
...(Aku Sherry. Gadis yang mengalami sebuah takdir aneh. Jiwaku tertukar dengan seorang gadis lain. Saat ini jiwaku sedang terperangkap dalam tubuh seorang gadis bernama, Vermouth. )...
.......
.......
.......
"Kamu siapa?" tanya orang itu.
"Aku adik dari salah satu korban,"
"O ... Kau pasti adik dari gadis yang punya rambut agak kemerahan itu. Rambutmu sama. Apa yang kau cari? Bukankah kasus kecelakaan itu sudah selesai?"
"Aku ingin bertemu dengan gadis yang satunya."
"Tentang apa?" tanya orang itu ingin tahu. Aska tersenyum.
"Kakakku ingin tahu keadaannya. Apakah dia juga tidak apa-apa," kata Aska mencoba mencari alasan yang tepat agar tidak di curigai. Lelaki itu mengangguk paham. Lalu dia memberi alamat.
"Aku kurang tahu persis yang mana, tapi cobalah datangi perumahan Milenia itu," ucap sopir ambulan itu
"Terima kasih."
Lalu Aska bergegas menuju Komplek perumahan elit itu. Rumah di sana besar-besar dan bagus. Setelah mencari agak lama karena tidak begitu paham, akhirnya Aska menemukan blok yang di cari. Menurut lelaki tadi warna rumahnya adalah abu-abu muda. Dan ternyata ada tiga rumah dengan warna abu-abu muda.
Aska mencoba menerka. Sekelebat bayangan dia bisa di usir jika tidak jelas tujuan masuk ke rumah itu melintas. Alasan apa yang akan di sampaikan saat bertemu dengan orang rumah itu? Aska ragu. Dia hanya bolak-balik yang justru membuat curiga orang-orang yang lewat. Namun karena dia masih memakai seragam sekolah, mereka hanya berpikir Aska hanya anak sekolah sedang mencari rumah temannya.
Saat itu Sherry baru pulang dari jalan-jalan. Din! Mobil di klakson agar penjaga rumah tahu ada yang datang. Di depan pagar rumah ada seseorang berdiri di sana. Sherry hapal siluet tubuh itu..
__ADS_1
"Aska ...," gumam Sherry terkejut. "Elda, aku turun," kata Sherry yang membuat Elda penasaran. Namun Sherry sudah terlanjur turun. Pintu gerbang terbuka. Elda melihat Sherry sedang menghampiri seorang pemuda yang masih berseragam saat menjalankan mobil masuk ke dalam rumah.
"Sedang apa kamu di sini?" tanya Sherry yang melihat Aska mondar-mandir di depan dinding pagar yang tinggi.
"Kamu!?" tanya Aska terkejut dengan kemunculan gadis cantik yang mengaku sebagai kakaknya. Sherry tidak terlalu merespon kekagetan adiknya.
"Kenapa kau mengikutiku?" tanya Aska menunjukkan ketidaksukaannya.
"Aku tidak mengikutimu," sembur Sherry jengkel.
"Aku yakin kamu mengikutiku. Kalau tidak mengapa kamu bisa tahu aku ada di sini?" Aska yakin sekali akan itu. Sherry memutar matanya kesal dengan kepercayaan diri adiknya itu.
"Ve, sebaiknya kamu masuk." Elda muncul di depan gerbang. Aska noleh. Aska melihat ke arah Elda, Sherry dan rumah besar di depannya dengan heran.
"Tunggu sebentar Elda. Aku mau bicara dengan dia," kata Sherry sambil menunjuk Aska dengan dagunya. Lalu kembali melihat Aska saat selesai bicara.
"Baiklah ... Segera masuk begitu selesai bicara. Ibu Suri akan terus menggerutu kalau kau tetap di luar," pesan Elda. Sherry mengangguk. Lalu Elda masuk ke dalam rumah.
SMA itu sekilas. Ingin tahu siapa itu. Aska memandang tidak percaya.
"Kamu gadis yang jadi korban kecelakaan itu?"
"Ya."
Apakah kamu mengikuti saranku untuk memperhatikan 'Sherry' yang ada di rumah? Ayolah Aska, kau paham siapa kakakmu sebenarnya. Keberadaanmu di sinilah yang menunjukkan kau mulai curiga terhadap orang yang menjadi Sherry sekarang. Nice, Aska. Tak percuma kamu menjadi anak berotak pintar di sekolah.
Sherry menahan diri untuk tidak mendesak adiknya itu. Dia ingin merespon tindakan Aska dengan tenang. Sherry tak ingin Aska mundur lagi untuk mencoba mencari tahu apakah Sherry yang sekarang jadi kakaknya itu adalah asli atau palsu. Sherry ingin Aska sendiri yang mencoba menerima dan mengakui takdir aneh antara dia dan Ve.
"Apakah ini kebetulan atau memang sebuah takdir? Kamu yang yang mengaku sebagai kakakku Sherry, adalah orang yang jadi korban kecelakaan itu juga," tanya Aska tidak percaya.
__ADS_1
Aska mulai berpikir yang aneh-aneh. Bahwa gadis di depannya itu kemungkinan adalah kakaknya. Tapi tidak ada penjelasan yang bisa menjabarkan soal itu.
"Takdir aneh. Jiwa kami tertukar. Jiwa yang berada dalam tubuh ini adalah Sherry. Dan jiwa yang ada dalam tubuh Sherry adalah, Ve. Gadis cantik pemilik rumah ini. Saat ini penjelasan yang bisa aku katakan adalah itu," kata Sherry seperti paham apa yang di pikirkan oleh Aska sekarang.
Aska hanya bisa mendengarkan. Karena Gadis cantik di depannya juga tidak menunjukkan kalau dia adalah Sherry. Dia hanya bilang dia adalah Sherry tanpa menunjukkan bukti yang lain.
Gawattt!
Sherry memekik panik dalam hati. Saat ini Frans sedang berkeliling mengambil buku tugas untuk di kumpulkan. Ternyata ada tugas di rumah untuk pelajaran hari ini. Dan Sherry tidak mengerjakan PR itu. Karena semalam Sherry fokus memikirkan Aska yang muncul di depan rumah, Sherry lupa bahwa ada tugas rumah yang harus di kumpulkan hari ini.
Sherry meringis kesal. Relly yang ada di sebelahnya menoleh sebentar. Segera gadis ini memperbaiki ekspresinya.
Bola mata Sherry melirik ke sebelah saat cowok itu tidak lagi melihatnya. Rupanya Relly sudah mempersiapkan buku untuk di kumpulkan ke Frans. Sherry bergerak bingung. Mencoba mencari lagi buku di dalam tasnya. Mungkin saja dia sudah mengerjakan. Namun di cari bagaimanapun tetap tidak ada buku yang berisi tugas yang di berikan Mr. Seno.
Bagaimana ini??
Ck! Sherry berdecih kesal. Menipiskan bibir dan menghela napas. Otak Sherry cepat tanggap. Kedua mata Sherry melihat Frans sudah sampai pada bangku Allen. Berarti tinggal 7 bangku lagi sampai di tempat duduknya.
Lalu dia segera mengisi soal-soal di buku tugas dengan segera. Voila! Hanya setelah selesai mengerjakan tiga soal, Frans sudah berada di dekatnya.
"Kamu tidak mengerjakan tugas Ve?" bisik Frans tertahan. Dia kaget melihat gadis ini masih baru mulai mengerjakan tugas. Di sini. Saat ini. Sherry hanya mendongak sambil nyengir. Dia melihat kedua mata Frans sedikit melebar. Itu pertanda cowok itu sangat terkejut. Tidak heran. Ve memang bukan gadis serampangan seperti ini. Jadi melihat gadis ini tidak siap untuk mengumpulkan tugas, jelas fenomena baru baginya.
"Cepat selesaikan, aku akan kembali." perintah Frans masih berbisik. Tuing! Dapat sedikit pencerahan nih. Karena letak bangku yang berada di belakang, semua tidak paham kalau gadis penakut itu sedang mengerjakan tugas. Hanya bisa menambah dua soal, Frans sudah balik lagi ke bangku Sherry.
"Serahkan," pinta Frans. Dengan berat hati Sherry menyerahkan buku itu. Tidak apalah daripada di suruh membersihkan toilet.
Ternyata tugas itu di koreksi langsung oleh murid-murid. Dan masing-masing siswa akan di serahi buku tugas milik temannya. Lalu Mr. Seno akan memberi tahu jawaban yang benar lewat diskusi dengan seluruh murid satu kelas.
__ADS_1
Jadi ... buku tugasku akan di koreksi sama teman satu kelas nih? Aduh, itu lebih mengerikan. Mereka bakal tahu kalau Ve tidak mengerjakan tugas rumah, nih. Apa mereka akan meledek habis-habisan ya? Apa mereka juga akan mencemooh, Ve?