
"Minggir..." teriak Randi pada wartawan yang memotret dari depan mobil, rasanya Randi ingin menabrak wartawan itu.
"Mas jelasin dulu ke kita siapa wanita yang ada disamping mas Randi?" kata wartawan itu ngeyel membuat Randi geram dan akhirnya memilih memundurkan mobilnya, setelah dikira aman Randi segera membelokan mobil dan melesat pergi meninggalkan para wartawan yang masih berteriak memanggil namanya.
Sementara disampingnya Risha terlihat shock, Ia hanya diam tak mengatakan apapun.
"Maaf..." ucap Randi namun tak diberikan respon apapun oleh Risha.
"Turunin aku di sini mas." pinta Risha membuat Randi terkejut karena mereka sedang berada dijalan raya.
"Tapi Ris..."
"Aku mohon mas, aku nggak mau terlibat dengan masalah mas. aku nggak mau menjadi perusak hubungan mas. jadi aku mohon lebih baik mas jangan ganggu aku lagi."
"Aku cuma mau hidup tenang mas." kata Risha yang tentu saja membuat Randi merasa sakit hati.
"Ini semua cuma salah paham." Randi masih ingin mencoba menjelaskan.
"Apapun itu, aku mohon mas."
Randi terdiam cukup lama, "Jika masalah ku sudah selesai, jika aku terbukti tidak memiliki hubungan dengan Keisya seperti apa yang ada dimedia."
"Apa kamu masih mau menikah denganku?"
Giliran Risha yang terdiam cukup lama.
"Turunkan aku dihalte depan mas." pinta Risha membuat Randi menghela nafas kasar.
Randi menuruti Risha, Ia menghentikan mobilnya didepan halte.
Dan saat Risha ingin keluar Randi mengucapkan sesuatu yang membuat Risha terhenti sejenak.
"Aku akan segera menyelesaikan semuanya dan setelah selesai aku pastikan kita akan menikah."
Risha terdiam ditempatnya beberapa saat hingga akhirnya dirinya keluar dari mobil dan menjauhi mobil Randi.
Risha duduk dibangku taman yang tak jauh dari halte, pikiran yang tadinya sudah sedikit tenang kini mendadak kembali kacau setelah bertemu dengan Randi.
Sekarang pun dia tak tahu harus pergi kemana karena Risha khawatir jika dirinya kembali ke kost oara wartawan masih disana dan mungkin masih mengenali wajahnya.
Tidak,... Risha tidak ingin berurusan dengan para wartawan itu. Risha tidak ingin membuat masalah apapun.
__ADS_1
Risha kemudian merogoh kantong gamisnya, Ia bahkan tidak membawa ponselnya hanya 1 lembar uang sepuluh ribuan.
"Cukuplah buat naik angkot." batin Risha.
Risha berdiri hendak pergi dari taman namun langkahnya terhenti saat melihat segerombolan wartawan yang tadi sempat mencegatnya saat bersama dengan Randi.
Sontak Risha berbalik dan lewat taman belakang sambil sesekali melihat ke belakang takut jika wartawan itu membututinya.
Saat ini Risha benar benar takut dan tak tau lagi harus kemana hingga akhirnya Ia memutuskan untuk pergi ke kost Nindi yang tak jauh dari taman.
Dan saat memasuki gang, Risha terkejut kala ada tangan yang tiba tiba mengapainya.
"Kamu kenapa Ris?" suara yang membuat Risha bernafas lega karena itu suara Nindi yang baru saja pulang dari klinik.
"Aku boleh ke kost kamu?" tanya Risha sambil menatap sekitar.
"Ya Ampun, ya boleh lah." Kata Nindi. "Lagian kamu kenapa sih? dari ujung gang aku panggil nggak nyaut malah tambah kenceng jalan nya." heran Nindi menatap Risha yang terlihat ketakutan.
"Bisa nggak kita ngobrol nya di kos kamu aja?" tanya Risha mengandeng tangan Nindi dan mengajaknya berjalan cepat.
Sesampainya di kos, Nindi segera memberikan air putih untuk Risha.
"Makasih Nin." Risha segera meneguk isi gelas hingga habis.
"Sebenarnya ada masalah apa sih Ris, kok tadi disuruh pulang sama dokter Vano? apa ada hubungan nya sama artis Randi itu?" tanya Nindi mulai penasaran.
Awalnya Risha enggan menjawab namun melihat raut penasaran wajah Nindi yang menunggu jawaban nya akhirnya Risha menceritakan semuanya pada Nindi.
"Ya Ampun, jadi gitu ya. pantes aja Randi sering banget dateng ke klinik."
"Aku sebenernya udah curiga sih, kalau Randi suka sama kamu. dilihat dari cara dia natap kamu aja kayaknya sayang banget." kata Nindi membuat Risha menatap Nindi.
"Nggak percaya? coba deh kamu lihat matanya pas natap kamu. tatapan nya itu beda dari yang lain ris." jelas Nindi.
Risha hanya menghela nafas panjang, "Tapi nyatanya dia malah pacaran sama temen artisnya."
Nindi mengangguk setuju, "Tapi aneh juga sih kalau pacaran kenapa Randi nggak pernah posting foto nya Keisya di instagram."
Risha hanya menggelengkan kepalanya, Ia benar benar tak paham dengan dunia maya karena dirinya memang tak pernah bermain dengan dunia sosmed.
Nindi membuka ponselnya, Ia kembali terkejut dengan berita terbaru yang semakin panas.
__ADS_1
Baru beberapa hari menjalin hubungan, artis Randi sudah membawa wanita lain didalam mobilnya.
"Gila Ris, Gilaa..." Nindi segera memberikan ponselnya pada Risha yang langsung membuat Risha lemas setelah membaca isi artikel itu.
"Tapi untung aja Ris mereka nggak ngeliat wajahmu." Nindi kembali memperlihatkan isi artikel yang memang foto Risha terlihat tak jelas.
"Jadi mereka belum tau kalau yang ada dalam foto itu aku?"
Nindi mengangguk,
"Alhamdulilah...." Risha terlihat sangat bersyukur.
"Tapi tetep hati hati ya Ris, kalau bisa jangan deket sama mas Randi dulu lah. nanti malah ketahuan." kata Nindi mengingatkan.
"Iya Nin, makasih."
Sementara itu ditempat lain seorang wanita muda tampak angkuh melihat berita yang baru saja muncul di sosmednya.
"Oh jadi Lo dah punya cewek?" wanita yang tak lain Keisya itu tersenyum sinis melihat berita itu.
Dan Keisya terkejut kala pintu apartemen nya dibuka oleh sang Mama.
"Kamu gimana sih? nggak becus banget jadi anak." kata Lisa Mama keisya.
"Kenapa Randi bisa jalan sama cewek lain? apa kamu lupa sama tujuan kita?"
Keisya hanya bisa menghela nafas panjang, "Mama tenang aja, ini juga lagi usaha."
"Pokoknya Mama nggak mau tau ya, kamu harus bisa nikah sama Randi."
"Bentar lagi perusahaan Mama bangkrut dan Papamu juga udah mau pensiun. jadi sekarang harapan mama cuma kamu."
"Kamu harus bisa jadi istrinya Randi dan menguasai semua hartanya." kata Lisa sambil menatap tajam Keisya.
"Iya iya Ma, udah Mama tenang aja." kata Keisya.
Meski belum bisa tersenyum puas namun Lisa lega jika Keisya mau menuruti keinginan nya.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa like vote dan komennn
__ADS_1