
Revan mengerutkan keningnya kala mencari Rania dikafe namun tak ada, dirumahnya juga tak ada namun yang membuat Rania heran melihat rumah dan mobil hendak dijual. terlihat dari tulisan besar yang ada dipagar rumah Rania.
Revan akhirnya memutuskan untuk menghubungi Rania,
"Dimana?" tanya Revan saat Rania sudah menjawab panggilan nya.
"Apartemen siapa? kirim alamatnya." kata Revan langsung mematikan panggilan.
Setelah mendapatkan alamat Rania, Revan pun bergegas menemui Rania.
"Sebenarnya ada apa? kenapa kafe, rumah sama mobil dijual semua?" tanya Revan saat Rania baru saja membuka kan pintu untuknya.
"Masuk dulu." ajak Rania dengan raut wajah pucat.
Revan menuruti Rania, memasuki apartemen yang entah milik siapa. Dan saat melihat foto besar yang ada diruang tamu, barulah Revan sadar jika ini apartemen Ricky saudara Rania.
Rania meletakan secangkir kopi hangat dimeja untuk Revan lalu ikut duduk disamping Revan.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Revan sambil mengenggam tangan Rania.
"Emm, Mama udah setuju aku nikah samaa kamu." jelas Rania yang langsung membuat Revan senyum mengembang.
"Dan setelah nikah aku mau dirumah aja, jadi ibu rumah tangga. nggak mau kerja sama ngurusin kafe lagi."
"Apa nggak apa apa buat kamu?" tanya Rania.
Revan tersenyum, "Apapun yang bikin kamu nyaman, aku ngikut aja."
"Makasih." Rania tersenyum.
Revan menatap Rania, merasa ada yang disembunyikan Rania namun Revan juga tak ingin memaksa Rania untuk menjelaskan apapun. Biarlah Revan mencari tau sendiri tanpa bertanya pada Rania.
"Wajah kamu kenapa? kok lebam gini?" Rania yang baru sadar jika ada lebam diwajah Revan.
"Kamu nggak perlu mikirin aku. cukup fokus sama kesehatan kamu dan baby kita." kata Revan.
"Apa orangtua kamu juga nggak setuju kita nikah?" tanya Rania dengan hati hati.
Revan tak menjawab, hanya tersenyum saja membuat Rania semakin yakin jika orangtua Revan mungkin memang tak merestui pernikahan mereka.
...
Sementara itu ditempat lain, Ricky nampak menemui mama nya dirumah sang Mama. disana juga ada berondong Mama nya yang menumpang hidup pada Mama nya.
Rasanya ingin sekali Ricky menghajar pria muda benalu itu.
__ADS_1
"Tumben anak ganteng Mama, pagi gini udah datang."
"Kenapa Mama lakuin ini sama Rania?" tanya Ricky terdengar emosi.
Mama malah terkekeh, 'Kamu sudah tau jawabannya, kenapa masih saja bertanya?"
"Ma, ini sudah berlalu lama. lebih baik berdamai dengan masa lalu dan menerima Rania. Dia tidak memiliki siapapun selain kita." kata Ricky terdengar frustasi.
"Berdamai dengan masa lalu kau bilang?" Mama terlihat sinis "Tidak semudah itu Ricky."
"Apa kau lupa bagaimana papa mu dulu menelantarkan kita? tak memperdulikanmu? apa kau tau bagaimana frustasinya mama dulu saat Papa menceraikan Mama dan lebih memilih wanita ****** itu?"
"Mama masih mengingat bagaimana sakitnya bahkan sampai sekarang. Mama masih ingat Ricky."
"Ricky ngerti Ma, Ricky tau perasaan Mama tapi ini semua juga bukan salah Rania Ma."
"Rania hanya korban, Mama nya yang salah sudah menjadi perusak hubungan Mama dan Papa."
"Jadi Ricky minta Mama berhenti memperlakukan Rania seperti ini." pinta Ricky dengan wajah memohon.
"Tidak, mama tidak akan berhenti sebelum puas. Rania harus merasakan apa yang Mama rasakan dulu."
"Apa kau lupa bagaimana dulu Papa lebih memilih bersama wanita ****** itu dan Rania dari pada memilih kita? memilihmu?"
"Ya sudah, jika memang ini semua bisa membuat Mama puas, bisa membuat Mama bahagia."
"Tapi Ricky mohon Ma, ini untuk yang terakhir kalinya. jangan ganggu Rania lagi." ucap Ricky yang membuat Mama nya hanya diam.
Sepulang dari rumah Mama, Ricky ingin langsung pulang apartemen namun Ia mendapatkan pesan dari Revan jika ingin bertemu. Akhirnya Ricky menemui Revan lebih dulu.
....
Rania terlihat cemas, sudah sehari sejak Revan datang namun belum menghubungi Rania lagi atau datang lagi. Bahkan Rania mengirim pesan pun tidak dibalas oleh Revan.
"Apa terjadi sesuatu?" batin Rania.
"Habis ini siap siap ya dek." kata Ricky kala Rania sedang duduk disofa menonton televisi.
"Memangnya mau kemana bang?"
"Abang mau ngajakin kamu jalan jalan." ucap Ricky.
"Ck, males bang. nggak mau keluar rumah." kata Rania terdengar malas.
"Ayo, sekali ini saja mumpung kamu belum menikah."
__ADS_1
Setelah mendapatkan paksaan dari Ricky akhirnya Rania menerima ajakan Ricky.
Selesai bersiap, mereka turun ke bawah dan Ricky mulai melajukan mobilnya.
Rania mengerutkan keningnya kala Ricky berhenti didepan kafe nya yang sudah tutup.
"Ngapain kesini bang?" tanya Rania heran.
"Masuk bentar yuk, ada yang mau abang liatin ke kamu."
Rania menggeleng pelan, "Nggak bang, kafe ini sudah bukan milik Rania lagi. jadi Rania nggak mau datang kesini lagi."
"Hanya sebentar." kata Ricky sambil mengenggam tangan Rania.
Akhirnya Rania memasuki kafe walaupun sebenarnya dirinya enggan datang lagi.
Saat membuka pintu kafe, terlihat gelap karena lampu sudah mati namun ada lilin dan taburan mawar merah membuat Rania penasaran dan mengikuti arah taburan bunga itu.
Hingga sampai dibelakang kafe, tepatnya sebuah taman kecil buatan, Disana Rania dibuat terharu kala ada tulisan Will you married me Rania? menggunakan taburan mawar merah itu.
Seketika lampu menyala dan yang membuat Rania terharu lagi saat melihat Revan sudah berlutut didepan nya membawa kotak merah berisi sebuah cincin berlian.
Tanpa Rania sadari air matanya menetes, tak menyangka Revan akan melamarnya seromantis ini.
"Aku tau mungkin kamu belum bisa mencintaiku... aku tau kita menikah karena kecelakaan yang tak terduga... namun aku janji akan selalu membahagiakan mu dan menjadi suami terbaik untukmu."
"Rania, menikahlah dengan ku." ucap Revan yang membuat Rania semakin tak bisa membendung air matanya.
"Jadi seperti inikah rasanya dicintai?" batin Rania yang tak bisa membendung kebahagiaan nya kali ini.
"Terima..."
"Terima..."
"Terima..."
Suara sorakan para pelayan kafe membuat Rania terkejut, Ia pikir hanya ada dirinya, Ricky Dan Revan namun ternyata para karyawannya masih belum pulang dan melihat adegan romantis ini.
"Yes, I wil." ucap Rania yang langsung membuat Revan berdiri dan segera memeluk Rania.
"I love you,"
BERSAMBUNG....
Jangan lupa like vote dan komen....
__ADS_1