelah di tunggu sekian lama akhirnya mereka ketangkap juga.
Bagaimana reader? Apakah puas dengan bab ini?
__ADS_1
Jika puas berikan hadiah yang banyak untuk Rara. Boleh bunga ataupun kopi.
Please, tolong kasih hadiah sebanyak-banyaknya pada Rara ya! Biar semangat nulis.