
"Siapa mas?" Tanya Monica sambil memiringkan tubuhnya yang masih tidur di sofa menatap kearah Adam.
Suara Monica membuat Adam kembali terkejut hingga seketika menoleh kearah wanita itu.
"Siapa yang datang?" Ulang Monica saat melihat wajah Adam sudah pucat.
Tidak menjawab pertanyaan pacar Marcell Adam malah memberi perintah.
"Monic cepat pakai baju mu, mama papa ku datang," ujar Adam dengan suara bergetar karena panik.
Cepat suami Rara mengenakan pakaiannya yang berceceran di lantai dengan asal-asalan, begitu pun Monica yang ikut panik saat Adam bilang orang tuanya datang.
"Terus aku gimana mas?" Tanya Monica yang baru selesai mengenakan underwear miliknya.
Adam yang sudah selesai berpakaian menatap perempuan itu, memikirkan sebuah cara untuk menyembunyikan Monica agar kebusukannya tidak di ketahui orang lain.
Setelah sepersekian puluh detik otak cerdas Adam mendapat ide, dan tidak menunggu persetujuan dari Monica suami Rara menarik tangan perempuan yang masih berusaha mengenakan celana kulot sebagain begitu saja.
Layaknya menarik sapi, Adam membawa Monica ke kamar tidur utama.
"Kamu ngumpet di sini dulu ya!" Pinta Adam sambil mendorong tubuh Monica masuk ke lemari baju yang ada di ruang ganti. Tanpa menunggu jawaban dari Monica, Adam langsung menutup lemari gantung itu dan menguncinya.
Kemudian Adam bercermin sebentar, merapikan penampilannya yang sangat berantakan dan berjalan keluar kamar.
Sebelum membuka pintu utama Adam mengatur pernapasan dulu agar tenang dan tidak grogi.
Setelah di rasa dirinya cukup rileks, barulah suami Rara membuka pintu apartemen dan mempersilahkan ke dua orang tuanya masuk.
"Kamu darimana? Kenapa buka pintunya lama sekali?" Tanya Eka sambil menatap wajah putra nya dan mengamati penampilan anaknya yang sedikit berantakan.
"Adam dari kamar mandi ma, makanya lama bukain Pintanya," alasan pria itu.
"Oh, mama pikir kamu gak ada di rumah. Kenapa pintu nya gak dia buka-buka."
Adam nyengir, "maaf," ujarnya pelan dengan penuh rasa bersalah.
"Iya. Mama telpon berkali-kali juga tidak kamu angkat."
Dengan tampang sok pura-pura gak tahu suami Rara berucap, "masak sih, kapan mama telpon. Adam gak tahu," jawab Adam dengan suara dia buat tampak terkejut, "Karena pulang kerja Adam langsung masak dan mandi jadi gak ada pegangan-pegang HP," alasannya.
Seperti anak Sholeh pada umumnya, pria yang bersetatus suami Rara itu menyium tangan kedua orang tuanya, lalu merangkul sang mama dan menuntunnya masuk ke ruang tamu di ikuti Syaputra dari belakang.
"Mama dan papa dari mana? Kenapa datang tidak memberi kabar dulu?" Tanya Adam pada Eka.
"Habis dari rumah sakit," Syaputra menjawab.
Adam kaget mendengarnya, "memang mama sakit?" Tanya Adam sambil menatap sang papa.
"Buka cuma ngecek jantung nya saja. Kemarin periksa di rumah sakit dekat rumah katanya mama harus operasi. Tapi mama mu kan gak mau, jadi kita ke rumah sakit besar sini buat priksa ulang sekalian konsultasi, kira-kira bisa tidak kalau tidak usah operasi dan rawat jalan saja," Syaputra menjelaskan.
"Terus apa kata dokternya? Apa mama harus operasi atau rawat jalan?" Tanya Adam serius.
"Alhamdulillah kata dokternya mama gak perlu operasi Dam. Karena penyempitan pada pembuluh Vena mama karena lemak, maka mama di sarankan untuk rajin olahraga, seperti lari pagi gitu dan tadi juga di beri obat penghancur lemak. Tapi besok dua Minggu suruh balik lagi ke rumah sakit buat kontrol lagi."
__ADS_1
Adam mengaguk paham. Kemudian papa Ali itu menatap sang mama yang duduk bersandar di sofa sebelah dia.
"Mama yang sehat, rajin olahraga biar jantungnya juga sehat," nasehat Adam sambil mengelus bahu sang mama penuh sayang.
Eka mengangguk sambil meng iyakan kata-kata anaknya.
"Oh ya, mama dan papa sudah makan belum? Kebetulan Adam masak daging kambing cabe ijo."
"Sudah makan tadi, pas mau ke sini," jawab Eka.
"Oh ya, mama papa mau minum apa? Biar Adam buatkan?"
"Gak usah repot-repot Dam, mama gak mau minum apa-apa. Papa saja ambilkan air putih hangat untuk papa!" Perintah Eka.
Adam mengaguk setuju dan berjalan ke dapur mengambil air putih hangat untuk sang papa.
"Maaf ma, pa, gak ada apa-apa di sini, maklum rumah cowok," jujur Adam sambil nyengir. Karena di rumah dia memang tidak ada cemilan untuk mendampingi minum teh, karena Adam bukan tipe tukang ngemil, jadi dia tidak ada stok makanan ringan di apartemen nya.
"Gak apa-apa," jawab Syaputra dan Eka bersamaan.
"Mama mau nginap sini boleh kan Dam?" Tanya Eka.
"Boleh ma, boleh banget. Mau berapa hari mama nginap?"
"Cuma sehari saja. Besok siang sudah pulang kok."
"Kok cepet banget. Kenapa gak tiga hari atau seminggu gitu."
"Oh... Ya udah terserah mama dan papa kalau gitu."
Adam pun menyarankan ke dua orang tua nya untuk mandi dulu sebelum beristirahat, kebetulan kamar tamu memang barusan di bersihkan seperti dan selimut juga barusan di ganti oleh pembantu Adam.
"Nanti saja Dam, kalau sudah mau tidur," jawab Eka, "tapi mama lupa gak bawa baju ganti loh Dam. Tadi mau beli juga lupa karena buru-buru pengen ketemu kamu."
"Gak apa-apa ma, ada beberapa baju Rara di sini, jadi bisa mama pinjam untuk ganti."
"Emang muat, baju Rara di pakai mama mu Dam, ukurannya saja jelas beda. Rara langsing mama mu langsung," jawab Syaputra sekaligus mengoda istrinya.
"Bisa di coba dulu pa, kalau gak muat paling nanti sobek," Adam menimpali candaan sang papa.
Membuat Eka cemberut, "kalian ini sukanya mengoda mama terus. Padahal mama sudah diet juga masih di bilang gendut."
"Diet kok BBnya masih 65 gak turun-turun," goda Syaputra.
"Mungkin karena mama agak pendek pa, jadi nampaknya gendut. Kalau mama tinggi juga tampak langsing. Iya kan ma?" Tanya Adam sambil memeluk sang mama.
Karena tinggi Aisyah memang 160 sedangkan tinggi Rara 168. Jadi kelihatan Rara lebih langsing meskipun BB mereka sama.
"Udah ma, kalau baju Rara gak muat nanti mama dan papa pakai baju Adam saja. Baju aku ada banyak kok," suami Rara menenangkan ke dua orang tuanya yang kalau kumpul suka becanda dan saling mengoda layaknya teman saja.
Saat ketiga orang itu duduk dengan santai dan bercerita di ruang tengah, beda halnya dengan Monica yang terkunci di lemari.
Wanita yang sedang di sembunyikan oleh Adam itu mendadak pengen buang air kecil, dan sialnya lagi Adam mengunci lemari sehingga membuat Monica tidak bisa keluar menyelinap dengan cantik.
__ADS_1
Monica yang tidak mungkin ngompol di lemari baju Adam mencoba membuka pintu dengan cara mendorongnya sekuat tenaga sehingga mengakibatkan bunyi gaduh di dalam kamar itu.
Panggilan alam yang tidak dapat di tahan lagi membuat pacar Marcell tidak bisa berfikir jernih. Setelah beberapa kali mendorongnya akhirnya pintu lemari Adam pun terbuka dengan sempurna.
Tidak menunda kesempatan yang ada Monica langsung berlari menuju dimana kamar mandi berada. Dan beruntung memang kamar Adam di lengkapi dengan kamar mandi pribadi sehingga Monica tidak harus keluar kamar.
"Ah...lega," pacar Marcell setelah membuang semua air kecil dalam tubuhnya yang menyiksa beberapa saat tadi.
Beda Monic, beda juga Adam orang-oranh yang ada di ruang tengah.
Eka mendadak menghentikan obrolannya ketika mendengar bunyi gaduh dari dalam kamar Adam.
"Dam apa itu? Bunyi apa itu di kamar mu?" Tanya Eka saat mendengar bunyi dug dug dug.
Mendengar perkataan sang mama seketika wajah Adam menjadi pucat karena kaget.
"Gak ada ah ma, aku gak dengar apa-apa kok," mencoba mengelak dan pura-pura tidak mendengar.
"Jangan-jangan pencurian Dam?" Imbuh Syaputra, yang langsung berdiri dari duduknya dan pergi ke kamar Adam di ikuti Eka dari belakangnya.
Adam hendak mencegah namu langkahnya kalah cepat oleh sang papa yang sudah masuk kamar dan melihat sekeliling.
Adam buru-buru masuk ke ruang ganti, dengan niat ingin mengamankan lemari pakaiannya agar tidak di buka sang papa, namun sial lemari itu sudah terbuka lebih dulu dan Eka keburu melihat membuat Adam tidak bisa mengelak lagi.
"Beneran pencurian yang masuk ke lemari mu Dam?" Tanya Eka sambil melihat lemari putranya.
Coba di periksa mana tahu ada yang hilang," tutur Eka sambil menyibak-nyibak baju Adam yang di gantung, mana tahu ada sesuatu yang tertinggal di sana tapi nyatanya kosong.
Adam mengucapkan syukur dalam hati saat sang mama tidak menemui apa-apa disana. Meski dalam hati dia bertanya-tanya kemana Monica pergi. Tapi paling tidak untuk saat ini dia masih selamat karena Monica sudah bersembunyi di tempat lain.
Selagi sang istri memeriksa lemari putranya, Syaputra pun gak mau kalah, dia mengecek jendela dan pintu balkon anaknya yang ternyata terkunci semua menandakan jika tidak ada orang keluar dari sana.
"Gak ada kan ma, pa," ujar Adam yang menuntut ke dua orang tuanya untuk keluar dari kamar.
"Mungkin suara gaduh bukan dari kamar Adam, tapi dari luar. Karena yang tinggal di apartemen sebelah itu mahasiswi dan kerjanya emang suka lari-lari kalau lewat. Buru-buru gitu," Adam menjelaskan.
Kedua orang tua itu pun percaya begitu saja dengan alasan yang Adam berikan, yang membuat keduanya melangkah menuju pintu keluar.
Namun tampaknya nasib baik sedang tidak berpihak pada Adam, saat Eka baru hendak memutar kenop pintu terdengar bunyi seseorang menyiram closed yang menandakan jika ada orang di kamar mandi.
Tidak membuang kesempatan, Eka pun berbalik arah menuju pintu kamar mandi Adam tanpa dapat di cegah.
Secepat kilat wanita berusia lima puluh tahun itu memutar handle pintu dan membukanya.
Eka membulatkan matanya, terkejut saat melihat pemandangan yang berada di depan matanya.
*****
Krik krik krik ....
Mas Adam siap-siap ya!
Jangan lupa kasih bunga mawar buat Rara ya.... Di tunggu!
__ADS_1