Diary Sherry

Diary Sherry
Vermouth_Hansel sadar


__ADS_3


...(Aku Sherry. Gadis yang mengalami sebuah takdir aneh. Jiwaku tertukar dengan seorang gadis lain. Saat ini jiwaku terperangkap dalam tubuh seorang gadis bernama, Vermouth.)...


.......


.......


.......


"Seperti yang kamu pikir, aku juga tidak tahu kenapa aku baru muncul sekarang. Atau ... seharusnya aku muncul sedari awal. Sejak aku terbangun dan sadar sebagai Sherry. Apa begitu?" tanya Sherry dengan pandangan mencela.


"Jangan membuat semuanya berantakan, Sherry. Ini harusnya tidak lagi melibatkanmu. Sudah cukup kamu berperan sebagai aku. Kini giliranku."


"Aku tidak pernah menjadi kamu. Aku hanya memakai tubuhmu, tapi tidak dengan sifatmu. Aku tidak harus menjadi terbelakang dan bersembunyi sepertimu. Bukankah sebenarnya aku yang pantas berkata begitu padamu? Berhentilah menjadi Sherry. Itu tidak berguna."


"Kenapa? Kamu ingin merebut Relly?"


"Merebut?" Sherry menghela napas. "Bukan soal Relly. Kamu harus sadar dan tahu ada banyak orang yang ingin mencelakaimu. Kamu perlu bantuanku."


"Seperti kamu? Kamu akan mencelakaiku?"


"Jangan menganggapku musuh. Aku yang tahu ada apa di balik semuanya. Bahkan kejadian terakhir kenapa kamu terbangun di rumah sakit."


"Tidak. Aku tidak butuh bantuanmu. Relly sudah menjadi milikku. Itu sudah cukup." Tujuan Ve hanya Relly tanpa tahu bahwa dirinya dalam bahaya.


Mungkin saat ini Gio masih berdiam diri, tapi tidak ada yang tahu kedepannya bagaimana. Tidak ada yang mengerti dengan pasti tujuan dan rencana orang itu.


Sherry melihat Ve iba.


Sherry berjalan ke gerbang keluar dengan susah payah. Karena sekolah ini besar, untuk pulang saja menunggu waktu lama. Untung saja ada Yura. Sebagai orang baru tentu saja menjadi asing, tapi tidak bagi Sherry. Dia sudah tahu tentang sekolah ini.


Saat sudah sampai di luar, Sherry melihat mobil yang bisa di kenalinya dengan mudah. Mobil milik keluarga Ve. Dan dia tahu siapa ada di dalam mobil itu. Elda!


Yura minta di jemput kakaknya jadi tinggal Sherry sendiri di depan gerbang menunggu Aska. Matanya tidak berhenti melihat ke arah kaca depan mobil.


Merasa di awasi, Elda juga menoleh tapi hanya sekejap. Sesaat dia tersadar. Lalu menoleh lagi. Gadis yang mengawasinya tidak ada.


"Aku hanya salah lihat saja," gumam Elda.


Sementara itu, Sherry bukan menghilang, Relly menariknya agar menjauh dari gerbang sekolah.


"Hei, ini penculikan namanya," seru Sherry melihat Relly memegang tangannya dan terus saja mengajak gadis ini menjauh. Rupanya motor Relly sudah ada di sana. Agak jauh dari gerbang.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Sherry sambil mendelik gemas ke arah Relly.


"Apa?"

__ADS_1


"Kita masih di lingkungan sekolahmu, Rel. Mereka pasti tahu bahwa kamu itu tunangannya Ve. Jangan menarik tanganku."


"Itulah, tapi aku ingin segera menemuimu. Ingin mengobrol dan sebagainya."


Kamu pikir, aku enggak? dengus Sherry hanya dalam hati. Dia tidak ingin terang-terangan menginginkan Relly. Saat ini itu tidak mungkin.


"Hai, Rel!" sapa seseorang. Gawat!! pekik Sherry dalam hati.


"Hai," jawab Relly. Cowok itu mendekat. Setelah itu Sherry baru tahu, bahwa dia Lido. Oh, dia ... Tapi gawat juga kalau dia bertanya macam-macam.


"Sama siapa nih? Kok bukan Ve?" tanya Lido terang-terangan. Barusan di khawatirkan Sherry, Lido sudah bertanya.


"Iya," jawab Relly tidak membantah atau memberi alasan.


"Iya bagaimana? Ve tadi ada di depan gerbang sekolah. Sepertinya mencarimu."


"Oh ..." Sherry menipiskan bibir geram melihat sikap tidak peduli Relly, tapi ... dia juga akan tersisih juga jika cowok ini memilih mendatangi Ve karena khawatir. Meskipun terlihat jahat, jujur dia lebih suka Relly memilih sikap tidak peduli seperti ini. Itu menunjukkan Relly serius akan perkataannya. Pertunangannya dengan Ve adalah kesalahan.


"Kenapa reaksimu begitu. Siapa dia? Kenapa berdua dengannya?" bisik Lido. Relly hanya angkat bahu. Lido meneliti Sherry. Melihat tanggapan tidak minat Relly saat dia mengatakan Ve, membuat cowok itu jadi penasaran dengan gadis yang berdiri di samping Relly. "Murid pertukaran itu ya?" Lido baru paham.


"Ya," jawab Sherry.


"Emmm ... makanya aku enggak kenal. Satu kelas dengan Relly?"


"Benar."


"Sudah Do, aku pergi dulu. Ayo Sher," ajak Sherry sambil menarik tangan gadis itu. Sherry terkejut. Lido juga demikian. Dia melihat tangan itu tidak percaya. Relly sudah bertunangan dengan Ve, tapi yang sekarang di lihatnya justru cowok itu menggenggam tangan gadis lain.



Hansel melihat itu. Dia melihat Relly yang menarik tangan Sherry tadi. Kemudian, menemukan Ve yang kebingungan mencari Relly di depan gerbang.


Setelah mendengar kabar pertunangan Ve, cowok ini menjauh dari tubuh Ve. Dia tidak harus memaksakan diri tetap mendekat. Walaupun itu hanya sebagai teman. Untuknya yang sempat tertarik juga dengan Sherry, layak menjauh karena Relly sudah mengklaim gadis itu miliknya.


Apa yang sebenarnya terjadi?


"Sedang mencari seseorang, Sher?" tanya Hansel. Mendengar panggilan itu Ve menoleh cepat. Rupanya Hansel.


"Ya. Aku sedang mencari Relly." Jawaban jujur.


"Dia ... sedang bersama seseorang tadi." Hansel tidak langsung menyebut dengan siapa.


"Benarkah? Dimana dia? Aku tidak bisa meneleponnya. Dia tidak menjawab," ujar Ve melihat ponselnya dengan gelisah.


"Aku melihat Relly dengan Sherry," ungkap Hansel akhirnya.


"B-benarkah? Apakah mereka pergi b-berdua?" tanya Ve dengan suara yang bergetar.

__ADS_1


"Ya. Relly terlihat menarik tangan Sherry," imbuh Hansel menambah ketidaksukaan pada raut wajah cantik itu.


Tidak mungkin.


Hansel memperhatikan. Semua gerak-gerik gadis ini berusaha di tamatkan Hansel. Wajahnya cemas. Raut wajahnya seperti ingin menangis. Tangan gadis ini juga gemetar. Kegugupannya menjadi-jadi karena info dari Hansel bahwa Relly pergi dengan Sherry.


Alis Hansel mengerut. Dia pikir sungguh aneh seorang Sherry bersikap seperti itu. Elda mendekat melihat gelagat Ve menjadi aneh. Ve terlihat tidak baik. Gadis itu tertunduk dan menggigit ibu jari. Ve cemas dan panik.


"Ve, kamu kenapa?" tanya Elda. Hansel mengganti pandangan untuk melihat Elda.


"Sebenarnya kamu itu siapa? Sherry atau Ve yang asli?" Mendadak Hansel menanyakan pertanyaan yang membuat Ve terkejut dan membeku. Elda juga terkejut mendengarnya. Dia yang tahu soal takdir aneh itu jekas paham maksud cowok ini.


Elda melihat mereka berdua bergantian. Meskipun dia terkejut juga mendengar pertanyaan Hansel dan ingin bertanya, tapi dia menahan diri.


"Terlihat jelas kalau kalian berbeda. Aku belum tahu, tapi melihat sikapmu barusan ... Itu berbeda dari Sherry." Mata Ve nanar. Berkaca-kaca dan merasa sakit hati Hansel menanyakan itu.


Lalu ia mengibaskan pegangan Elda dan segera menuju mobil. Elda kebingungan. Dia tidak paham. Namun saat mendengar nama Ve dan Sherry di sebut, dia mencoba menerka.


Mereka sudah kembali ke tubuh masing-masing! Maka dari itu aku merasa Sherry yang sekarang aneh, ujar Elda dalam hati.


Sepertinya dia bukan Sherry. Hansel juga mulai menyadari.


"Maaf, aku permisi."


"Ya." Elda pergi mengikuti Ve kembali ke dalam mobil.


"Tidak mungkin. Bukankah Relly itu tunanganku? Mengapa dia harus pergi dengan Sherry?" racau Ve di dalam mobil. Ve terlihat terguncang dengan apa yang Hansel katakan.


"Tenanglah, Ve ... Tunanganmu tidak mungkin begitu."


"Tidak mungkin bagaimana Elda. Dia memilih pergi dengan Sherry sementara aku menunggunya."


Vermouth tidak sadar. Sejak tadi dia menunjukkan jati dirinya. Berkali-kali menyebut dirinya sendiri Ve, dan menyebut Sherry sebagai orang lain. Mungkin bagi orang yang mendengar itu wajar karena memang Ve yang berbicara, tapi ini Elda dan Hansel. Orang yang tahu kisah takdir dia dan Sherry.


Kemungkinan mereka sudah bisa menerka bahwa tubuh dua gadis ini, sudah di isi oelh jiwa masing-masing.


Takdir kembali menyapa Ve dan Sherry. Keduanya di pertemukan di jalanan. Ve terkejut mendapati Relly membonceng seorang gadis. Dan lebih terkejut melihat siapa gadis itu.


"Hentikan motor itu," pinta Ve.


"Tapi ..."


"Tolonglah, Elda. Aku harus menghentikan mereka. Itu Relly. Relly tunanganku." Ve memohon dengan mata berkaca-kaca. Elda terpaksa menuruti. Dia juga tidak tega melihat Ve yang hampir menangis. Elda memacu mobil untuk segera mendekati motor Relly.


Sampai di jalan yang agak sepi, Elda menghentikan mobilnya agak jauh di depan motor cowok itu. Relly yang melihat ini langsung menghentikan motornya.


Dari balik jendela mobil yang terbuka, Relly tahu itu Elda. Sherry terkesiap melihat Elda dan Ve.

__ADS_1



__ADS_2