Diary Sherry

Diary Sherry
Vermouth_Rahasia Henry


__ADS_3

...(Aku Sherry. Gadis yang mengalami sebuah takdir aneh. Jiwaku tertukar dengan seorang gadis lain. Saat ini jiwaku terperangkap dalam tubuh seorang gadis bernama, Vermouth.)...


.......


.......


.......


"Apa maksudmu? Apa karena Ve adalah putrimu sendiri?" Gio palsu tersenyum meremehkan. Henry terdiam. Relly dan Sherry yang ikut dalam barisan mereka mendengar dugaan Gio. Dugaan penjahat itu terdengar aneh dan lucu. Namun, karena Henry terdiam agak lama, Sherry dan Relly memfokuskan telinga untuk ikut mendengarnya.


"Ya. Ve sebenarnya adalah putriku." Pengakuan ini jelas adalah hal baru yang di dengar mereka. Gio dan Henry terus saja melangkah menjauh dari ruang makan. Relly dan Sherry saling berpandangan. Mereka sungguh terkejut.


"Merunduk!!" Tiba-tiba sebuah teriakan membuat semua menegang. Relly langsung memaksa tubuh Sherry merunduk seperti yang di perintahkan. Tangannya memeluk gadis ini untuk melindunginya. Aska dan yang lainnya mengikuti apa yang mereka berdua lakukan.


Beberapa tembakan melesat dan menimbulkan suara bising yang memekakkan telinga. Semua merunduk berusaha menghindar dari tembakan. Tindakan spontan bila terdengar suara tembakan.


"Ada tembakan dari arah taman!" teriak Erick lagi. Semua menoleh pada arah yang di sebut sambil merunduk. Sepertinya anak buah Gio muncul lagi. Kepala Gio mengikuti asal tembakan tadi.


Gelap. Tidak jelas itu siapa. Tidak bisa di pastikan juga mereka ada berapa orang, tapi pasti ini adalah suatu pencerahan bagi Gio. Karena setelah tembakan itu, muncul teriakan.


"Lepaskan Gio! Kalau tidak orang-orangku akan menembaki kalian hingga tubuh kalian berlubang!" teriakan terdengar dari semak-semak. Gio sendiri kebingungan itu siapa. Bola matanya berusaha mencari tahu siapa itu. Namun dia senang ada anak buah yang bisa di andalkan. Ini adalah harapannya terakhir untuk tidak di giring ke dalam bui. Bibir Gio menyeringai senang.


Relly cemas. Apalagi tidak ada tanda-tanda keluarganya ada di luar. Kemana mereka?Berapa anak buah lagi yang masih berada di sini? Bukankah semua sudah di bekuk oleh orang Erick dan Henry?


Tiba-tiba terdengar suara perkelahian di dalam semak-semak itu. Lumayan lama. Hingga membingungkan orang-orang yang sedang merunduk ini. Tak lama kemudian suara perkelahian lenyap perlahan. Di gantikan oleh sebuah suara. "Mereka sudah berhasil di lumpuhkan, kalian bisa berdiri!" Setelah mengatakan itu muncullah Hansel dari balik semak-semak bersama beberapa orang-orang Erick yang ikut bersama pemuda ini.

__ADS_1


"Hansel ...," gumam Sherry lega. Relly yang melongok juga menghela napas lega. Semua berdiri kemudian.


"Kemana orang-orangku?!" teriak Gio panik. "Kenapa tidak ada penyerangan lagi?" tanya pria ini kebingungan dan gusar. Tubuhnya bergerak-gerak cemas.


"Orang-orangmu? Itu hanya beberapa orang yang masih nekat saja. Keberadaan mereka tidak akan membuat kubu kita kalah." Hansel memberikan penjelasan. "Mereka ada di belakang semak-semak dan babak belur." Hansel menunjuk ke arah semak-semak dimana dia muncul tadi.


"Bagaimana dengan tuan besar?" tanya Erick pada anak buahnya.


"Tuan besar ada di dalam mobil tuan Daniel yang di jaga oleh orang-orang kita." Salah satu anak buah Erick memberikan keterangan.


"Jadi mereka selamat?" tanya Relly.


"Iya, Tuan Muda."


"Ya. Ve ada di dalam mobil terpisah bersama yang lain," jawab Hansel.


"Bawa orang palsu ini dalam mobil kita," perintah Henry pada orang-orangnya. "Apakah kalian sudah menghubungi polisi?"


"Sudah Tuan. Mereka sedang menuju kemari." Benar kata orang ini. Tak lama setelah Gio di amankan dulu di dalam mobil milik Henry dan di jaga ketat, mobil polisi datang.


"Syukurlah semua bisa selamat," ujar Sherry merasa lega. Aska sudah merebah di atas tanah sejak tadi. Karena mengikuti kakaknya, dia kelelahan juga. Ada rasa khawatir saat meninggalkan ibu di rumah. Namun dia percaya tidak ada apa-apa dengan ibunya.


"Aku ingin bertanya pada Anda, Tuan Henry." Sherry mendekati Henry yang masih berdiri di luar mobil. Pria paruh baya itu menoleh.


"Kamu ingin bertanya soal apa?" tanya pria ini ramah.

__ADS_1


"Apakah benar Ve adalah putri Anda?" tanya Sherry ingin kejelasan. Hansel yang baru pertama mendengar kenyataan ini sangat terkejut. Dia memandangi Henry dengan seksama.


Pria ini tersenyum. "Kenapa kamu begitu penasaran?" Namun bukan hanya Sherry yang ingin kejelasan dari pernyataannya tadi. Relly dan Aska juga sedang melihat ke arahnya. Apalagi Hansel. Seperti sedang menunggu jawaban akurat dan pasti. "Ya. Ve adalah putri kandungku." Meskipun sudah dengar tadi soal pengakuan ini, mereka semua tetap saja merasa terkejut.


"Jadi, benar amplop putih itu berisi soal tes dna Anda dan Ve?" tanya Sherry membuat Henry menautkan kedua alisnya. Ketiga cowok disana memandangi Sherry. Tidak menyangka gadis ini sudah tahu soal itu.


"Kamu ... menyelidikiku?" tanya Henry tanpa ada raut wajah marah di sana. Hanya rasa heran.


"Maaf." Kepala Sherry menunduk dan melirik ke arah Relly. Cowok ini menepuk punggung Sherry pelan. Aska hanya menipiskan bibir melihat itu. Ya. Karena dia dan Relly pernah mencurigai pria ini adalah penjahat, ada juga penyelidikan pada rung kerja pria paruh baya ini. Sherry yang pernah berkeliaran di kantor perusahaan SMART sempat menemukan amplop putih itu. ( BAB 73. Amplop Putih )


Dia sudah membaca semua isi tes itu. Gadis ini tidak begitu paham tulisan-tulisan keseluruahnnya. Hanya saja tulisan yang di cetak tebal itu menyebut Henry adalah ayah biologis Ve. Namun semua itu lenyap karena dia hampir terbunuh dan sibuk dengan jiwanya yang kembali pada cangkang aslinya.


"Mama Ve adalah kekasihku yang ternyata hamil saat aku pergi meninggalkannya dulu. Dengan mengetahui hal itu, kakakku menikahinya. Namun setelah aku kembali dan bekerja di perusahaan keluarga, kakakku tidak memberitahu sama sekali soal keberadaan Ve dan identitas aslinya. Aku yang tiba-tiba selalu gelisah saat melihat Ve jadi mencari tahu. Aku ingin melakukan tes dna. Namun itu sulit karena Gio melarangku mendekati Ve yang di akuinya sebagai putri kandung." Henry menceritakan kenyataan itu dengan wajah penuh dengan kenangan yang terpendam.


Sherry mulai paham arti ketenangan hatinya saat bertemu Henry. Ketika jiwanya ada pada tubuh Ve. Meskipun itu adalah pertemuan pertama dia dan tuan Henry, tapi hatinya mengatakan bahwa mereka punya suatu ikatan batin sebelumnya.


"Syukurlah jika ternyata Anda adalah papa kandung Ve. Dengan begitu, dia masih punys keluarga yang memang punya ikatan darah dengannya. Itu berarti dia tidak sendirian." Sherry jujur akan kata-katanya. Dia merasa lega dan ikut bahagia.


"Ve, punya teman yang baik. Aku berterima kasih." Henry tersenyum ramah.


"Jadi Ve akan tinggal dengan Anda?" tanya Hansel.


"Soal itu aku tidak tahu. Tergantung dia menyanggupinya atau tidak. Karena dia juga punya keluarga baru. Julia dan Daniel." Benar. Meskipun tiri, mereka berdua sudah begitu dekat dengan Ve.


__ADS_1


__ADS_2