Cintaku Salah Kamar

Cintaku Salah Kamar
Bab 23. Liburan


__ADS_3

Muak rasanya dengan sikap Adam yang selalu merasa paling benar dan suka menyalah-nyalahkan dirinya.


"Kamu gak usah lebay begitu deh. Jangan bikin aku membatalkan rencana kita buat liburan kali ini," Ucap Adam tegas.


"Siapa yang lebay, memang begitu kenyataanya? Lagipula buat apa kita liburan sekarang? Toh liburanku juga sudah batal, aku sudah ketinggalan pesawat gara-gara mas Adam. Pesawatnya sudah pergi dari tadi," tajam Rara yang emosi nya tidak juga kunjung reda.


Membuat Adam geram atas tingkah Rara.


"Astagfirullah halazim Rara ...." Adam istighfar sambil mengelus dada melihat kebodohan istrinya yang kelewat batas.


"Sebenarnya kamu itu beneran guru matematika atau bukan sih? Kok bodohnya gak ketulungan?" Tanya Adam meragukan profesi istrinya. Tak lupa tangan pria itu mendorong kening Rara kebelakang.


Membuat Rara semakin manyun.


"Yang pergi itu pesawat penerbangan jam tiga tadi dan nanti jam lima juga masih ada penerbangan ke Yogjakarta, Ra. Jadi kamu masih bisa liburan meskipun tidak satu pesawat dengan teman-teman mu itu," Adam menjelaskan kepada istrinya.


"Toh hotel tempat kalian nginap juga belum pindah ke Manado kan?"


"Ya gak mungkin dong mas, emang bisa hotel pindah tempat dalam sehari? Mas itu ngaco ngomongnya."


"Nah makanya itu, terus kenapa kamu bilang kita tidak bisa liburan? Kan Yogja juga tidak pindah ke Amerika sana."


Rara yang merasa malu akan sikap bodoh dan tololnya mencoba ngeles, mencari alasan.


"Maksud Rara itu, kalau pergi sekarang juga tidak bisa, karena tiket pesawatnya paling juga sudah habis."


"Emang kamu tahu kalau tiketnya sudah habis? Sudah bertanya? Sudah di cek?" Tanya Adam memastikan.

__ADS_1


Rara "...." Diam tidak menjawab.


"Sifat buruk kamu yang sok tahu itu harus di buang jauh-jauh. Jangan di pelihara dan dibiarkan tumbuh, apalagi sampai berkembang biak, hingga beranak pinak gitu, sangat merugikan, tahu!" Cemooh Adam yang tidak kalah dongkolnya degan Rara.


"Kalau mas tidak percaya dengan apa yang aku ucapkan, cek sendiri sana. Dari pada ngolok-olok aku terus. Yang harus di hilangkan itu bukan sifat Rara, tapi sifat egois dan sikap mas yang sangat menyebalkan itu harus di hapus kan dari muka bumi ini," balas Rara gak mau kalah.


"Kamu ini ya!" Kata Adam kesal. "Bisa tidak sih kamu itu tidak bikin aku darah tinggi? Akhir-akhir ini kamu tuh selalu saja melawan kata-kata ku."


"Itu juga semua salah mas. Sudah ah, Rara mau turun, mau nemuin Ali. Gak ada gunanya aku debat sama mas. Cepat mas buka pintunya!" Perintah Rara tak mengurangi rasa juteknya.


Meskipun Adam bilang akan mengajaknya liburan, tapi kedongkolan di hati Rara tidak hilang secepat itu, karena dia memeng sudah kelewat kesal dan marah dengan Adam.


Mungkin kalau tidak ingat dosa Rara lebih milih melihara sapi saja dari pada melihara suami model Adam yang tidak tahu diri. Dia yang salah bukan minta maaf malah ngolok-olok orang melulu.


Mereka berdua turun dan menjemput Ali dari mobil bang Haikal. Kemudian kembali lagi masuk ke bandara.


Adam membeli tiket penerbangan ke Yogjakarta untuk sore itu yang ternyata memang sudah habis sejak tadi pagi. Tapi itu untuk tiket kelas ekonomi sedang Adam membeli tiket dengan kelas satu yang masih tersisa lima kursi lagi.


"Dapat kan tiketnya," Ujar Adam meremekan keberhasilannya pada Rara dengan tujuan untuk mengejek istrinya itu, "Ayo kita cek in!"


Adam menuju ke bagian bagasi untuk mengurus koper Ali.


"Koper kamu mana Ra?" tanyanya, karena sedari tadi tampak istrinya itu tidak membawa barang.


"Ya Allah mas, koper Rara sudah terbang duluan. Kan tadi aku sudah cek in, jadi tinggal masuk pesawat saja," ujar Rara menjelaskan


"Sekarang gimana dong mas? Gimana kalau koper Rara hilang?" Tanya Rara panik.

__ADS_1


"Tenang, tidak usah cemas. Kamu kabarin saja teman mu itu, suruh ambilkan koper kamu dan membawanya ke hotel. Kita ketemu disana nanti," Adam menyarankan.


Rara mengaguk setuju, lekas dia mengeluarkan HP dari tasnya dan menelpon seseorang.


"Gak bisa mas? HP nya gak aktif," Kata Rara panik.


"Ya ampun Rara, tentu saja HP mereka tidak aktif, kan mereka di pesawat. Makanya kamu kirim chat saja, biar nanti di bacanya."


Adam tepok jidat akan kelakuan Rara yang bikin dia frustasi.


Sumpah dia menyesal kenapa selama ini Adam tidak pernah mengajak istrinya pergi jalan-jalan keluar dan membiarkan Rara selalu di rumah, sehingga membuat perempuan itu jadi udik juga aneh.


"Kan mas yang nyuruh aku hubungin mereka, makanya kau telfon. Tapi sekarang aku juga yang salah."


"Ngabarin itu kan tidak harus selalu menelpon Ra, bisa juga lewat pesan. Sudah lah kalau koper mu ternyata hilang ya biarin saja, nanti kita bisa beli lagi. Toh orang jual baju juga banyak, ada di mana-mana," jawab Adam cuek.


Dia sudah putus asa ngurusin istrinya, sehingga memutuskan tak mau pusing dengan masalah yang tidak seberapa itu.


"Ngomongnya enak banget ya, padahal semua barang-barang berharga ku ada di sana," jawab Rara judes.


Hari ini Adam memeng bener-benar sial karena sesorean mood Rara jelek melulu, sehingga istrinya itu super jutek kepadanya.


Seumur pernikahan mereka yang hampir tujuh tahun, ini adalah pertama kalinya Adam melihat Rara marah-marah padanya.


Karena selama ini Rara tidak pernah bertingkah seperti itu, atau mungkin karena mereka yang selama ini memang tidak pernah dekat sehingga Adam tidak tahu.


Jika tidak ingat semua ini karena kesalahan dia sendiri, tentu Adam tidak sudi untuk diperlakukan sedemikian rupa oleh Rara.

__ADS_1


Memang siapa dia? Buat Adam mencari perempuan yang lebih segalanya dari Rara itu mudah. Yang lebih cantik, lebih baik, lebih pintar, lebih seksi, lebih menarik dari Rara itu banyak di luaran sana. Kalau tidak ingat pernikahan mereka sudah memiliki anak mungkin Adam bakal berfikir berkali-kali untuk bertahan dengan Rara hingga sejauh ini. Apalagi dengan hubungan mereka yang LDR Sangat sulit baginya untuk selalu setia dengan Rara.


****


__ADS_2