Cintaku Salah Kamar

Cintaku Salah Kamar
Bab 84. Kebersamaan


__ADS_3

Sebelum magrib keluarga Rara sudah keluar rumah untuk mengantarkan Alan ke agen bus Lorena.


Alan memang sengaja tidak membawa mobil saat mudik. Karena perjalan Pekanbaru Lampung hampir sehari semalam membuat pria itu tidak tahan jika harus nyetir sendiri tanpa supir pengantin.


Sedangkan menyuruh tetangga atau keluarga buat jadi supir pengganti, Alan yang segan karena dia di rumah ibunya lumayan lama, kalau bawa orang dia pun merasa tidak leluasa saat mudik. Maka Kakak laki-laki Rara lebih memilih pulang dengan transportasi umum Ketimbang mengunakan kendaraan pribadi.


Kemarin saat datang, mereka menggunakan pesawat, tapi kini saat pulang mereka milih mengunakan bus saja lantaran barang bawaan mereka sangat banyak. Kalau naik pesawat takut bagasinya berlebihan. Untung kalau cuma di suruh bayar biaya bagasi saja nah kalau disuruh tinggalkan tuh barang-barang yang sudah mereka beli kan di jadikan sayang oleh-olehnya. Mubazir juga iya.


Mereka pergi mengunakan dua buah mobil. Mobil Adam dan mobil Furqon.


Rara, Ratna, Zaskia dan Husein naik mobil Adam. Sedangkan Lani, Alan dan semua anak-anak yang lain naik ke mobil Furqon yang mengikuti dari belakang.


Sebelum pergi ke agen, Adam membelokkan mobilnya ke sebuah restoran untuk makan malam terlebih dahulu sambil menunggu datang waktu magrib.


Karena Adam memang berencana mentraktir seluruh anggota keluarga untuk makan di luar. Bahkan dia juga sudah memberitahu Rara supaya tidak usah masak.


Restoran itu di desain dengan model pondok-pondok lesehan dari sebuah gazebo yang di tanam di tengah hamparan sawah yang di tanami padi.


Lampu warna warni terpasang di setiap gazebo sebagai penerangan yang membuat suasana menjadi lebih indah.


Adam meminta Rara dan Ali memilih tempat untuk mereka makan. Supaya semua anggota keluarga bisa kumpul jadi satu, Rara memilih gazebo yang paling besar di antara yang lain.


"Setelah mengantarkan Alan pulang kita mau kemana lagi?" Tanya Furqon.


"Mau kemana saja gak masalah aku ngikuti," jawab Adam memberi tahu.

__ADS_1


"Mending tanya anak-anak. Mereka mau kemana setelah ini?" Lani memberi usul.


Kemudian para orang dewasa yang sedang menunggu pesanan mereka itu bertanya pada anak mereka masing-masing.


Ali yang lagi demen dengan sepatu roda lebih memilih main sepatu roda di lapangan alun-alun pusat kota ketimbang main game zone, karena Ali sudah bosan. Apalagi Furqon bilang jika di alun-alun sana ada penyewaan sepatu roda sehingga mereka tidak harus beli atau bawa dari rumah.


Usul Ali pun disetujui oleh yang lain karena memang lebih seru bermain sambil jalan-jalan di alun-alun ketimbang main game zone di mall.


Kemudian mereka pun asik berbincang-bincang hingga sambil menunggu makanan yang mereka pesan datang.


"Tumben Adam baik Ra? Gak ribut minta pulang?" Bisik Ratna pada Rara yang duduk di sebelahnya.


Karena setahu Ratna selama ini jika berkunjung di rumahnya, baru sehari saja biasanya Adam sudah ribuan ngajakin Rara buat pulang. Tidak perduli istrinya masih kangen atau apapun itu, dengan berbagai alasan yang ada Adam berusaha membawa Rara pulang dari rumah Ratna. Tapi kini, sudah hampir dua hari Adam anteng-anteng saja, malah pria itu cenderung menikmati kunjungannya kali ini. Tidak ribut seperti biasanya.


"Mungkin karena dia berharap Rara ngasih dia kesempatan ke dua, makanya baik-baikin Rara, bu."


"Kalau begitu, tes saja kesungguhan dia. Apakah dia benar-benar serius atau cuma main-main saja."


"Caranya?"


"Coba kamu bilang sama dia kalau ingin lebih lama di rumah ibu. Apa tanggapan dia? Apakah dia setuju atau marah?"


Rara terseyum, "bisa di coba bu," bisiknya lagi.


Selama ini kan Adam sangat menyebalkan. Jadi gak masalah kan ngerjain tuh orang sesekali biar dia tahu rasa, sebagai bukti keseriusan dia pada Rara.

__ADS_1


Kedua ibu dan anak itu tersenyum penuh arti.


Rara lega bisa bercerita masalah yang selama ini dia hadapi dengan Ratna. Dan yang membuat mama Ali lebih senang lagi, ternyata sang ibu tidak menghakimi dirinya ataupun menganggap semua ini karena salah Rara, tapi Ratna justru menyerahkan semu keputusan itu kepada Rara dan mendukung segala yang dia lakukan. Rara justru senang saat sang ibu memilih tidak ikut campur dalam masalah keluarganya dan hanya memberi saran saat dia minta.


****


Selesai makan malam mereka buru-buru pergi ke agen bus, karena Alan mendapatkan telpon dari penjualan tiket jika bus yang akan mereka naikin sudah dalam perjalanan.


"Kita sholat magrib di sana saja lah. Takut terlambat," tutur Alan saat mereka hendak naik mobil.


"Iya. Di dekat agen sana kan ada masjid. Kalian bisa sholat disana sambil nemani Alan," Ratna kebenaran ucapan putranya.


Sesuai permintaan maka mobil mereka langsung pergi menuju dimana agen bus Lorena berada.


Setelah menurunkan semua barang yang Alan bawa ke halaman maka yang lain pun sholat magrib di masjid dekat situ.


Sedangkan Rara dan Zaskia berdua menjaga barang-barang mereka, karena anak-anak semua ikut sholat ke masjid semua terkecuali Husein, lantaran dia masih bayi.


Begitu yang lain datang, ganti Rara dan Zaskia yang sholat magrib.


"Pegangkan Husein dulu ya Bu!" Pinta Zaskia pada Ratna.


Ratna mengaguk setuju, kemudian mengambil alih Husein dari tangan Zaskia.


******

__ADS_1


Yang belum kasih vote di tunggu vote nya


__ADS_2