
Ander keluar dari ruangan Eliya dan terkejut melihat istrinya dipeluk pria lain.
"Lancang sekali dia, baru saja semalam gue sentuh sekarang udah main peluk sama orang lain." Ander mengepalkan tangan nya lalu menghampiri Eliya yang sedang bersama seorang pria yang belum pernah Ia lihat.
Setelah perdebatan yang cukup alot dan sekarang berakhirlah mereka disini, Disebuah restoran chinesse untuk makan siang karena teman Eliya mengajak Eliya makan tentu saja Ander harus ikut. Ander tak ingin kecolongan lagi saat istrinya dipeluk oleh pria lain.
"Jadi berapa lama kalian pacaran?" tanya Nando mulai kepo.
"Sudah lama, sejak kami sekolah." balas Ander membuat Eliya melotot ke arah Ander.
"Kenapa aku tidak tau? Eliya tak pernah cerita dengan ku dulu." Nando terlihat tak percaya, membuat Ander menatap Eliya penuh tanya.
"Nando ini temanku waktu aku pindah sekolah ditempat Nenek dulu," jelas Eliya sedikit gugup karena tatapan Ander padanya seperti ingin memangsanya saat ini juga.
"Dan kau tidak pernah menceritakan kita pada temanmu?" protes Ander membuat Eliya kembali melotot tak percaya.
"Aku tak tau ternyata kau sekejam itu, apa ada pria lain yang kau sukai disana sampai membuatmu tak menganggapku sebagai kekasihmu?"
"Astaga, apa yang kau bicarakan?" tanya Eliya tak percaya dengan ucapan Ander.
Memangnya sejak kapan mereka dekat? bisa bisanya Ander mengatakan itu padanya batin Eliya menatap Ander kesal.
"Apa karena semalam aku tidak memelukmu saat tidur? itu yang membuatmu marah hingga sekarang? sayang kau tidak boleh seperti ini pada suami mu."
Astaga pria ini... Lagi lagi Eliya dibuat bingung serta malu karena ucapan Ander.
Sementara Nando yang berada didepan nya pun hanya bisa melonggo menatap kedua pasutri baru yang sepertinya sedang bertengkar.
"Ekhem, hey kalian... aku masih di sini." kata Nando membuat Ander dan Eliya menatap ke arah Nando secara bersamaan.
"Mungkin lebih baik aku pergi saja agar kalian bisa menyelesaikan urusan kalian." kata Nando membuat Eliya merasa tak enak sementara Ander tersenyum penuh kemenangan.
"Nando maafkan aku... aku juga tak mengerti kenapa suamiku-"
"Sayang, kau masih ingin mengadu pada temanmu? apa dia pria yang kau sukai selama disana?" tanya Ander posesif membuat Eliya melotot ke arah Ander lalu memukul lengan Ander,
"Apa maksud mu?" tanya Eliya sedikit berbisik sementara Ander menatapnya acuh.
"Hey sudah, sudah jangan bertengkar lagi." kata Nando merasa tak enak sendiri.
"Lebih baik aku pergi saja... dan selamat untuk pernikahanmu El, jika kau mengundangmu aku pasti akan datang." kata Nando lalu beranjak pergi dengan raut wajah kecewa.
__ADS_1
Eliya masih menatap langkah menjauh Nando, Ia benar benar tak enak pada Nando karena membuat Nando merasa tak nyaman.
"Kenapa kau melakukan itu?" protes Eliya saat Nando sudah tak terlihat lagi.
"Kenapa kau malah marah?"
"Tentu saja aku marah, kau membuat Nando tak nyaman."
"Memang itu yang ku inginkan." kekeh Ander.
"Kita itu baru menikah, aku tak ingin ada benalu yang nantinya akan merusak pernikahan kita jadi aku harus melakukan itu." jelas Ander yang entah mengapa membuat wajah Eliya memanas.
Dia posesif sekali batin Eliya.
"Tapi kami hanya berteman." jelas Eliya yang merasa Ander sedang cemburu.
"Ck, itu kan anggapanmu, berbeda dengan pria itu."
"Dia menyukaimu."
Eliya menatap ke arah Ander "Tidak mungkin, kami hanya berteman."
"Ck, sudahlah... mulai sekarang lebih baik kau jauhi dia, jangan terlalu dekat karena aku tak ingin istriku dekat dengan pria lain selain aku." kata Ander dengan tegas.
"Tentu saja aku akan melakukan itu! tapi satu hal yang harus kau tau. Suamimu ini sangat tampan dan di gilai banyak wanita diluar sana, kau harus mengerti itu."
Eliya mencebik, Ia Tak menyangka Ander akan mengatakan semua itu penuh percaya diri.
"Kau terlalu percaya diri, tapi tenang saja aku tidak akan seposesif dirimu."
"Aku posesif? mana mungkin!" ketus Ander tak terima.
"Lalu apa yang baru saja kau lakukan jika tidak posesif?"
"Aku hanya menjaga rumah tangga kita dari perusak rumah tangga orang, dan itu tidak bisa dikatakan posesif." jelas Ander.
"Dia hanya temanku, bukan perusak rumah tangga orang."
"Kau membelanya? jadi benar kau menyukainya?" tanya Ander dengan nada kesal.
"Ck, terserah kau saja lah. aku mau kembali ke toko." Eliya bangkit karena Ia malas meladeni Ander yang sebenarnya cemburu namun tak mau mengakui.
__ADS_1
"Tunggu, aku belum selesai bicara!" teriak Ander membuat seisi restoran menatap ke arahnya sambil berbisik bisik.
"Astaga memalukan sekali." Eliya segera berlari keluar sebelum Ander kembali membuatnya malu.
Eliya memasuki mobil, tak berapa lama Ander mengikutinya memasuki mobil.
"Dasar pria nggak modal, bisa bisanya dia makan nggak bayar!" gerutu Ander sambil menatap ke arah Eliya kesal.
"Astaga, uang kamu itu banyak, kalau cuma buat bayar makan siang juga nggak bakal bikin kamu bangkrut kan?" Eliya menatap ke arah Ander tak percaya.
Ander balas menatap ke arah Eliya "Mau belain lagi? jangan jangan dia itu pacar kamu. iya belain aja terus!."
Eliya menggelengkan kepalanya, "Dia itu cuma temen aku, mana ada aku pacaran selama ini! kamu kenapa sih!" sewot Eliya kesal sedari tadi Ander menuduhnya.
"Kalau cuma temen kenapa juga dari tadi di belain terus!" cibir Ander.
"Udahlah terserah kamu aja! males ngomong sama batu."
"Kamu ngatain aku batu?" Ander menatap Eliya dengan tatapan marah membuat Eliya menunduk takut.
"Ya maaf, abis kamu dari tadi nuduh aku terus!" balas Eliya melihat Ander terlihat marah membuat Eliya sadar jika dirinya sudah menyinggung Ander.
Tak menjawab lagi, Ander segera melajukan mobilnya menuju toko membuat Eliya merasa bersalah.
"Pasti dia marah lagi." batin Eliya menghembuskan nafas lelah menatap ke arah luar.
....
"Kamu nggak ikut turun?" tanya Eliya kala mereka sampai, Eliya sudah ingin membuka pintu namun Ander masih diam tak mengikutinya.
"Ck, marah lagi sama aku?" tanya Eliya lagi namun Ander masih tetap tak bergeming.
"Iya iya, aku salah udah ngatain kamu batu. maaf." Kata Eliya sambil menunduk.
Lagi lagi Ander masih tak bergeming.
"Ck, ya udah lah kalau masih mau marah. yang penting aku udah minta maaf." kata Eliya segera keluar dari mobil.
"Dasar cewek nggak peka, udah salah cuma minta maaf doang. peluk kek apa cium gitu malah ditinggalin." gerutu Ander sebelum akhirnya ikut turun dari mobil.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
Udah mssuk kerja gengs,... di usahakan sehari up sekali😁
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...