
Ibu memberikan enam buah nasi bungkus yang tadi di beli di rumah makan dan es teh juga bener makan ringan yang tadi di belinya di jalan dan enam orang pekerja yang sedang istirahat.
"Kira-kira berapa bulan lagi sawahnya panen pak?" Tanya Adam pada pak Yatno.
Orang yang di percaya Ratna untuk mengelolah sawahnya dengan cara bagi hasil.
"Insyaallah satu bulan lagi sudah bisa panen mas. Nanti mas ke sini lagi bantuin kita panen. Sepertinya kali ini kita bakal panen besar mas."
Pak Yanto terseyum bahagia saat mengatakannya. Tentu saja, di lihat dari hijau dan lebarnya padi yang di tanam kali ini memang tampak jika hasilnya akan memuaskan.
"Alhamdulillah kalau begitu pak. Biar bisa buat kebutuhan."
"Bener mas. Butuh kita memang lagi banyak sekarang."
Adam mengangguk maklum. Karena dua periode kemarin mereka gagal panen karena hama wereng dan tikus. Bersyukur jika sekarang padi mereka jadi.
Sebagian besar masyarakat di tempat tinggal Rara memang mata pencaharian mereka dari bertani dan berdagang. Beruntung orang tua Rara punya menantu kaya yang bisa membantu saat sawah mereka tidak ada hasil. Hahaha sombong.
Senarnya tidak juga, meski tanpa bantuan Adam juga ke uangan Ratna tetap setabil. Karena ayah Rara dulu seorang PNS sehingga saat beliau meninggal istrinya dapat pansiunan dan dari sanalah sumber ke uangan ibunda Rara berasal selain dari dua petak sawah peninggalan sang suami.
Keluarga Rara memang keluarga pegawai semua, mungkin turunan gen dari ayahnya kali Adam juga tidak tahu. Tapi itulah kenyataannya.
Rara sendiri guru PNS, Furqon yang bekerja di Depnaker juga seorang PNS. Zaskia yang menjadi bidan desa di Lampung juga PNS.
Cuma Lani mungkin yang kurang beruntung hingga sekarang setatusnya masih guru honorer. Lani memang guru bahasa Inggris di SMP desa sebelah, berkali-kali dia daftar PNS gak pernah jebolan, sampai umur tidak memungkinkan dia untuk ikut berpartisipasi lagi.
Meski begitu usaha ketring kuenya cukup maju. Dengan omset perbulan lebih dari sepuluh juta.
Sedangkan Alan. Satu-satunya anak lelaki pak Heru tidak tertarik dengan PNS yang kata dia gajinya kecil. Sebagai kepala rumah tangga tidak cukup jika penghasilannya cuma segitu.
Setelah puas melihat padi yang mulai berbuah juga berbincang-bincang kepada pekerja yang siang itu matun (mencabuti rumput di sawah mereka pulang ke rumah, karena Hari uga sudah siang.
"Mampir ke sekolah Wahid dulu ya dam, jemput dia!" Pinta sang ibu.
Adam mengangguk setuju. Kemudian membelokkan motor Vario merah sang mertua menuju ke sekolah keponakannya.
Mereka tiba di rumah bareng dengan Alan dan Furqon yang baru pulang juga.
__ADS_1
"Kok sepi? Kemana mereka? Apa mereka pada pergi?" Tanya Alan saat melihat pintu rumah mereka tertutup seperti tak berpenghuni.
"Tapi pintunya tidak di kunci."
Adam yang mencapai pintu duluan memberitahu.
"Mungkin pada tidur siang," Ratan memberitahu.
Mereka berlima masuk ke dalam rumah, bersama dengan Wahid yang ikut di belakang mereka.
"Lapar nih! Ibu masak apa?" Tanya Alan sambil nyelonong ke ruang makan.
"Gak tahu. Tadi saat ibu pergi ibu belum masak. Mungkin Rara yang masak."
Alan yang memang tahu kebiasaan istrinya mengangguk setuju.
"Mantap nih paklek," ujar Wahid yang lebih dulu sampai di meja makan saat membuka tudung saji.
"Apa menunya le?" Tanya Alan sambil menghampiri sang ponakan.
Ada sayur bayam, lele goreng, sambil terasi, kerupuk udang dan juga ayam semur dan gule rebung kemarin sore.
Rara yang tahu jika Adam dan Ali tidak suka makan sayur nget-ngetan memilih membeli lele di rumah Jamal untuk anak dan suaminya, yang kebetulan tetangga depan rumah itu punya kolam lele.
Kata istrinya tadi pagi saat Adam bertanya dia lagi ngapain dan Rara menjawab, nyuci lele. Beli lele di tempat mas Jamal itu enak, orangnya mau bersikan sekaligus, jadi sampai rumah aku tinggal nyuci dan kasih bumbu.
Adam yang mendengar cuma bilang iya. Lalu pergi ke kamar mandi tanpa komentar.
"Cuci tangan dulu!" Hardik ibu pada anak, cucu dan mantunya yang sudah ambil posisi di meja makan.
"Dan kamu Wahid, taruh tas mau ke rumah dulu ganti baju baru makan!" Tegas Ratna pada cucunya yang berusia sepuluh tahun itu.
"Nek aku sudah lapar!" Wahid protes dengan wajah memerasnya.
"Udah taruh tas dulu nak. Nanti kesini. Tenang saja papa tunggu kok!"
Furqon yang duduk di sebelah putranya pun mengikuti saran mertuanya. Membuat Wahid berdecak kesal. Meski begitu anak Lani tetap beranjak dari duduknya. Dengan menghentak kan kaki dan membawa tas sambil males-malesan bocah berseragam merah putih itu pulang ke rumah yang hanya berjarak sepuluh meter dari rumah Ratna.
__ADS_1
Sedangkan Adam, lebih memilih kembali ke kamar ketimbang langsung duduk di meja makan.
Niatnya untuk menganti kemeja dengan kaos oblong sekaligus menelpon Rara ada di mana sang istri sekarang.
Tapi nikmatnya batal saat melihat istrinya tidur bersama tiga anak kecil di kiri kanan tubuhnya. Wajahnya yang tenang membuat Adam tidak tega untuk mengusik sang istri.
"Tok tok tok!"
Pintu kamar Rara di ketuk dari luar saat Adam baru membuka sebagai kancing kemejanya.
Pria itu menghentikan aktivitasnya dan berjalan menuju pintu.
"Ada apa mbak?" Tanya Adam saat melihat Zaskia berdiri di depan pintu kamarnya.
"Rara kemana?" Tanya Zaskia.
"Ada di kamar dia lagi tidur."
"Ada apa memang nya?
"Kamu dan Rara di panggil ibu suruh makan siang bareng," Zaskia menyampaikan pesan yang di minta oleh mertuanya.
Adam mengangguk, "kalian makan saja dulu. Aku nanti saja bareng sama Rara."
Tolak Adam pada perempuan yang di lihat dari wajahnya tampak baru bangun tidur meski sudah cuci muka.
Adam enggan jika makan sendiri tanpa ada istrinya disana. Karena nanti siapa yang akan melayani dia, sedangkan menyendok nasi sendiri di depan mertua dia merasa segan. Meskipun Ratna biasa-biasa saja. Toh Furqon juga biasa begitu. Datang ke rumah Ratna langsung makan jika di rumah sendiri Lani belum masak. Tapi entah kenapa Adam tidak bisa bersikap seperti itu.
******
Maaf kemarin gak Update karena sibuk.
Untuk beberapa hari ke depan update nya agak slow ya soalnya author lagi sibuk persiapan ujian semester.
Mungkin liburan besok bisa kasih doble up yang banyak. Meski begitu saya usahakan untuk up jika ada waktu.
Makasih 🙏🙏🙏
__ADS_1