
Setelah Sandi dan Nisa keluar dari kamar Eliya, kini Eliya terlihat meringkuk diranjang sambil masih terisak menangis.
Eliya benar benar tak menginginkan pernikahan ini namun Eliya juga tak ingin jika pria yang akan menikahinya kelak yang mungkin pria pilihannya menyesal jika mengetahui dirinya sudah tak perawan lagi.
Tapi menikah dengan Ander pria berandal itu? ah rasanya sangat menyebalkan. setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik pasti Ia akan bertemu dengan pria berandal itu, hanya membayagkan saja rasanya Eliya tak sanggup.
Sementara dikamar sebelah, Ander terlihat sangat frustasi. Rencana nya benar benar sudah gagal. Ia hanya ingin membuat Eliya jatuh cinta dan membuang Eliya namun sekarang, Ia malah harus menikahi gadis menyebalkan itu.
Ander masih berusaha mengingat apa yang terjadi semalam, Ia merasa kepanasan lalu Ia melepaskam bajunya dan Ia mencium Eliya. hanya itu yang bisa Ander ingat. Setelah itu Ander sama sekali tak mengingat apapun lagi.
"Apa ini jebakan Dad?" batin Ander.
Ander ingat ucapan Mom waktu itu jika dulu Dad menjebak Om Vano dan Juga Om Rangga dan sekarang apa Dirinya yang dijebak? apa Dad menjebak putra nya sendiri?
Ander menggelengkan kepalanya, rasanya tak mungkin jika Dad menjebaknya karena waktu itu Dad sudah berjanji pada Ander jika Dad tak akan menjodonkan Ander dengan siapapun.
"Lalu bagaimana sekarang? apa yang harus Ia lakukan sekarang?" guman Ander berpikir keras untuk melanjutkan rencana balas dendam yang sudah gagal.
Ander tersenyum lebar saat Ia memiliki ide lain, "Aku akan menjalani pernikahanku, lalu membuat dia mencintaiku dan membuat dia memiliki anak lalu aku akan menceraikan nya, bukankah itu akan sangat menyakitkan?." gumam Ander lalu tersenyum licik.
...
Ella memasuki kamar Eliya dan melihat Calon menantunya itu duduk di pinggir ranjang, sambil menatap ke arah luar kaca.
Ella lalu duduk disamping Eliya membuat Eliya terkejut namun seketika Eliya tersenyum dengan Ella meskipun Ella tau jika senyuman Eliya sedikit dipaksakan.
"Apa kau menyukai Ander nak?" tanya Ella yang membuat Eliya menatap Ella dengan tatapan terkejut dan seketika Ella menggelengkan kepalanya, jawaban jika Ia tak menyukai Ander.
"Kami tidak melakukan apapun semalam." ungkap Eliya, berharap Ella bisa mengerti dan bisa merubah keputusan Alex.
"Tapi kalian tak bisa membuktikan nya."
Eliya mengangguk, menyetujui ucapan Ella.
"Benar, semua orang mengira kami melakukannya, padahal aku ingat semalam tak melakukan apapun. hanya saja Ander sempat menciumku." kata Eliya sambil tersipu malu membuat Ella tersenyum.
"Jalani saja pernikahan kalian." kata Ella yang membuat Eliya terkejut.
Tadinya Eliya pikir Ella bisa membantunya keluar dari pernikahan ini namun nyatanya Eliya salah karena sepertinya Ella malah mendukung pernikahan ini.
"Percayalah, cinta itu datang perlahan. semakin lama kalian bersama maka semakin lama juga kalian akan merasakan cinta itu tumbuh."
"Tapi Nyonya..."
"Panggil aku Mom, karena sebentar lagi El akan jadi menantuku." kata Ella sambil mengelus rambut Eliya.
__ADS_1
Eliya hanya mendesah pasrah, tidak ada jalan lain lagi selain menikah dengan Ander.
"Dulu Mom dan Dad juga belum saling mencintai sama sepertimu. bahkan Mom sempat menjadi istri kedua." akui Ella memnuat Eliya lagi lagi terkejut.
"Istri kedua?"
"Ya Istri Kedua, aku dulu juga sama saja Eliya, aku terpaksa menikah dan menjadi istri kedua sebelum akhirnya aku menjadi satu satunya sekarang."
"Dulu kami tak saling mencintai, Alex bahkan membenciku dulu namun seiring berjalan nya waktu kita bisa saling menerima dan mencintai satu sama lain." ungkap Ella.
"Bahagia sampai sekarang."
"Eliya, Mom yakin Ander bisa membahagiakan kamu. jadi tolong terima pernikahan ini." kata Ella yang membuat Eliya kembali menghembuskam nafas panjang.
"Ya Mom, El terima." balas Eliya tak tega melihat raut memohon Ella.
"Terima kasih El, Mom yakin Eliya pasti bisa jadi istri yang baik buat Ander dan Mom mohon El sabar menghadapi sikap Ander yang memang sedikit usil." jelas Ella.
"Dan menyebalkan." batin Eliya.
"Iya Mom, Eliya akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Ander."
Ella menatap Eliya penuh harap,
"Mas Ander maksudnya." kata Eliya lagi.
"Selamat datang di neraka mu Eliya." batin Eliya dengan wajah murung.
...
Tepat jam 4, pihak dari weeding organizer datang dan menyiapkan baju yang akan digunakan Ander untuk ijab dan kabul.
Selesai mandi, Ander kini tengah memakai jas warna putih yang akan digunakan untuk acara ijab kabul.
Melihat dirinya sendiri dicermin, cukup percaya diri dirinya terlahir sangat tampan.
"Etcieee... calon pengantin baru. kok cemberut aje." Celoteh Revan yang baru saja memasuki kamar Ander bersama Randi.
Randi terkekeh melihat penampilan Ander, bukan karena bagus atau tidaknya namun terkekeh melihat Ander akhirnya menikah dengan Eliya, wanita yang sangat dibenci Ander.
"Nggak usah ngetawain gue ya kalian." kata Ander dengan nada kesal.
Namun bukan nya berhenti, mereka malah semakin keras menertawakan Ander.
"Sial..."
__ADS_1
"Udahlah bro terima aja, lagian tuh ugly udah bening sekarang." kata Revan membuat Ander memutar bola matanya malas.
"Bener banget tuh kata Revan, jadi mulai sekarang kita jangan manggil Ugly lagi lah kan doi udah nggak ugly. panggil aja Beutiful." tambah Randi dengan nada mengejek.
"Sialan kalian."
"Lagian kok bisa sih Lo bisa tidur seranjang sama tuh cewek! Lo yakin belum nganu sama dia?" tanya Randi mulai pensaran.
"Gue bener bener nggak ingat apa yang terjadi semalam, bangun bangun udah seranjang saja sama dia."
"Tapi Lo beneran nyium tuh cewek?" tanya Revan penuh selidik.
Seketika wajah Ander berubah merah padam saat Revan menanyakan itu.
"Kalau kita lihat sih kayaknya bener deh, Ander udah nyium Eliya." kata Randi menahan tawanya.
"Sialan kalian!" ketus Ander membuang muka.
"Ya udahlah bro, jalani aja lagian si Eliya udah cakep gitu, nggak rugi lah nikahin doi." kata Randi menghibur Ander padahal sebenarnya Ia ingin mengejek Ander.
Ander hanya menghembuskan nafas kesal lalu kembali bercermin.
Acara ijab dan kabul sudah akan dimulai, Ander sudah duduk didepan Sandi serta sudah ada penghulu disamping Sandi.
Disana sudah ada semua orang, termasuk para saksi pernikahan Ander dan Eliya.
Hanya tinggal menunggu Eliya yang masih belum selesai dirias.
"Pengantin wanita datang." teriak seseorang yang langsung membuat semua orang melihat ke arah Eliya yang berjalan mendekati Ander.
"Buset dah, cakep banget calon bini orang. gue kalau jadi Ander mah ikhlas se ikhlas ikhlasnya dipaksa nikah," bisik Revan ditelinga Randi membuat Randi hanya tersenyum.
Sementara Ander yang tadinya malas melihat ke arah Eliya akhirnya ikut melihat dan...
Mata Ander sama sekali tak ingin berhenti menatap ke arah Eliya yang terlihat sangat sempurna menurutnya.
Hingga suara...
Ekhem....
"Bisa kita mulai sekarang?" Suara menyebalkan itu keluar dari mulut Sandi.
Ander menatap ke arah Sandi dengan wajah sebal karena menganggu dirinya yang sedang menatap keindahan dunia yang sebentar lagi menjadi istrinya itu.
"Kita mulai sekarang ya calon menantuku." ucap Sandi sambil tersenyum devil ke arah Ander.
__ADS_1
"Sial..." Ander tak henti hentinya menggerutu dalam hati.