Cintaku Salah Kamar

Cintaku Salah Kamar
Bab 112. Rain


__ADS_3

Gery mengejar Rain dengan langkah lebar, begitu pun Rain, gadis itu berjalan cepat menuju dimana mobilnya di parkir.


"Rain tunggu! Aku bisa jelaskan!" Pinta Gery, namun tak sedikit pun Rian perduli dengan hal itu, bahkan sekertaris Adam mempercepat langkahnya hingga setengah berlari.


"Rain!"


"Lepas!" Rain menghentak tangannya yang berhasil digenggaman Gery.


"Aku minta maaf, aku tidak bermaksud apa-apa!"


"Aku tidak peduli."


Rain menarik tangannya, menekan kunci mobil hingga terdengar bib yang menandakan jika mobil telah terbuka otomatis.


Lagi-lagi Gery menahan dengan mengegam tangan Rain membuat gadis itu semakin muak.


"Lepas! Jangan sentuh aku!"


Rain menarik paksa tangannya, tapi tidak berhasil, malah dengan satu hentakan kuat Gery menarik tangan itu hingga tubuh Rain terseret dan jatuh ke pelukannya.


"Dengarkan aku Rain, semua salah paham. Yang kamu lihat itu salah paham!" Gery mencoba menjelaskan meski itu tidak akan berhasil karena jelas Rain melihat semuanya, tapi tetep saja dia tidak bisa melepaskan gadis yang sudah dia incar selama enam bulan ini pergi meninggalkannya begitu saja, terlebih saat hubungan mereka baru berjalan satu Minggu. Istilah orang pacaran masih hangat-hangatnya.


Rain tidak perduli, dia terus saja bergerak melepaskan diri dari pelukan Gery meski tidak berhasil karena tenaganya kalah kuat dengan Gery yang seorang pria.


Beruntung parkir sepi malam itu, hanya ada beberapa pria berjas hitam dan seorang satpam yang berjaga disana, sehingga pertengkaran mereka tidak menjadi tontonan gratis bagi orang lain, karena Rain tidak bisa membayangkan bagaimana malunya dia jika ada yang melihat.


Pertengkaran keduanya mengusik pendengaran seorang pria yang memiliki niat sama dengan Rain, pergi dari area pasta.


Mata pria itu memicing saat melihat seseorang memaksa mengukung wanitanya hingga terhimpit di badan mobil. Takut jika itu aksi pemerkosaan maka dia berteriak dan berlari mendekat.


"Hentikan!" Teriak pria itu, membuat Rain dan Gery sama-sama menoleh ke samping, arah suara itu berasal.

__ADS_1


Seorang pria jas warna grey menatap tajam Gery.


"Menyingkir!" Ujarnya


Dengan satu hentakan kuat pria yang tidak Rain ketahui namanya itu menendang kuat pinggang Gery hingga tubuh pria itu menjauh dari tubuh Rain.


"Apa-apaan kamu? Jangan ikut campur?!" Ucap dan ancam Gery tidak terima.


Tidak menerima protes sang mantan, pria yang Rain ketahui sebagai rekan kerjanya itu kembali menghajar Gery dengan sebuah tonjokan, juga peringatan supaya tidak melakukan perbuatan yang tidak senonoh pada wanita, membuat Gery marah karena serangan yang tiba-tiba.


Tidak perduli dengan ucapan Gery. Kesempatan saat pacaranya di hajar di gunakan Rain untuk masuk ke mobil.


Begitu melihat pria berjas abu-abu itu menoleh pada Rain karena penjelasan Gery yang mengatakan jika mereka adalah sepasang kekasih yang bertengkar, Rain mengucapkan terimakasih secara singkat lalu membawa mobilnya pergi dari parkiran, meninggalkan dua orang pria yang masih bengong tak percaya.


"Brengsek! Gara-gara kamu dia pergi!" Marah Gery.


Mantan Rain mencoba menonjok Riyan, namun gerakannya hanya menghantam udara karena murid Rara berhasil menghindar, dengan gerakan kilat Riyan balas menendang sebelah kaki Gery dari belakang hingga membuat pria itu seketika jatuh terduduk.


****


Rain menepikan mobilnya di pinggir jalan setelah di rasa sudah cukup jauh dia pergi.


Menangkupkan lengannya di atas kemudi gadis itu membenamkan wajahnya disana, Rain menangis. Meratapi nasip cintanya yang tidak pernah beruntung.


Pria yang dipacarinya selama enam tahun meninggalkan dirinya begitu saja. Sialnya lagi laki-laki yang usianya tiga tahun lebih tua dari Rain itu menikah dengan sahabatnya sendiri.


Rain benar-benar tidak tahu apa salahnya hingga pacar dan sahabatnya berhiyanat begitu. Padahal Rain yang menemani masa-masa sulit pria itu.


Masa saat kekasihnya masih menjadi mahasiswa, pengangguran hingga menjadi karyawan biasa.


Rain yang membantu mengerjakan skripsi supaya pacarannya lulus dengan nilai baik. Membantu mencarikan buku referensi untuk skripsinya. Memberi motivasi dan semangat suapaya pacarnya tidak menyerah.

__ADS_1


Bahkan Rain tidak meninggalkannya ketika pacaranya menjadi pengangguran, menjadi pekerjaan kasar, tidak dapat mentraktir makan dan memintanya membayarkan kos-kosannya karena tidak punya uang.


Rain yang membantu pria itu menyelesaikan semua tugas kantor yang di bawanya pulang, suapaya pacarnya cepat naik jabatan sehingga gajinya lebih besar ketimbang karyawan biasa. Namun balasnya sungguh menyakitkan hati.


Saat laki-laki yang dia cintai dan dia dukungan sepenuh hati sudah diangkat menjadi direktur produksi, pria itu malah datang dengan membawa undangan pernikahan dengan wanita lain padanya.


Rain yang sakit hati, mencoba balas dendam dengan menunjukkan bahwa dia bisa mendapatkan pendamping hidup yang lebih dari pacarnya sialan itu. Yang lebih tampan, lebih baik, dan lebih mapan. Tapi nyatanya semua itu hanya impian dia belaka, kenyataan tidak sesuai yang dia harapkan. Pria yang dia kencani tidak ada yang tulus mencintainya, semua hanya memanfaatkan dirinya saja.


Begitu pun Gery, pria yang Rain pikir tulus mencintainya ternyata tak lebih dari seorang buaya.


Gery yang dia kenal dari acara reuni SMA nya itu sudah menunjukan ketertarikannya pada Rain dari awal mereka bertemu, yaitu enam bulan yang lalu. Namun Rain yang enggan berurusan dengan cinta menutup hatinya dari sosok Gery dan perhatian-perhatian yang pria itu berikan.


Entah sudah berapa banyak Gery mengungkapkan perasaan cintanya pada Rain. Hingga satu Minggu yang lalu, setelah memikirkan matang-matang akhirnya Rain menerima permintaan Gery untuk menjadi pacarnya.


Rain pikir mungkin Gery memang orang yang selama ini dia cari. Pria yang bisa mencintainya sepenuh hati, tapi nyatanya tidak, bahkan belum ada sepuluh menit Rain pergi tapi pria sialan itu sudah berani minta nomor Monica dan keganjenan dengan wanita lain di belangnya. Membuat Rain tidak berfikir dua kali untuk meninggalkan si brengsek itu.


Rain menghapus air matanya yang menganak sungai membasahi pipinya.


"Sabar Rain, sabar. Selalu ada pelangi setelah mendung gelap dan hujan. Begitu pun hidup. Pasti ada kebahagiaan setelah kesedihan. Tuhan pasti punya sesuatu yang indah untuk mu diujung sana, kamu hanya perlu melangkah maju saja," lirih gadis itu menyemangati diri sendiri.


Setelah menyusut dengan tisu yang tersedia di dasbor, Rain menjalankan mobilnya untuk pulang ke rumah.


*****


Maaf baru bisa update, karena dari kemarin di kejar2 Kepsek surah ngumpulkan nilai raport. Jadi kerja rodi beberapa hari buat rekap nilai


Nah-nah.... Menurut kalian siapa yang cocok jadi pacar Rain?


a. Rangga


b. Riyan

__ADS_1


c. Adam


__ADS_2