
Monica melangkah seraya menatap tajam kearah Adam dan Rara yang berdiri di depannya. Mata itu menyiratkan api kebenci yang begitu nyata pada pasangan suami istri yang begitu mesra, seolah jika mata itu bisa mengeluarkan api maka Adam dan Rara pasti terbakar hangus oleh Monica.
"Dasar pasangan beracun. Sukanya bikin rusak hubungan orang," desis Monica ketika berada di dekat Adam dan Rara, membuat Rara yang tidak menyadari ke datang Monica menoleh saat mendengar suara perempuan itu, sedikit keterkejutan tampak di wajahnya sebelum dia mengubah menjadi acuh.
Adam yang sejak awal melihat Monica mendekat bersikap acuh tak acuh seolah tidak melihat prempuan itu.
"Ayo sayang, kita duduk disana?" Adam menarik tangan Rara untuk pergi ketika Monica mendekati mereka. Membuat Monica ingin menguliti Adam saat itu juga.
"Yok!" Jawab Rara sambil menoleh dan memamerkan senyum terbaiknya pada Adam.
Monica yang melihat itu meremas gelas yang di pegangnya dengan kencang hingga kuku-kuku memutih.
Hubungan dia dengan Marcell hancur tak tersisa tapi pasangan yang menghancurkan malah menunjukkan kemesraan mereka di depan umum, sungguh Monica tidak bisa menerima itu. Dendam memenuhi hatinya. Dia harus membalas semua perbuatan Adam kepadanya, harus, batin hati Monica yang penuh dengan dengki.
"Lihat saja! Jika aku tidak bahagia, maka kamu juga tidak akan aku biarkan tersenyum!" Guman prempuan itu pelan.
****
Adam membawa Rara kembali ketempat duduk semula, dimana Niken dan suaminya juga sudah bergabung lagi.
"Wih, banyak banget ambil makannya. Kamu ngerampok atau gimana?" Tanya Rangga ketika melihat piring yang Adam bawa penuh dengan makanan penutup.
Tidak menjawab pertanyaan sang adik Adam hanya menyeringai tipis.
"Sini aku bantuin, takut gak habis."
Rangga kembali bersuara seraya tangannya terulur hendak mengambil bola daging dengan tusuk gigi tertancap di atasnya, namun kebasan tangan Adam lebih dulu menghalau jemari Rangga, membuat pria itu membulatkan matanya.
"Pelit amat sih!"
__ADS_1
"Ini buat istri gue. Kalau mau ambil sendiri."
"Semua?" Tanya Niken tak percaya.
"Kenapa emang? Gak boleh?"
Niken mengeleng, "gak apa-apa cuma...."
"Tenang saja. Ini belum seberapa buat kami berdua. Jika mau satu meja bisa kita habiskan," potong Adam cepat, seolah dia tahu hendak kemana arah bicara Niken.
Rara memeng bukan tipe perempuan seperti Niken yang menjaga berat badannya dengan cara pilih-pilih makanan atau mengurangi porsi, tapi istri Adam tipe perempuan yang babat habis semua makanan tanpa sisa. Meski begitu tetap saja dia langsung walaupun di banding saat gadis dulu tubuh Rara lebih berisi sekarang. Karena kini BBnya mencapai lima puluh kilo lebih. Sedangkan dulu waktu awal Menik berat badannya hanya empat puluh lima kilogram.
Hemm, ternyata Adam memang berhasil membuat Rara menjadi lebih makmur sekarang.
Perbuatannya Adam membuat dua pasangan di depannya beranjak pergi, menuju stand makanan untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan oleh sang pemilik acara, yaitu pak Dani, sebelum akhirnya kembali ke meja dengan piring masing-masing dan segelas minuman di tangan mereka.
"Aku ambil minum dulu ya!"
Adam mengaguk sekilas, memberi izin sang istri.
****
Rara mendekati meja berisi berbagai minuman. Ada berbagai macam jus, wine, soda, bir, sampanye dan votka.
Dari yang halal sampai yang haram semua tersedia. Ya, seperti kata Adam tadi karena tamu yang datang juga bukan hanya orang Indonesia saja dan mereka juga bukan muslim saja, karena itu pak Dani menyediakan banyak minum untuk menjamu para tamu. Terserah mereka pilih yang mana dia suka.
Tangan Rara terjulur hendak mengambil gelas berisi soda yang ada di dekatnya, namun gerakannya terhenti karena gelas itu keburu di sambar orang lain.
Rara menoleh kesamping, menatap siapa sosok kurang ajar yang mengambil minum miliknya.
__ADS_1
Rara memutar bola matanya malas saat melihat Monica berdiri di sebelahnya sambil menyeringai lebar.
Cepat Rara mengambil minum kemudian berlalu dari hadapan prempuan ulat itu, namun baru ************ Rara berjalan Monica sudah menghadang di depannya.
"Mau apa kamu?" Tanya Rara.
"Minggir!"
Rara mendorong bahu Monica agar menyingkir dari jalannya.
Tapi tiba-tiba tangan Monica menarik tangannya Rara dan,
"Sreet"
"Byur"
Mata Rara melebar dengan mulut terbuka, terkejut melihat apa yang dilakukan Monica.
"Apa yang kamu lakukan?" Teriak Rara saat melihat Monica menyiram tubuhnya sendiri dengan minuman dari gelas yang Rara pegangan hingga gaun kuning gading yang prempuan itu kenakan basah.
****
Terimakasih saya ucapkan kepada pembaca semua.
Karena berkat bantuan kalian semua Rara bisa mencapai level 7.
Maksih ya reader. Rara jadi terharu nih hik hik hik....ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Athor juga gak nyangka kalau bisa sampai di sini.
__ADS_1
Makasih, maksih maksih maksimal banget....