Diary Sherry

Diary Sherry
Penggemar Relly


__ADS_3

...(Aku Sherry. Gadis yang mengalami sebuah takdir aneh. Jiwaku tertukar dengan seorang gadis lain. Saat ini jiwaku sedang terperangkap dalam tubuh seorang gadis bernama, Vermouth. )...


Tapi Aska juga sangat lega. Kebimbangan antara percaya atau tidak bahwa gadis cantik yang juga korban kecelakaan itu adalah kakaknya terjawab. Dia memang mulai sedikit percaya setelah menelusuri riwayat kecelakaan. Tapi dia ingin lebih banyak bukti yang menyatakan Sherry ada dalam tubuh cantik ini. Dan malam ini Aska menyaksikan kegilaan gadis itu yang mengejar jambret sungguh gaya khas milik Sherry.


Sherry merasa sangat bahagia saat ini. Pertemuan dengan Aska menambah tambahan daya bagi baterai kekuatannya.


Aku tidak sendirian...


Mantra yang selalu di rapalkan saat bangun dan akan tidur benar terwujud.


Aku ingin ada orang yang mengenali Sherry walaupun itu memakai tubuh Ve.


Rapalan mantra selanjutnya juga sudah ada yang mengisi. Pertama Elda. Kedua Aska. Sherry merasa dalam keadaan yang benar 'sempurna'. Kebahagiaannya meningkat pesat. Dan tadi pagi Ibu tiri juga tidak sempat mengomel karena terus saja ada Tuan Gio.



Siang ini dia sedang duduk sendirian di taman sekolah sambil memakan snack. Jam makan siang di gantikan dengan snack dan minuman sehat. Enaknya menjadi Ve adalah uang jajan yang banyak dari Papa. Kalau dari Ibu tiri jelas sedikit. Karena dia tidak memperdulikan gadis ini.


Sherry bisa membeli semua snack kesukaannya tanpa peduli uangnya menipis. Itu juga yang menambah kebahagiaan Sherry.


"Ve, Relly sedang mencarimu," kata seorang cewek dengan nama Dessy di papan nama di dadanya berdiri mendekatinya. Sherry tidak paham siapa dia, tapi karena dia menyebut nama Relly, Sherry yang duduk sendirian di taman sekolah beranjak berdiri. Lalu mengikuti cewek tadi.


"Memangnya Relly kenapa? Kok enggak muncul sendiri. Bahkan nyuruh kamu," tanya Sherry sambil memakan snack di tangannya. Cewek tadi tidak menjawab. Hanya jalan saja di depan Sherry.


Apa Relly bilang jangan memberitahu padaku? Soal apa ya, sampai seserius ini. Tapi itu cowok memang lebih banyak seriusnya daripada santainya.

__ADS_1


"Kau mau makan kueku?" tawar Sherry menyodorkan snacknya. Cewek itu menggeleng lemah. Dengan tidak berprasangka buruk, Sherry masih mengikuti cewek tadi. Kaki mereka melangkah menuju gedung belakang sekolah. Kening Sherry berkerut. Otaknya mulai berpikir keras.


Kenapa Relly repot-repot berada di sini? Apa maksud cowok itu sih.


Sherry menatap ke sekitar. Sepi dan sunyi. Sherry merasakan ada yang aneh. Dan gadis ini mulai bisa membaca keadaan sekarang. Tapi dia tetap mengikuti anak itu. Dia ingin tahu kelanjutan dari perjalanan mengikuti cewek di depannya ini. Apakah menuju kesenangan atau menuju kesengsaraan? Sherry bukan penakut seperti Ve. Adrenalinnya justru meningkat.


"Hei, Gadis itu," tunjuk Dexy yang sedang berada di toilet belakang yang letaknya ada sebelum di belokan gedung belakang. Dia melihat Sherry melintas dengan seorang cewek. Hansel coba memperhatikan dengan jelas. Ternyata benar! Dia gadis di atap itu. Vermouth. Mereka berdua sedang menuju ke gedung belakang yang di jadikan aula sekolah. Di balik gedung ini sering di jadikan tempat anak-anak nakal sedang merokok.


"Mau apa dia kesana? Dia cewek seperti 'itu'?" tanya Hansel.


"Tidak. Dia anak baik-baik," jawab Eliot.


"Anak baik-baik yang berani bersikap santai di depan Hansel?" tanya Dexy setengah mengejek.


"Memangnya semua anak baik di sini membenci atau takut kepada Hansel? Enggak bukan?" Eliot balik nanya. Dexy tersenyum kecut.


Di belakang gedung, tiga orang cewek sedang menunggu. Ternyata tidak ada Relly di sana.


"Mereka yang sedang mencarimu," kata cewek bernama Dessy sambil menunduk ketakutan. Hei... kalian sengaja memancingku ke sini dengan memakai nama Relly? Sherry mulai memahami cerita sebenarnya. Tapi siapa mereka?


"Pergilah! Tutup mulutmu. Jangan sampai ada yang tahu kita berada di sini. Kalau apa yang kita lakukan disini sampai di ketahui orang, aku akan mencarimu. Karna hanya kamu yang tahu. Kau akan mengerti bagaimana nantinya bila mengkhianati kita," ancam seorang cewek dengan rambut pendek. Sherry melihat ke arah Dessy yang sedang ketakutan.


"Ba-baik," jawab Dessy dengan gemetar.


"Cepat pergi!" gertak cewek yang berambut panjang. Dessy segera berlari menjauh meninggalkan Sherry. Di jalan, Dessy melihat tiga cowok yang berjalan ke arah yang sama dengan dia tadi. Dessy hendak minta tolong, tapi setelah tahu siapa yang sedang berjalan, Dessy mengurungkan niatnya lalu pergi.

__ADS_1


Sekarang mereka bertiga fokus melihat Sherry. Dengan memicingkan mata layaknya mafia melihat hasil tangkapan, mereka melihat Sherry yang berdiri dengan tenang sambil makan snack.


"Kamu, yang selalu berada di sekitar Relly?" tanya rambut pendek. Meskipun soal Relly yang mencarinya itu bohong, tapi tetap saja ini ada hubungannya dengan cowok itu.


"Tidak," jawab Sherry. Karena kenyataannya dia memang tidak selalu berada di sekitar cowok itu. Mungkin Ve memang seperti itu. Selalu mengikuti Relly tanpa di ketahuinya. Seperti penggemar yang lagi stalking idolanya.


"Tidak?" cewek rambut pendek heran. Kedua cewek membisikkan sesuatu.


"Kamu Ve kan? Cewek yang tergila-gila dengan Relly. Cewek yang tanpa malu selalu menatap Relly dengan penuh cinta meskipun tidak pernah di balas olehnya." Sherry memutar matanya kesal. Kisah itu lagi. Dasar mereka berdua. Ini gara-gara Ve yang terlalu cinta ke Relly. Dan juga gara-gara cowok itu terlalu dingin ke Ve. Sialan mereka berdua.


"Tingkahmu itu sangat mengganggu," kata cewek-cewek itu. Sherry mendengarkan dengan malas. Yang di ganggu siapa, yang merasa terganggu siapa. Penggemar Relly garis keras nih. Padahal Relly sendiri tidak merasa terganggu. Mungkin... Melihat Relly masih enjoy saja dengan cerita Ve yang suka ke dia. Bahkan bisa bersabar melihat tingkah menyebalkan Ve, itu pertanda itu cowok tidak terganggu.


Cewek berambut pendek langsung mendorong tubuh Sherry tanpa aba-aba. Yang pasti membuat gadis ini tersungkur ke tanah. Snack di tangannya lepas. Mata Sherry menatap snacknya dengan iba. Sempat-sempatnya mengasihani makanan di saat tubuhnya tersungkur di tanah.


Dua orang cewek lainnya sedang berdiri dengan pongah mengitarinya. Seorang cewek terlihat sedang membawa gunting. Mau apa mereka. Lalu dua cewek tadi menarik tubuh Sherry yang tersungkur untuk berdiri dan memaksa tubuh Sherry membungkuk.


Byurr! Rambut Sherry di siram dengan air seember kecil. Rambut panjang Sherry menjadi basah. Namun tidak basah semua karena Sherry berhasil menggerakkan tubuhnya saat di siram.


"Aku akan memotong rambut indahmu," ancam salah satu dari mereka. Kurang ajar! Mereka tidak main-main. Sherry sempat lengah tadi karena berpikir mereka tidak akan seekstrem ini. Ternyata ini sudah level tingkat tinggi perisakannya.


Ketiga cowok yang membuntuti tadi mulai muncul di balik gedung. Mereka sudah melihat Sherry dengan rambut basahnya.


"Kita harus menolong," pekik Eliot yang tepat berada di belakang Hansel. Namun Hansel sudah melesat duluan sebelum komando dari Eliot tadi. Dia ingin segera menolong gadis itu.


"Aaghhh!!" terdengar teriakan nyaring.

__ADS_1



__ADS_2