
Menyadari ada yang datang, Adam pun menoleh. Ketika melihat itu Syaputra lekas dia mematikan rokoknya, dengan cara menekan puntung itu ke asbak.
"Lanjutkan saja, papa tidak apa-apa," jujur Putra panggilan dari Syaputra.
"Tidak, aku merokok hanya kalau lagi stres dan suntuk saja," Jawab Adam memberi tahu.
Syaputra pun diam. Dia duduk di kursi kosong sejajar dengan Adam hanya terpisah oleh meja bulat terbuat dari kaca hitam.
"Papa dan mama minta maaf," Putra membuka suaranya.
Membuat Adam menoleh pada sang papa dengan ekspresi bertanya untuk apa?
Putra melanjutkan ucapannya, "maaf karena sudah menjodohkan kamu dengan Rara Sehingga membuat kamu tidak bahagia begini. Rara adalah anak yang Sholehah. Papa pikir dengan kamu menikah dengannya akan membuat kamu bahagia. Tapi nyatanya tidak benar. Kamu malah menderita begini yang berujung membuat Rara dan Ali juga menderita. Karena itu papa minta maaf. Sekarang tidak apa-apa jika kamu ingin menceraikan Rara biar lah dia dapat suami yang baik kelak. Meski suami dia bukan anak papa karena dia juga berhak untuk bahagia."
Adam diam tidak menjawab.
Merasa tidak ada jawaban dari sang anak, Syaputra pun melanjutkan ucapannya.
"Kamu tahu, cobaan terberat seorang pria bukan karena hidup miskin yang serba ke kekurangan. Tapi ada pada saat dia kaya dan banyak uang seperti kamu saat ini.
Saat seorang lelaki itu miskin, dia akan setia pada istrinya, saat dia susah dia akan setia pada istrinya, saat dia sakit dia juga akan setia pada istrinya, tapi saat dia kaya, punya banyak uang dan punya jabatan yang tinggi dia tidak lagi setia pada sang istri. Malah berusaha Menganti istri lama dengan istri yang baru. Padahal dia bisa sukses dan kaya juga karena dia dari anak dan istrinya yang lama tapi dia selalu sombong dan tidak mau mengakui itu."
Adam masih menjadi pendengar yang baik untuk sang papa.
"Karena papa juga dulu seperti itu," kata-kata Putra membuat Adam seketika menoleh, menatap sang papa.
Adam begitu terkejut mendengar pengakuan sang papa. Karena setahu dia rumah tangga orang tuanya adem ayem dari jaman dia masih bocah hingga sekarang.
"Kapan?" Tanya suami Rara begitu sangat penasaran.
"Saat kamu masih kelas enam SD."
"Bagaimana bisa?"
Adam tak lagi dapat menyembunyikan rasa penasarannya.
__ADS_1
"Bukankah kamu tahu kita pernah punya toko di pasar jauh."
"Ya, tapi bukanya toko itu sudah di jual dua tahun kemudian dan di pakai beli toko kita yang baru sekarang?"
"Ya, toko itu memang di jual dua tahun kemudian, tapi alasan mama dan papa menjual toko bukan karena buat beli yang baru, tapi karena papa ketahuan selingkuh oleh mama mu."
Adam tambahan kaget mendengar kejujuran sang papa. Dia tidak menyangka, lelaki yang begitu dia idolakan ternyata pernah menyakiti sang mama sedemikian rupa. Entah kenapa Adam merasa ada sedikit rasa kecewanya di hatinya saat mendengar Syaputra mengatakan itu semua.
"Dengan siapa papa selingkuh kala itu?" Tanya Adam dengan menekan emosinya yang tiba-tiba naik.
"Mbak Dian."
Jawab Putra membuat Adam makin tidak percaya saja.
Mbak Dian adalah keponakan Eka yang sengaja namanya jemput dari kampung ke Kota mereka untuk membantu mamanya mengurus toko mereka yang jauh dari rumah.
Perempuan itu masih muda, ramah, cantik dan menarik. Adam dan Rangga suka dengan mbak Dian, sepupu mereka. Anak pertama dari pakde Agus, kakak pertama Eka.
Karena Eka memang anak terakhir dari empat bersaudara yang terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan.
"Kamu tahu alasan kenapa Dian begitu baik pada kamu dan Rangga?"
Adam mengeleng.
"Untuk mengambil hati kalian berdua. Karena dia ingin saat mama dan papa bercerai kalian gak bingung. Karena baik mama, maupun papa mau menerima kalian berdua. Terserah kalian mau ikut sama siapa."
Pikiran Syaputra kembali pada beberapa puluh tahun silam. Dan dia menceritakan semua yang terjadi pada Adam.
Kala itu dia baru saja mempunyai sebuah ruko yang menjual barang harian secara grosir. Letaknya di tengah pasar pusat kota yang jauh dari rumah.
Setiap akhir pekan Putra pergi untuk mengecek ke adaan toko yang di percaya di jaga oleh Dian, keponakan Eka, sebagai penanggung jawab juga kasir di sana.
Dian tinggal di toko bersama dengan beberapa karyawan lain. Mereka tidur di lantai dua yang memiliki beberapa kamar.
Setiap Putra datang ke ruko selalu Dian yang melayani setiap kebutuhan Putra hingga masalah ranjang pun akhirnya dilayani oleh Dian.
__ADS_1
Tidak ingin kelakuan busuknya di ketahui karyawan lain, Putra sengaja menyewa perumahan yang ada dia dekat pasar untuk Dian tempati tujuan sebelum agar mereka lebih leluasa saat berduaan selepas pulang kerja.
Karena jatuh cinta dengan daun muda membuat Putra sering tidak di rumah. Dia lebih senang pergi ke toko mereka yang baru dengan berbagai alasan. Putra yang biasanya datang saat week end bersama dengan kedua anaknya itu lebih sering datang saat hari-hari sekolah anaknya. Alasannya jelas supaya tidak menganggu kesenangan dia yang sedang kasmaran.
Tiba saatnya Putra tidak pulang selama satu Minggu, membuat anak dan istrinya bertanya-tanya ada apa gerangan, hingga pagi-pagi buta Eka datang ke toko dia dan bertanya dengan para karyawan ke mana suaminya pergi. Karena ternyata Putra juga tidak tidur di toko.
Karena tidak tahu, maka karyawan hanya memberikan alamat rumah kontrakan Dian dan Eka langsun menuju ke rumah itu.
Betapa terkejutnya Eka saat mengetahui ponakan dan suaminya tinggal bersama. Dari situlah penyakit jantung Eka di mulai. Dari syok atas perselingkuhan suami dan keponakan nya sendiri.
Meski begitu Eka tetap tidak mau bercerai dengan suaminya meski Putra bilang jika dia lebih mencintai Dian ketimbang Eka.
Demi Adam dan Rangga, Eka bertahan dari rasa sakit yang Putra torehkan. Demi masa depan anaknya. Demi figur seorang papa yang sempurna di depan ke dua Putra maka Eka rela mengorbankan ke bahagian dia sendiri.
Untuk memutuskan tali cinta haram yang terlihat halal itu, Eka bercerita semuanya pada keluarga besar mereka, sehingga Agus, kakak pertama Eka menikah Dian putrinya dengan pemuda yang telah dia pilihkan meski Dian tidak mau. Dan meminta sang mantu membawa Dian pergi jauh dari rumah. Hal itu jelas membuat Putra marah habis-habisan pada Eka karena telah menghancurkan kisah cinta manisnya dengan Dian.
Namun Eka tidak perduli. Dia pun menjual toko yang jauh itu lalu membeli ruko baru yang ada di dekat toko mereka yang dekat rumah sehingga bisa mudah diawasi setiap hari.
Syaputra yang frustasi memilih tidak pulang ke rumah karena kesal dengan sang istri. Dia memilih pulang kampung halaman di rumah orang tuanya. Hingga dia mendengar kabar mengejutkan tentang anak istri nya dari seorang teman lama.
Rumah tangga Eka yang hampir hancur di sambut gembira oleh seorang pria bernama Bayu. Dia adalah pacar Eka saat jaman SMA dulu. Bayu yang pergi merantau ke luar negeri pulang dengan kesuksesan besar. Sosoknya sudah menjadi pengusaha kaya raya namun sayang dia belum menikah.
Mendengar kabar Putra yang selingkuh dan minta cerai membuat Bayu berinisiatif mendekati Eka lagi. Siapa tahu mereka bisa berjodoh. Cinta lama bersemi kembali.
Tentu saja putra tidak terima jika istrinya menikah dengan orang lain yang membuat papa Adam kembali ke rumah dan meminta maaf, demi menyelamatkan anak istrinya dari pencuri yang hendak masuk dan memulai semuanya dari awal.
Mendengar cerita sang papa, Adam pun bertanya-tanya dalam hati.
Apakah sampai sekarang mamanya masih dendam pada Dian. Karena setahu Adam saat lebaran dan mereka berkumpul di rumah kakek nenek dari pihak mama. Eka selalu mengajak mereka sekeluarga pergi setiap kali ada Dian datang. Seolah Eka tidak ingin anak dan suaminya bertemu maupun bersentuhan dengan perempuan itu.
Dengan berbagai alasan Eka membawa mereka pergi dan baru akan pulang ke rumah lagi saat Dian sudah pergi dari rumah kakek nenek.
*****
Yang minat up dobel udah di kasih ya!
__ADS_1
Jangan lupa kasih vote untuk Rara ya!