
...(Aku Sherry. Gadis yang mengalami sebuah takdir aneh. Jiwaku tertukar dengan seorang gadis lain. Saat ini jiwaku terperangkap dalam tubuh seorang gadis bernama, Vermouth.)...
"Belumlah cukup kita saling mengenal. Belum puas aku menunjukkan ketertarikanku padamu. Karena kamu masih bersikap datar kepadaku. Bangunlah Sherry ... cobalah untuk lebih memahamiku. Dengan begitu kamu akan paham aku begitu peduli padamu."
Tubuh itu tidak bergeming sama sekali. Relly menghela napas berat. Tubuh cowok ini beranjak mendekat ke jendela.
Dia tidak bisa melihat saat perlahan ujung jari tubuh ini bergerak. Relly sudah merasa frustasi sambil melihat keluar jendela. Dari ujung mata tubuh yang terbaring ini mengalir sebulir air mata. Mengalir membasahi pipi. Apakah dia bisa mendengar Relly bicara?
Ponsel Relly berdering.
"Apa ada jejak lagi di tempat kejadian tentang apa yang terjadi pada Sherry?" tanya Relly pada Erick lewat ponselnya.
"Tidak. Namun aku mendengar kabar lain soal gadis itu."
"Kabar lain? Apa?" buru Relly ingin tahu.
"Gio melaporkan kejadian ini pada polisi. Dia juga melakukan pencarian sendiri. Orang itu tengah mencari putra dan putrinya yang menghilang tanpa jejak. Apa yang sebaiknya kamu lakukan?"
"Tidak ada."
"Tidak ada? Ini menjadi masalah serius kalau keluarga mereka tahu kamu mengurung mereka di rumah sakit ini, Rel." Erik terdengar tidak setuju.
"Aku menyelamatkan mereka berdua. Sherry dan Daniel. Aku tidak mengurung mereka. Disini mereka mendapatkan perawatan terbaik."
"Aku tahu, tapi kamu menyembunyikan mereka dari keluarganya. Itu berarti kamu sedang melakukan hal yang melanggar hukum. Melakukan sesuatu yang tidak punya ijin atas mereka dari keluarganya. Ini tindakan kriminalitas, Relly ... Apalagi Gio sedang mengusahakan polisi bahkan orangnya sendiri untuk mencari mereka. Tuan besar akan marah jika tahu kamu melakukan ini. Aku tidak bisa membantumu jika tuan besar mengetahuinya."
"Aku akan bertanggung jawab atas semuanya Erick. Jangan khawatir, aku tidak akan melibatkanmu jika papa tahu."
"Aku tahu, tapi aku juga tidak ingin kamu mendapatkan hukuman dari tuan besar. Aku khawatir."
"Terima kasih atas rasa khawatirmu. Namun aku tetap harus menyembunyikan mereka berdua sebelum tahu dengan pasti kejadian yang menimpa mereka."
Relly menutup ponsel. Merenung dan menerawang sejenak, kemudian kembali duduk di kursi di dekat ranjang rumah sakit.
"Aku tidak bisa memberitahu keluargamu, Sherry. Tidak bisa. Banyak hal yang tidak di mengerti orang lain karena itu dirimu. Jiwa baru yang membuatku tertarik padamu. Tidak akan ada orang yang mengerti soal itu."
Ujung jari tubuh itu bergerak lagi. Kali ini Relly bisa melihat pergerakannya. Dia tahu. Saat itu Relly menyadari bahwa gadis ini usai meneteskan airmata tadi.
"Kamu menangis Sherry?" Tangan Relky mengusap bekas airmata itu. "Kamu bisa mendengar aku bicara?" tanya Relly takjub. Jari itu bergerak lagi. "Bangunlah, Sherry. Bangun. Aku disini menunggumu. Aku siap menunggu matamu terbuka."
Satu persatu anggota tubuh gadis itu merespon. Relly merasakan dadanya membuncah karena senang. "Kamu bisa Sherry. Bangunlah."
Perlahan kelopak mata itu bergerak. Relly menunggu dengan debar jantungnya yang berantakan. Bergerak lambat dan akhirnya bisa terbuka. Mata itu memandangnya.
__ADS_1
"Relly...," ucap gadis ini lemah.
"Sherry, kamu sudah bangun." Relly menyentuh pipi gadis ini dengan haru. Dari bola mata gadis itu, air mata mengalir deras. Begitu deras hingga Relly tak sanggup melihatnya. Dia juga rindu gadis ini.
"Aku begitu merindukanmu, Sherry ...," bisik Relly. Tangisan tanpa suara dari mulut gadis yang terbaring itu mampu menerjemahkan bahwa dirinya juga merasakan hal yang sama.
...----------------...
...----------------...
Dokter sudah memeriksa tubuh Sherry lagi. Mereka mengatakan semuanya berkat Relly yang tidak lelah mengajak berbicara pasien. Itu mampu membangkitkan otak mereka yang tidak bekerja. Setelah selesai, Relly di perkenankan masuk ke dalam kamar.
Dengan sedikit tergesa, kaki Relly mendatangi ranjang. Mata gadis itu memandang Relly dari atas ranjangnya dengan banyak perasaan. Relly tersenyum.
Namun kemudian dia sedikit merasa aneh. Tatap mata itu terlalu lembut dan penuh cinta. Tatapan mata gadis yang sudah lama koma ini sedikit berbeda.
Bukankah menyenangkan jika di tatap penuh cinta oleh orang kita cintai? Itu menunjukkan cinta kita berbalas. Cinta kita tidak bertepuk sebelah tangan. Namun mengapa justru membuat Relly gelisah?
"Kamu sudah bisa bangun? Aku senang." Relly mencoba mengabaikan perasaan aneh yang di tangkap hatinya barusan.
Bibir gadis itu tersenyum dengan mata sedikit menunjukkan kegugupan. Apalagi saat Relly menggenggam tangannya. "Aku senang bisa melihatmu membuka mata lagi, Sher. Ini sangat membahagiakan. Aku cukup lama menunggu waktu seperti ini."
"Relly."
"Terima kasih."
"Jangan berterima kasih. Jika mau, cobalah untuk menyukaiku seperti aku meyukaimu." Mata itu berbinar saat Relly mengatakannya. Ada rasa takjub, bahagia yang sangat terbaca.
Apakah sekarang Sherry mulai bisa menerima hatinya?
Perasaannya campur aduk. Ada apa ini? Relly justru resah dan gelisah. Padahal saat ini gadis ini sudah membuka mata. Gadis ini bangun dari koma.
"Kamu bisa beristirahat dulu, Sherry. Aku akan keluar sebentar. Aku pasti kembali. Jika ada perlu panggil pengawalku di luar. Mereka akan memberitahuku." Relly mengusap rambut Sherry dan beranjak keluar.
"Erick cepat datang kerumah sakit. Aku ingin keluar. Tolong jaga Sherry."
"Baik."
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
Ada apa denganku? Mengapa hatiku tidak sesuai dengan apa yang aku ucapkan? Bukankah ini momen membahagiakan saat Sherry sudah bisa bangun dari koma. Namun kenapa aku justru merasa hampa?
Hh ... Relly menghela napas. Erick memberitahu bahwa dia sudah berada di kamar Sherry lewat ponsel.
Relly menyalakan motornya dan keluar dari rumah sakit. Entah mengapa dia ingin pergi dari rumah sakit dimana ada gadis yang di cintainya di sana? Ini berkebalikan dengan apa yang dia bayangkan selama gadis itu koma.
Karena Relly menjalankan motornya tanpa arah, dia pergi ke tempat yang lumayan sepi. Saat itu dia melihat ada gadis tengah di hadang beberapa cowok. Relly menghentikan motornya dan menghampiri.
"Apa ada masalah disini?" tanya Relly yang membuat semua orang menoleh padanya.
"Siapa dia?" tanya salah satu mereka. Semua mengedikkan bahu tidak tahu menahu soal cowok yang tiba-tiba saja datang tanpa permisi. Mata gadis yang di hadang itu membelalak karena terkejut. Relly?!
"Aku hanya numpang lewat. Melihat kalian berlima sedang ada perlu seorang gadis, aku jadi ingin ikut juga. Apalagi ...." Mata Relly melihat ke arah gadis yang menunduk itu. "Apalagi ... sepertinya kalian tidak berniat baik padanya."
"Apa urusanmu? Kalau mau lewat, lewat saja. Tidak perlu mengurusi orang," kata mereka gusar.
"Tidak bisa. Kalau niat kalian buruk aku wajib ikut campur."
Sial! Kenapa dia muncul di waktu tidak tepat!
"Hahahaa ... kamu pikir dia cewek seperti apa? Dia cewek sialan tahu?!" teriak mereka tertawa meremehkan keikutsertaan Relly mengurusi urusan mereka. "Jika kamu juga mau di hajar, kita kabulkan. Hajar saja mereka berdua."
Bodoh. Kamu tidak perlu datang sebagai pahlawan. Aku bisa mengatasinya sendiri, Sherry berulang kali menggerutu.
**
Bisa di prediksi, mereka berlima kalah. Sherry memeriksa. Dia selamat, dompet dan ponsel juga selamat. Terakhir, kresek belanjaan juga selamat. Itu di beli dengan uang jajan yang tidak seberapa. Jika tidak selamat juga, meranalah Sherry.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Relly setelah sudah lama memperhatikan gadis di depannya.
"Ya," sahut Sherry singkat. Rupanya, jika tidak di tegur, gadis itu tetap saja hanya diam sambil memeriksa dirinya sendiri.
"Kamu, anak SMA merdeka kan? Satu kelas denganku."
"Iya."
"Kenapa berkeliaran malam-malam?"
"Bukan berkeliaran. Aku sedang belanja." Sherry menunjukkan kresek mini market berisi belanjaan. Sepertinya Sherry tidak setuju di sebut berkeliaran.
"Itu berarti rumah kamu di sekitar sini?" Relly melihat gang-gang di sekitar. Menerka-nerka dimana rumah gadis ini.
Karena bibirnya sempat kelu. Sherry diam. Tidak banyak kata yang perlu di ucapkan.
Bagaimana bisa muncul Relly di tempat ini?
__ADS_1