Cintaku Salah Kamar

Cintaku Salah Kamar
Bab 63. De Javu


__ADS_3

Buat para reader terimakasih sudah dukungan cerita ini.


Yang tanya kapan Adam ketahuan dan kenapa alurnya lambat banget, harap sabar ya. Karena setiap kejadian kan pasti ada runtutannya supaya bisa mencapai ******* yang sesuai.


Kalau baru awal ketemu terus ketahuan ya gak jadi selingkuhan namanya. Dan juga kalau cepet-cepet cerai ya bikin novelnya cuma empat bab saja.


Bab 1. penderita Rara


Bab 2. Adam selingkuh


Bab 3. Maelin datang


Bab 4. Tamat


Kalau cuma lima bab kan jadinya gak novel tapi cerpen doang.


Jadi para reader harap sabar menunggu. Biarlah semua berjalan berdasarkan waktu.


Berhubung kemarin saya sakit dan gak bisa up, jadi hari ini saya kasih dobel, dan juga mungkin besok bakal up malam, karena tetangga ada yang hajatan jadi mesti bantuan-bantu dulu.


Selamat membaca!!! 😍😍😍


****


Selesai makan malam mereka bertiga kembali ke ruang keluarga apartemen Marcell. Duduk, bercerita, sambil bercanda dan bermain kartu disana.


Adam merasa de Javu dengan kejadian seperti ini, dimana dia sering mengalami hal tersebut ketika mereka masih berada di Inggris dulu.


Untuk mengisi waktu luang mereka atau merayakan hal-hal yang dianggap penting biasanya Adam, Marcell dan Maelin akan kumpulan bertiga di apartemen Adam dan mereka minum sambil bermain beberapa permainan sampai ke-tiga tidur di tempat karena mabuk berat.


Setelah lebih dari delapan tahu berlalu sekarang mereka melakukan kegiatan kumpul-kumpul sambil minum dan bermain kartu lagi, tapi kini perempuan yang ada di antara mereka ada Monica pacar Marcell bukan Maelin kekasih hatinya.


Mereka bertiga duduk lesehan pada karpet bulu yang halus dan lembut mengelilingi sebuah meja kaca setinggi dada orang dewasa.


Mereka bermain truth or dare dengan botol bir yang Marcell putra di atas meja ruang tengah itu. Meski status mereka sekarang sudah bapak-bapak namun memainkan permainan ala bocah remaja ini tetap saja seru bagi ketika orang dewasa itu.


"Truth or dare?" Tanya Marcell saat ujung botol yang dia putar mengarah pada Adam.


"Truth," jawab Adam manatan.


"Orang yang kamu cintai saat ini Rara atau Maelin?" Tanya Marcell sambil menatap Adam yang duduk di depannya.


"Maelin," jawab Adam mantap tanpa keraguan.


Mendengar jawaban Adam dada Monica memanas seketia karena ternyata namanya tidak ada di hati Adam. Sedangkan Marcell yang mendengarkan itu tersenyum tipis sambil mengangguk membenarkan perkataan sang sahabat.

__ADS_1


Kemudian tangan Adam kembali memutar botol kaca berwarna hitam itu lagi.


"Truth or dare?" Tanya Marcell, karena lagi-lagi arah botol menuju pada Adam.


"Truth," jawab Adam.


"Jika Monica kembali apakah kamu akan menceraikan Rara?" Tanya Marcell penasaran dengan jawab Adam yang sejauh ini sangat mencintai sang mantan yang tidak tahu dimana rimbanya.


Adam diam, tidak langsung menjawab seperti saat pertama tadi. Ada keraguan yang tercetak jelas di wajahnya sebelum melontarkan sebuah Jawaban.


"Gimana? Milih Siapa? Jangan lama-lama?" Desak Marcell yang sudah tidak sabar. Karena dia menunggu kesempatan dimana Adam akan membuang istrinya demi Maelin.


Setelah berfikir beberapa saat kemudian Adam berkata, "tidak tahu," jawabnya ngaco.


Marcell yang mendengarkan dengan seksama langsung melemparkan tulang ayam yang dia makan ke arah Adam sebagai ekspresi kesal dan kecewa.


"Jawaban macam apa itu, gak jelas?" Protes pria berbibir tipis itu kesal.


"Kan jawabku jujur," kilah Adam sambil tertawa, "karena Aku memang tidak tahu harus pilih siapa, paling tidak untuk saat ini," lanjut Adam sambil memasukkan ayam goreng ke dalam mulutnya.


"Gantian aku yang putar," ujar Adam sambil mengambil alih botol dari tangan Marcell.


"Aku gak ikutan. Aku bubar. Kalian main saja berdua aku gak ikut lagi," ucap Marcell dengan senyum penuh kemenangan.


"Kalian ini!" Bentak Monica yang kesal akan aksi kedua lelaki di dekatnya, "bukannya di kumpulin baik-baik malah di berantakin. Bikin aku kerja rodi buat bersihkan," omel perempuan cantik nan seksi yang duduk di sebelah Marcell.


Tidak membalas kekesalan Monica kedua hanya tertawa acuh pada perempuan itu.


"Bisa di laundry besok kalau kamu males berisikan. Kalau tidak buang aja trus beli karpet yang baru. Kan duit Marcell banyak, sayang kalau gak dimanfaatkan," Jawab Adam sekenanya, saat mendapati wajah Monica cemberut. Sedangkan Marcell cuma dia tidak menanggapi ucapan Adam.


Selesai main truth or dare mereka beralih bermain kartu Remi sambil coret-coret wajah dengan bedak bagi yang kalah. Tentu saja yang menjadi korban kali ini bedak Monica karena bedak malah itu harus habis akibat ulah kekasih dan gebetannya.


Tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang, skor mereka sama, sama-sama hancur maksudnya, sama-sama putih mirip hantu karena wajahnya penuh bedak. Canda dan tawa memenuhi ruangan itu hingga malam pun semakin larut.


Monica yang merasa sudah sangat ngantuk pun memiliki untuk mengakhirinya permainan dan masuk ke kamar lebih dulu. Sedangkan Adam dan Marcell masih lanjut bermain.


Detik berganti menit, menit pun berganti jam, kedua pria dewasa yang sedang dia ruang keluarga itu sudah mulai mengantuk juga mabuk akibat bir yang sedari tadi mereka konsumsi.


Merasa tidak kuat lagi akhirnya Adam pun pamit pulang pada Marcell.


"Tidur sini saja. Kamu mabuk, sangat berbahaya saat nyetir nanti. Bisa kecelakaannya," Marcell mengingatkan.


Adam mengibas tangannya tanda menolak, "gak apa-apa aku bisa hubungi supir pengantin."


Adam mencari-cari handphone nya untuk menghubungi beberapa nomor supir pengantin yang dia simpan, tapi matanya yang berat dan juga kepalanya yang pusing membuat pria itu tidak kunjung menemukan apa yang dia cari.

__ADS_1


Adam mengeleng kepalanya beberapa kali sambil mengerjapkan mata agar kembali fokus, meski itu tetap saja gagal.


"Sudah gak usah bantah. Tidur sini saja!" Marcell menawarkan sekali lagi.


"Aku gak mau ganggu kalian," jujur Adam.


"Kamu bisa tidur di kamar tamu."


Marcell menarik tangan Adam yang masih menunda mencari nomor di kontaknya dengan begitu saja, hingga membuat pria tampan nan rupawan itu tersentak kaget. Meski begitu dia tidak menolak tarikan tangan Marcell.


Kepala yang pusing akibat mabuk juga mata yang ngantuk membuat suami Rara nurut akan permintaan sang sahabat.


Mungkin tidur di apartemen Marcell lebih baik ketimbang dia pulang dalam keadaan mabuk yang berujung kecelakaan dan mati. Jujur saja Adam juga takut kalau harus mati muda karena banyak hal yang masih belum dia lakukan di dunia ini.


Begitu masuk kamar Adam langsung membuka bajunya dan merebahkan tubuhnya ke atas kasur yang nyaman nan lembut. Membuat matanya langsung terpejam begitu saja karena kantuk.


Sedangkan Marcell yang masih memiliki sedikit kesadaran ketimbang Adam pun kembali ke kamarnya setelah menantikan Adam tertidur sempurna.


Pria itu naik ke atas ranjang dengan berlahan karena takut menganggu tidur Monica yang tampaknya sudah terlelap terbuai mimpi.


"Nice dream my love," ucap Marcell sambil mencium puncak kepala Monic.


Kemudian Marcell ikut merebahkan diri dan memeluk tubuh Monica dari belakang.


Saat dirasakan Marcell sudah tertidur, Monica membuka matanya. Berlahan perempuan yang dia dalam selimut nya hanya mengenakan lingerie warna maroon itu turun dari ranjang dan menyelinap keluar kamar.


Tujuan Monica adalah kamar tamu, karena dia yakin seratus persen jika Adam tidak pulang malam ini, karena pria itu pasti mabuk berat dan pasti tidur di rumahnya.


Pucuk di cinta ulam pun tiba, itu pribahasa yang tepat untuk Monica saat ini karena mendapati kamar tamu ternyata pintunya tidak terkunci.


Benar kata Monica. Adam tergelak tak berdaya di atas kasur dengan posisi miring. Pria itu telah tertidur dan terbuai mimpi.


Monica masuk secara berlahan lalu menutup pintu dan menguncinya. Supaya Adam tidak bisa kabur maka janda beranak satu itu mencabuti kunci yang masih menggantung di pintu dan meletakkan ke laci nakas secara berlahan supaya tidak menganggu tidur Adam.


Monica jongkok di lantai, tepat di depan wajah Adam. Mengamati wajah putih berisi yang ada di depannya. Wajah polos yang tidur nyenyak seperti bayi. Monica terseyum, senyum manis yang membuat wajahnya semakin cantik mempesona.


Secara berlahan jemari lentik itu menelusuri wajah tampan yang membuat dia tergila-gila.


Dahi lebar yang ngeliat, alis hitam yang tebal, hidung mancung dan bibir seksi. Jemari tangan Monica berakhir di bibir Adam, mengelus bibir pink itu berlahan.


Ada dorongan kuat dari dalam diri Monica yang membuat wanita itu mendekatkan wajahnya pada wajah Adam, dan menempelkan b*birnya pada b*bir pria itu.


Adam yang merasa tidurnya terganggu pun melakukan pergerakan hingga....


*****

__ADS_1


__ADS_2