Cintaku Salah Kamar

Cintaku Salah Kamar
Bab 62. Makan Malam


__ADS_3

Rara menatap nanar komputer di depannya. Air matanya mengalir begitu saja ketika membaca pesan teks yang di kirim Monica untuk suaminya.


Walaupun tidak ada kata-kata mesra di pesan teks itu, namun entah mengapa Rara merasa jika ada hubungan tersebunyi antara suaminya dengan perempuan yang bersetatus pacar Marcell, membuat Rara merasa dikhianati.


Yang membuat dia begitu sedih adalah saat dirinya dengan setia menunggu suaminya pulang ke rumah walau tidak tahu itu kapan, tapi nyatanya Adam tidak pulang karena telah dihangatkan oleh wanita lain. Membuat Rara merasa menjadi wanita yang benar-benar bodoh karena telah dimanfaatkan. Hatinya benar-benar sakit, dia kecewa sama Adam.


"Kenapa kamu bersikap seperti ini pada ku mas?" Lirih Rara sambil menghapus air matanya.


"Apa kurangnya aku, sampai kamu kamu tega berkhianat di bekang ku begini," ujarnya.


Dia bingung bagaimana harus menyikapi masalah yang terjadi dalam rumah tangga sekarang. Rara tidak tahu harus menceritakan masalahnya kini sama siapa.


Dengan Eka, status dia adalah anak mantu. Sesayang-sayangnya Eka pada Rara tetap saja dia merasa ragu jika sang mama mertua bakal membela dia jika Rara mengadu tentang perbuatan Adam.


Cerita dengan sang ibu tentang rumah tangga hanya akan membuat orang tuanya sedih. Sedangkan cerita dengan teman kerja, juga tidak mungkin karena yang di hadapkan nya adalah aib suami sendiri dan Rara cukup tahu aib suami juga aibnya dan itu harus di sembunyikan.


Cerita dengan bang Rangga juga seratus dia adik Adam. Meski lelaki itu selalu memberi masukan yang berarti setiap dia ada masalah tapi tidak dengan masalah rumah tangga. Rara begitu malu jika harus berbagi malah rumah tangga pada orang lain, apalagi ketika keadaan rumah tangga dalam keadaan tidak baik-baik saja seperti sekarang.


Ingin dia menghubungi Adam dan menanyakan semua itu pada sang suami, tapi Rara takut jika Adam marah dan tersinggung karena ketahuan kalau menyadap WA-nya oleh Rara.


Merasa tidak dapat membendung rasa sakit hatinya yang telah di khianati Rara memilih pergi dari ruangan kerjanya dan kembali ke kamar. Mencoba memejamkan mata dan tidur sejenak berharap dapat melupakan rasa sakitnya juga apa yang dia lihat.


****


Marcell dan Monica sedang membongkar barang-barang mereka dan memindahkan dari koper ke dalam lemari masing-masing.


Mereka memang sedang sibuk melakukan pindahan, dari hotel ke sebuah apartemen yang Marcell sewa. Karena Monica mengaku pengap tinggal di hotel dan ingin pindah di apartemen saja biar tempat nya lebih luas dan dia juga bisa memasak sehingga Monica tidak bosan saat di tinggal Marcell kerja.


Melihat sang ke kasih tidak punya teman yang bisa di ajak jalan dan keluarga saat dirinya suntuk Marcell pun menuruti permintaan perempuan yang sudah bersama nya lebih dari dua tahun ini.


Terlebih akhir-akhir ini juga Monica dapat job dari pelanggan nya sehingga dia harus kembali bekerja.


Sedangkan di hotel tidak ada tempat khusus yang bisa di gunakan Monica untuk berlengan lenggok di depan kamera memarkan dagangannya.


Monica adalah seorang selebgram dengan followers lebih dari belasan juta. Dan bisanya perempuan itu menjual sovenir, pakai, makanan atau apapun yang berhubungan dengan usaha produksi rumah tangga. Dengan keuntungan berapa persen dari harga jual yang sudah di tentukan oleh pemilik barang.


Monica menjual itu semua lewat akun Instagramnya. Wajahnya yang cantik dan bodinya yang seksi menjadi nilai plus tersendiri. Sehingga membuat apapun yang dia jual selalu laris manis di pasaran.


Melihat begitu banyak pembeli yang antusias dengan semua barang dagangannya membuat Monica berencana membuka butik dan memperoduksi baju-baju sendiri lalu menjualnya lewat aplikasi sosial media miliknya.


Selain itu, banyak cinta dan perhatian yang di peroleh dari para pengikutnya membuat Monica bisa sembuh dari penyakitnya HPD yang di deritanya, atau bisa di bilang Disebut sebagai Histrionic Personality Disorder.

__ADS_1


Gangguan kepribadian histrionic, didefinisikan oleh American Psychiatric Association sebagai gangguan kepribadian yang ditandai oleh pola emosionalitas yang berlebihan dan suka mencariĀ perhatian, termasuk keinginan yang berlebihan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.


Selain itu juga disertai dengan kebiasaan mengoda, Suka mendramtisir keadaan/ masalah, antusias yang berlebihan dan kelihatan agak genit.


Dan setahun terakhir ini penyakit Monica berangsur-angsur membaik hingga sang dokter menyatakan jika Monica sudah sembuh total, dan tidak harus konsultasi ke psikiater setia bulan seperti sebelumnya.


"Sayang, nanti habis ini kamu masak ya! Aku ingin ngundang Adam makan malam di apartemen kita ini!" Pinta Marcell sambil menatap Monica yang sedang menyusun sepatu di lemari.


Marcell ingin mengundang Adam makan malam di apartemen barunya sebagai bentuk syukuran acara pindah rumah. Karena di kota ini hanya Adam yang Marcell kenal, dan acara-acara makan malam bersama juga sering mereka lakukan setiap ada momen-momen penting atau sesuatu yang membahagiakan saat mereka di Inggris dulu.


Monica menoleh ke arah Marcell, "iya sayang, tapi nanti kita belanja dulu, karena di dapur kita masih kosong belum ada apa-apa yang bisa di masak."


"Iya, nanti kita keluar untuk belanja kebutuhan harian di supermarket depan sana," tutur Marcell menjelaskan.


****


Sebenarnya Adam malas datang ke apartemen Marcell guna memenuhi undangan makan malam sahabatnya itu, karena disana dia pasti akan bertemu Monica perempuan ganjen yang selalu ingin melakukan p*lecehan terhadap dirinya, tapi Adam tidak bisa menolak karena Marcell adalah teman baiknya dan satu-satunya teman yang pria itu miliki di kota ini hanya Adam seorang.


Adam membawa beberapa kaleng bir dan juga sekotak ayam goreng untuk menamai mereka ngobrol nanti.


"Akhirnya kamu datang juga, aku sudah menunggu dari tadi" ujar Marcell saat membuka pintu apartemennya guna menyambut kedatangan Adam. Ada kelegaan tersendiri dari suaranya saat melihat sang sahabat berdiri di depan pintu.


Kemudian keduanya lelaki dewasa itu saling menautkan tangan dan berpelukan sebagai salam persahabatan mereka berdua.


"Aku tidak akan menangis kalau kamu tidak datang, cuma akan memporak-porandakan apartemen mu saja dikemudian hari."


Keduanya pun tertawa bersama. Marcell mengajak Adam masuk ke ruang tengah sambil menunggu Monica menyiapkan makan malam untuk mereka bertiga.


"Nih, aku bawakan oleh-oleh," Adam menyerah kantong plastik yang dia bawa pada Marcell.


"Terimakasih," jawab Marcell seraya melongok isinya, "sebenarnya gak usah repot-repot bawa seperti ini juga, kamu datang saja aku sudah senang," jujur Marcell.


"Aku gak repot. Karena gak bawa pabriknya kesini," balas Adam.


Saat Adam dan Marcell sedang ngobrol, Monica datang menghampiri mereka dan mengatakan jika makan malam sudah siap dan meminta mereka untuk makan bersama.


Adam berjalan di belakang Marcell dan Monica mengikuti mereka menuju meja makan. Kemudian suami Rara itu duduk di kursi depan Marcell sedang Monica sendiri duduk di sebelah sang pacar.


"Silahkan mas Adam, jangan malu-malu," Monica mempersilahkan pada Adam dengan penuh sopan santun, layaknya nyonya rumah yang baik, berbeda terbalik dengan sikap dia yang selama ini Adam temukan saat mereka bertemu.


Adam terseyum tipis sebagai bentuk sopan, "terimakasih," ujarnya.

__ADS_1


"Tapi maaf mas Adam, saya tidak pandai memasak jadi saya tidak tahu apakah masakan saya sesuai selera mas Adam atau tidak," tutur Monica dengan suara lembut.


"Tidak apa-apa. Saya juga tidak pintar memasak kok," Adam merendahkan.


"Masakan pacarku memang tak seenak masakan mu Dam, tapi bisa di bilang lumayanlah, yang jelas tidak seburuk masakan Maelin," tutur Marcell memberitahu.


Karena nyatanya Maelin memang tidak bisa memasak sama sekali. Dadar telur saja gosong apa lagi yang lain. Dan jika masakan Adam tentu Marcell sudah merasakannya karena dulu hampir tiap hari Adam masak buat mereka berdua.


Adam tertawa mendengar penuturan Marcell yang membuat dia teringat pada kekasih hatinya.


"Tidak masalah dia tidak bisa masak atau masakan dia tidak enak yang penting kan saling mencintai dan menerima satu sama lain, segala masalah pasti bisa teratasi dengan sendirinya."


Bagi Adam sendiri tidak masalah istrinya tidak bisa masak. Toh jika masalah masak memasak semua bisa di lakukan oleh pembantu atau koki mereka bukan? Yang penting istri nya bisa melayani suami itu saja sudah cukup bagi Adam.


"Wah....kamu masih saja bijak seperti dulu."


Adam pun mengambil nasi dan lauk yang di hidangkan Monica dia atas meja seperlunya saja.


"Pasti istri mas Adam seneng banget dengan pemikiran mas yang begitu terbuka. Tidak menekan seorang perempuan dalam hal urusan dapur."


Monica yang semula cuka jadi pendengar kini ikut buka suara.


"Itu karena pacar Adam yang dulu tidak bisa masak sayang."


Kata Marcell sambil mengusap rambut Monica dengan mata melirik kearah Adam.


"Bagaimana dengan istri mas Adam yang sekarang? Apakah dia pintar memasak?" Tanya Monica pengen tahu banget.


Adam mengangguk, "ya, istriku mahir memasak. Dia bisa membuat semua jenis masakan kecuali masak barat dan Cina," jujur Adam mengakui jika Rara memang pintar memasak dan masakan dia juga sangat enak.


"Wah, aku jadi penasaran dengan masakan istri mu. Kapan-kapan boleh tidak aku makan masakan dia?" Tanya Marcell antusias, ada binar kebahagiaan saat mengucapkan itu.


"Boleh. Kapan-kapan aku ajak kamu main ke rumah, biar bisa merasakan masakan istri ku," Jawab Adam sebelum menyiapkan nasi ke mulutnya.


"Aku boleh ikut?" Tanya Monica tak mau kalah.


Adam mengaguk setuju.


Mereka bersama-sama makan sambil ngobrol-ngobrol ringan.


*****

__ADS_1


Jangan lupa kasih bunga buat Rara ya, biar dia tidak sedih.


__ADS_2