
Setelah pertemuan Adam dan Monica kali itu kini hubungan keduanya semakin dekat. Hampir setiap hari dalam dua Minggu ini Monica selalu datang ke kantor Adam, mengunjungi suami Rara dengan berbagai alasan yang ada, sehingga membuat mereka berdua sering menghabiskan waktu bersama terutama saat makan siang.
Kesibukan Marcell yang mengurus cabang barunya membuat pacar Monica sering pulang ke hotel saat sudah tengah malam, dan untuk menemani rasa kesepian nya itu Monica menghabiskan waktu nya dengan chatting atau telponan bersama Adam jika suami Rara memang tidak sibuk.
Berawal dari obrolan ringan yang sering berlanjut, juga canda dan tawa yang biasa di lontarkan satu sama lain membuat keduanya menjadi semakin dekat, hingga tak ragu lagi Monica pun mengungkapkan permintaan pada Adam.
"Kapan Monic di undang makan malam di rumah mas Adam? aku penasaran banget loh sama masakan mas Adam. Soalnya mas Marcell pernah bilang kalau mas Adam pinter masak, dan aku pengen cicipi masakan buatan kamu mas. Mumpung aku masih ada di kota ini. Besok kalau aku sudah balik ke Jakarta entah kapan kita bisa ketemu lagi."
Tanya Monica saat dia sedang telponan dengan Adam.
"Em....gimana kalau besok malam. Kebetulan besok aku gak sibuk jadi bisa pulang kerja tepat waktu. Dan kamu bisa main ke apartemen ku buat makan malam disana. Nanti aku masakin menu sepesial buat kamu."
"Bener mas?"
Binar bahagia nampak jelas di wajah Monic meski Adam tidak tahu, tapi pria itu bisa merasakan dari perubahan suara Monica.
"Bener. Kamu juga bisa ngajak Marcell ke sini. Biar kita makan malam bersama."
"Baik lah, tapi kalau sekiranya mas Marcell gak mau, gak apa-apa kan Monica datang sendiri."
"Gak apa-apa. Datang sendiri atau berdua tidak masalah bagi ku, asal ada kamu apa pun bakal terasa mengasikan," jawab Adam yang mulai bisa merayu.
Monica pun tertawa di sebrang sana, saat mendengar jawaban dari Adam, apalagi saat dia dengan suara Adam begitu manis membuat pipi Monica bersemu merah karenanya.
Ibu satu anak itu mengeleng kan kepala agar tidak terlalu halu saat sedang ngobrol dengan Adam. Karena dia merasa jika pria tampan di sebrang sana sekarang sudah pandai merayu dan membuat dia sering lupa diri lantaran berharap lebih pada suami orang.
Begitu terdengar pintu di ketuk dari luar, lekas Monica memberi tahu Adam.
"Udah dulu ya mas, mas Marcell sudah pulang. Telpon nya kita lanjut besok lagi!" Monica mengakhiri obrolan mereka berdua.
Kemudian pacar Marcell itu memutus komunikasi mereka ketika sudah mendengar Jawaban dari pria di sebrang sana. Dan berjalan menuju pintu hotel setelah meletakkan handphone ke nakas dan merapikan penampilannya sesat.
****
Begitu jam pulang kantor tiba, Adam langsung keluar dari ruangan kerjanya tanpa lembur terlebih dahulu seperti hari biasanya, tentu saja semua itu di sambut bahagia oleh Rain sang sekretaris.
Adam membelokan mobilnya ke swalayan untuk berbelanja bahan makanan yang akan di gunakan untuk menjamu tamu sepesial malam nanti.
Kebetulan bahan makanan di kulkas nya juga habis jadi sekalian saja, pikir Adam kala itu.
Setelah memilih sayuran dan daging, ikan dan juga bumbu untuk dia masak menu makan malamnya kali ini Adam mengantar di kasir untuk membayar.
Adam memang terbiasa masak makanan nya sendiri. Terutama sarapan dan makan malam. Jika memang tidak sibuk dia mengasah kemampuan memasak nya dengan berbagai menu makan malam untuk diri sendiri.
Pria yang bersetatus suami Rara memang pandai memasak. Dia yang sudah berpisah dari orang tua semenjak jaman lulus SMA membuat Adam menjadi sosok yang mandiri, melakukan banyak hal sendirian.
Bukan hanya masakan Nusantara saja, Bahakan pria yang bersetatus papa Ali itu bisa membuat makanan Eropa, Cina, Jepang dan Korea.
Meski masakan dia tidak seenak milik chef Juna, tapi untuk kriteria koki yang tidak bernama seperti dia bisa di katakan masakan Adam tidak kalah dari menu hotel bintang lima.
__ADS_1
Begitu sampai apartemen, Adam menaruh tas kerja dan jasnya di kamar, kemudian dia kembali ke dapur melakukan tugasnya sebagai koki.
Menu utama Adam membuat daging kambing cebe ijo, kemudian urak arek telur tomat, sup jamur dan beberapa sayuran segar sebagai pelengkap.
Saat tengah asik memasak terdengar bel apartemen berbunyi, membuat pria satu anak itu mengentikan aktivitas guna melihat siapa tamu yang datang.
Dari video wireless tanpa wajah Monica di depan pintu apartemen. Dengan perasaan bahagia dan semangat empat lima Adam membuka pintu, menyambut sang tamu dengan senyum bahagia menghias bibir tipis itu sehingga wajah nya yang tampan tampak maksimal.
"Marcell mana?" Tanya Adam saat dia dan Monica sudah masuk ke dalam.
"Dia belum pulang. Katanya nanti nyusul," ucap Monica berbohong padahal Marcell belum pulang kerja dan dia juga tidak memberi tahu pria itu jika dirinya hendak makan malam di apartemen Adam, karena Monica tidak mau Marcell menganggu acara mereka berdua.
"Oh...," Adam ber oh panjang sebagai Jawaban.
"Mas Adam masak apa?" Tanya Monica sambil mengikuti langkah Adam menuju dapur.
Meletakkan tas tangan yang dia bawa ke atas meja, kemudian wanita itu duduk di pantry, depan Adam yang sedang memasuk.
"Daging kambing sambal hijau," ujar Adam sambil melanjutkan kegiatannya mengaduk-aduk daging yang ada di kuali dengan spatula.
"Hm.... aromanya wangi sekali, membuat aku jadi lapar karenanya.
"Mau cicipin masakan ku?" Adam menawarkan.
Monica mengangguk meng iyakan.
Kemudian suami Rara mengambil sepotong daging yang sudah matang dengan sendok, meniupnya sebentar lalu menyuapkan pada mulut berbibir penuh warna merah menyala itu.
"Hemmm," Monica mengacungkan dua jempol tangan sebagai tanda enak, "lezat sekali," puji janda beranak satu itu.
"Aku gak nyangka kalau mas Adam bisa masak seenak ini," tutur Monica senang sekali.
Begitu pun Adam, dia tampak begitu bahagia karena mendapat pujian dari Monica.
Saat semua masakan sudah matang Adam menyusunnya di atas meja makan.
"Aku mandi dulu ya baru nanti kita makan bersama," turut Adam pada Monic.
Monica mengangguk setuju. Sambil menunggu dirinya mandi papa Ali meminta sang tamu untuk menonton TV di ruang tengah.
Dua puluh menit setelah mandi Adam keluar dengan penampilan kasual, papa Ali mengenakan kaos warna putih di padukan celana jeans warna hitam, membuat penampilan tampan maksimal hingga Monica tak berkedip saat memandang.
"Ctek!"
Adam menjentikkan jarinya di depan wajah Monic, membuat wanita itu tersadar dari lamunannya lalu tersenyum ke arah Adam.
"Mari kita makan?!" Ajak suami Rara pada sang tamu.
Kedua orang dewasa itu kembali melangkah di mana meja makan berada.
__ADS_1
Layaknya pria gentle pada umumnya, Adam menarik sebuah kursi untuk Monica dan mempersilahkan pacar Marcell duduk dengan nyama, kemudian dia melayani sang tamu layaknya seorang ratu.
Tidak mau ketinggalan dengan Adam, Monica pun melakukan hal yang sama, dia mengambilkan nasi dan lauk untuk Adam, seperti halnya dia melayani Marcell saat mereka makan bersama.
"Coba yang ini, ini masakan Tiongkok yang terkenal," Adam mengambil sesendok orak-arik telur dan menyuapkan pada Monica.
"Hem, enak mas," ujar Monica sambil mengunyah masakan Adam.
Melakukan hal yang sama seperti Adam, Monica menyuapi pria itu, dengan nasi yang ada di piring nya.
Kedua orang dewasa yang sedang bermain api itu makan malam sambil ngobrol dan bercanda, sehingga kebahagiaan tampak jelas di wajah mereka masih-masing.
Setelah selesai dengan kegiatan makan malam berdua yang membahagiakan, kedua pasangan haram itu beralih ke ruang tengah untuk nonton TV sambil ngobrol.
Entah siap yang memulai duluan, mulut yang tadinya hanya mengeluarkan suara pun sekarang saling bersentuhan dan bertautan hingga mengeluarkan bunyi kecapan dari kedua belah pihak yang saling berperang lidah.
Saat setan turut ikut campur pada dua orang dewasa yang sedang duduk berdampingan itu maka kegiatan mereka pun semakin liar saja.
Bukan hanya bibir dan lidah mereka yang saling bertempur, tangan keduanya pun saling bergerilya di tubuh masing-masing pasangan.
Hingga Monica mengeluarkan d*sah*n saat tangan hangat Adam menyusun ke dalam kemeja yang dia pakai dan meremas gunung kembar berisi milik Monica.
Tak cukup sampai di situ saja. Ciuman Adam yang semula di bibir Monica pun berakhir di puncak gunung himalaya yang berwarna coklat muda.
Tidak mau kala dengan Adam, tangan Monica juga aktif berpetualang melakukan pencarian hingga berakhir pada titik dimana Adam dapat mend*sah panjang.
Saat dua orang tentang aktif bermain dengan peran masing-masing. Handphone Adam yang ada di atas meja berbunyi, menandakan jika ada telpon masuk, namun posisi handphone yang tengkurap membuat mereka tidak tahu siapa sang penelepon itu sebenarnya, hingga panggilan itu terhenti begitu saja.
Kedua pasangan haram itu menghentikan permainan mereka berdua, kemudian keduanya saling tatap satu sama lainnya, seolah memberi kode lewat tatapan mata mereka.
Adam terseyum. Tidak menjawab panggilan telponnya pria yang berstatus suami Rara itu melanjutkan aksinya yang tertunda, bahkan lebih berani dari permainan yang semula.
Sama halnya dengan Monica, wanita yang merasa mendapat angin segar itu tak malu lagi untuk mengungkapkan apa yang dia rasa dan harapkan.
"Mas...."
Suara serak Monica saat jemari Adam menjamah hutan terlarang miliknya dan mencoba bermain-main di sana.
Tiba saatnya Adam harus menancapkan senjata tempurnya ke dalam gawang Monica, namun mendadak kegiatan itu tertunda, aktivitas Adam terhenti karena bel apartemennya berbunyi.
Mencoba untuk mengacuhkan namun bel terus menerus berbunyi membuat Adam kesal sehingga dia berdiri dari sofa doble yang selebar bed ukuran single itu.
Adam memencet video wireless untuk melihat siapa yang datang. Wajah Adam berubah jadi pucat panik saat melihat sang tamu.
*****
Hayo.....
Siapa yang gemes dengan Adam.
__ADS_1
Jangan lupa beri hadiah yang banyak buat Rara ya, biar cerita ini rantingnya cepet naik. Please demi Rara yang di nistain oleh mas Adam 🙏