
"Ra!" Panggil Adam pelan.
Adam ikut jongkok dan menyentuh bahu Rara lembut.
Rara mendogak, menatap wajah Adam. Kemudian prempuan itu menghapus air matanya dengan kasar dan terseyum miring.
"Kenapa? Kamu mau bilang kalau aku sangat menyedihkan?
Menyedihkan karena aku telah menyerahkan hati ku pada mu dan jatuh dalam pesona mu, iya?"
Adam mengeleng.
"Aku memang menyedihkan mas, sangat menyedihkan. Bertahun-tahun bertahan dalam rumah tangga kita meski kamu memperlakukan ku separti seorang janda. Aku berusaha menerima meski kamu jarang pulang. Aku setia menunggu mu di rumah ini sendirian. Selalu percaya dengan semua yang kamu katakan. Tapi nyatanya kamu menipuku.
Ku pikir selama ini kamu mencintai ku dan menyayangi ku. Seperti bagaimana aku menyayangi dan mencintai mu. Tapi nyatanya semua itu tidak benar. Kamu tidak pernah mencintai ku, bahkan kamu menganggap aku tidak pernah ada.
Kenapa mas? Kenapa kamu begitu kejam pada ku? Apa salah ku pada mu? Kenapa kamu biarkan aku menjadi perempuan bodoh dan tolol begini? Kenapa?" Tanya Rara dengan suara lirih. Silih berganti dengan Isak tangisnya.
Tidak kah Adam tahu jika untuk Rara mencapai titik ini itu sangat sulit baginya. Untuk membuang mana Rangga dia hatinya dan mengganti dengan nama Adam itu sangat sulit. Udah membuka hatinya agar bisa mencintai Adam itu tidak mudah. Terlebih ketika mereka tidak saling kenal sama sekali. Tidak kah Adam tahu itu.
Paling tidak menghargai perjuangannya hingga mencapai tahap ini? Apakah yang menjadi korban pernikahan ini cuma cinta Adam dan Maelin saja? Apakah cintanya dan cinta Rangga juga tidak ikut di korbankan disini?
Tapi bagaimana bisa, saat dia sudah berjuang mati-matian begitu Adam menyakitinya begini? Tidak pernah mencintai nya. Padahal mereka sudah bersama selama bertahun-tahun. Kenapa Adam begitu tega padanya!
Tangis Rara yang meratapi hatinya yang terluka. Cintanya yang kandas, pengorbanan yang sia-sia dan dirinya yang tidak di akui. Membuat Rara begitu sangat benci pada Adam. Benci sekali pada orang yang bersetatus suami itu.
Rara menghapus air mata yang terus turun dan ingusnya dengan tisu secara bergantian.
"Ra!"
__ADS_1
Adam menyentuh bahu Rara, tapi tangannya langsung di tepis oleh wanita itu.
"Jangan sentuh aku, aku benci pada mu!" Bentak Rara dengan tatapan tajam menusuk Adam.
Membuat Adam mengembuskan nafas beratnya berlahan.
"Aku minta maaf!" Ucap Adam. "Maafkan aku yang sudah menyakiti mu. Yang tak bisa jujur tentang perasaan ku pada mu."
Adam menatap wajah Rara dengan sendu. Dia tahu dirinya bersalah karena masih mencintai Maelin dan masih mencari-cari wanita itu serta mengharap wanita itu datang padanya. Tapi Adam juga tidak bisa bohong jika dia nyaman dengan perasaan Rara padanya. Dia senang sikap dan perhatian dengan yang Rara berikan meski dia tidak bisa membalasnya. Katakan lah dia egois dan brengsek karena itu memang kenyataan. Adam tidak bisa melepaskan Rara begitu saja. Terlebih saat Maelin dia belum tahu dimana Maelin berada, karena nyatanya wanita itu hilang bagai di telan bumi.
Kata-kata maaf Adam bagaikan sebuah pengakuan dosa. Dan itu membuat Rara semakin terisak karenanya. Ingin rasanya dia mencabik-cabik tubuh Adam supaya pria itu tahu bagaimana sakit yang dia rasakan sekarang ini.
"Aku menyesal kenapa aku jatuh cinta pada pria brengsek seperti mu mas," lirih Rara namun masih dapat di dengar oleh Adam.
"Maaf," kata Adam lagi.
Rara menatap Adam dengan dan terseyum sinis, "Setelah sesakit ini hati ku hanya kata maaf yang dapat kamu ucapkan padaku. Semurahan itu kah aki bagimu mas?"
"Tidak kah kamu berfikir kata maaf mu membuat aku semakin terluka."
"Lalu aku harus bagaimana?" Tanya ada serius. "Aku juga sedih dengan keadaan ini, terluka dengan semuanya. Aku juga sakit melakukan semua ini. Aku ingin menerima kamu sebagai istri ku tapi aku tidak bisa.
Tidak kah kamu tahu Ra, karena pernikahan kita hubungan ku dengan dia berakhir begitu saja. Dia meninggal aku dalam keadaan menangis. Tidak kah kamu memahami bagaimana sakit hatinya saat melihat orang yang kamu sayangi bersanding dengan orang lain?"
Kita sudah bersama selam tiga tahun tapi tiba-tiba aku harus menikah dengan mu, dan qku tidak punya kesempata menolak pernikahan kita. Cobalah kamu bayangkan bagaimana sakitnya dia.
Bayangan dia menangis sesenggukan saat tahu aku akan menikah selalu menganggu ingatanku. Membuat aku selalu merasa bersalah padanya. Aku minta maaf karena tidak bisa mencintai mu, karena aku tidak ingin menyakiti Maelin untuk kedua kalinya dengan mencintai mu juga," curhat Adam.
Rara menatap Adam dengan intens. "Apakah kamu pikir hanya kamu saja yang berkorban dalam pernikahan ini mas? Apakah kamu pikir hanya cinta mu yang berakhir di tengah jalan? Apakah kamu pikir hanya Maelin saja yang terluka? Apakah kamu pikir hanya kamu saja yang merasa berat menerima perikanan ini?" Tanya Rara, "Bukan kamu saja yang berkorban mas, tapi aku juga mas. Aku juga berkorban. Cinta ku juga harus ku korban dalam pernikahan ini.
__ADS_1
Aku harus meninggalkan kekasihku yang begitu sangat aku cintai demi menikah dengan mu. Hubungan ku dengan dia selama empat tahun harus berakhir begitu saja.
'Deg'
Seketika jantung Adam berhenti berdetak ketika mendengar ucapan Rara.
"Dia harus mereka aku menikah dengan mu meski dia terluka. Aku harus menikah dengan mu meski aku tidak mau. Aku harus belajar mencintai mu meski aku tidak bisa. Aku harus melupakan dia meski itu sulit. Apakah menurut mu cinta kita tidak berarti. Tidak berharga, hah?
Bukan kamu saja yang terluka mas. Tapi aku dan dia juga terlalu. Bahkan sampai saat ini dia belum menikah karena tidak bisa melupakan ku. Dan kamu, lelaki yang aku perjuangkan ternyata tidak lebih dari pria brengsek saja. Hanya seorang lelaki pengecut yang sangat mengecewakan.
Tahu aku akan sengsara begini bagus dulu aku kabur saja dari rumah dan kawin lari sama dia, dari pada aku menikah dengan kamu yang hanya bisa menyakiti ku saja. Yang hanya membuat aku menangis dan terluka," Rara mengungkapkan itu dengan berlinang air mata dan membayangkan bagaimana sedih dan terlukanya dia dan Rangga saat itu.
Dia mengeluarkan semua, mengungkapkan semua rahasia yang selama ini dia simpan rapat-rapat. Membiarkan Adam tahu apa yang sebenarnya terjadi. Membiarkan Adam merasakan apa yang dia rasakan.
Hati Adam serasa di remas saat mendengar pengakuan Rara. Sakit sekali. Adam merasa udara di sekelilingnya telah kosong, dia sesak nafas.
Adam tidak menyangka jika Rara mempunyai kisah cinta yang lebih tragis dari dirinya. Dia pikir istrinya tidak pernah pacaran. Dia pikir Rara tidak punya kekasih mengingat perempuan itu menerima perjodohan mereka begitu saja. Tapi nyatanya.
Adam merasa dibohongi, dia merasa di tipu mentah-mentah oleh Rara.
Sakit. Itu kata yang Adam rasakan saat ini. Sangat sakit. Terlebih saat mendengar Rara mengatakan jika manatannya masih belum menikah. Masih setia menunggu dirinya.
Sebegitu besarkan cinta pria itu pada istrinya. Sampai-sampi tidak bisa melupakan Rara, pikir Adam.
Sedangkan dirinya. Maelin meninggal dia begitu saja, bahkan sampai sekarang dia tidak tahu ada dimana. Sedangkan Rara. Entah kenapa Adam menjadi gelisah setelah mendengar kejujuran Rara. Perasaannya menjadi tak menentu. Membuat dia bingung sendiri. Bukankah harusnya dia senang? Tapi kenapa sekarang dia menjadi Sedih dan terluka.
"Lalu mau mu gimana? Aku harus bagaimana?" Tanya Adam pelan.
"Aku ingin cerai."
__ADS_1
*****
...Yang seneng Rara mau cerai kasih bunga yang banyak ya....🌷🌷🌷🌷...