
Karena tak menemukan Eliya, akhirnya Ander memutuskan untuk pulang istirahat sebentar sebelum akhirnya nanti Ia harus ikut jadwal les nya.
Namun percuma saja Ia ikut les pikirannya melayang mencari cara bagaimana Ia bisa menghapus Video yang Eliya buat tadi siang.
Ting.. satu pesan masuk ke ponsel Ander.
Revan
Gimana, udah dihapus belum?
Pesan Revan menambahkan kekesalan Ander. Ia kesal karena tak menemukan Eliya dan sekarang Revan dengan santainya menanyakan hal seperti itu.
Ander kembali memasukan ponselnya, tak berniat membalas pesan menyebalkan dari Revan.
Selesai Les, Ander pulang lebih dulu untuk makan malam bersama Mommy dan Daddy nya .
"Kamu kenapa? makan nya kok sedikit?" tanya Alex melihat putranya tak seperti biasanya.
"Biasanya juga segini kan Dad."
"Oh ya nanti aku kerumah om Sandi ya Dad, Mom?" ucap Ander yang membuat kening Daddy dan Mommy nya mengkerut.
"Mau ngapain? Sandi nya nggak ada dirumah lagi Daddy kasih tugas keluar kota." jelas Alex.
Yes, berarti aman batin Ander girang.
"Kamu masih nyari Eliya?" tanya Ella mengingat tadi siang Ander memang mencari Eliya di toko bunga.
"Iya Mom, soalnya ada yang mau aku tanyain sama dia." balas Ander yang binggung mencari alasan apa.
"Oh, kalian deket ya sekarang?" tanya Ella menaruh curiga pada Ander begitu juga dengan Alex.
"Eng-enggak Mom, cuma memang ada tugas sekolah aja."
Alex mengangguk paham "Ya sudah kerumah nya saja tapi pulangnya jangan malem malem."
"Siap Dad."
"Tadi siang pas kamu pulang dari Toko, Eliya datang ke toko ternyata. telat gara gara bantuin temen nya ngerjain tugas." jelas Mommy nya membuat Ander terkejut.
Eliya memang cerdik dan licik. Ia sengaja menghindarinya batin Ander semakin kesal.
Selesai makan malam, Ander segera melajukan mobil mahalnya kembali ke rumah Eliya.
__ADS_1
Ia menilik jam tangan rolex miliknya, masih pukul 7 malam. masih aman buat bertamu kesana.
Sesampainya dirumah Eliya, Ander segera saja mengetuk pintu dan tak berapa lama pintu terbuka, ada Nisa disana Bunda Eliya.
"Lho, Anden ngapain kesini?" tanya Nisa terkejut sekaligus heran.
Biasanya jika Ander datang hanya untuk mengantar bikisan dari Ella namun jika dilihat tangan Ander kosong dan tak membawa apapun.
"Maaf Tante menganggu, mau ketemu sama Eliya." balas Ander sedikit sungkan.
"Haaa? Eliya?" tanya Nisa heran. Sejak kapan mereka dekat batin Nisa.
Selama ini yang Nisa lihat, Baik Ander maupun Eliya sama sama cuek. bahkan Eliya lebih parah karena terlihat sangat membenci Ander.
"Ada kan Tante?"
"Oh, ada. anaknya lagi belajar dikamar atas. kamu masuk saja kesana. Tante mau kerumah sebelah sebentar." kata Nisa.
Bukan Nisa tak khawatir pada putri semata wayangnya jika Ander menghampiri Eliya ke atas namun sepertinya tak mungkin juga seorang Ander menyukai putrinya yang sama sekali tidak feminim atau bisa dibilang sangat tomboy.
"Ta-tapi Tante... emm memang nggak apa apa saya ke atas?" tanya Ander sedikit tak nyaman takut lancang memasuki rumah orang sembarangan.
Nisa hanya tersenyum "Kan kalian cuma mau ngobrol? memangnya ada hal lain yang mau kalian lakukan?"
"Tid-tidak tante, Ander cuma mau tanya masalah sekolah kok." jelas Ander tak ingin Nisa salah paham.
Ander mengangguk "Permisi tante."
Ander segera menaiki tangga rumah minimalis milik keluarga Eliya.
Sedikit mengherankan memang, melihat gaji yang Daddy nya berikan pada Sandi sebagai sopir sekaligus asisten pribadi tidaklah sedikit. mungkin 2bulan gajinya saja bisa membuat Sandi membeli rumah mewah namun nyatanya mereka masih tetap tinggal dirumah sederhana ini.
Sesampainya diatas Ander binggung dimana kamar Eliya karena ada dua kamar disana. Dengan ilmu batin ala ala Ander memilih salah satu kamar dan daebak, ternyta benar itu kamar si ugly. hanya 4 kali mengetuk saja pintu terbuka dengan suara omelan pelan.
"Kenapa Bunda? biasanya juga langsung masuk." suara Eliya sebelum membuka pintu dan saat pintu sudah terbuka baik Eliya maupun Ander sama sama terkejut.
Eliya yang terkejut dengan kedatangan Ander apalagi sekarang mereka berada depan kamarnya sementara Ander yang terkejut dengan penampilan Eliya yang sangat berbeda jauh. jika Biasanya penampilan Eliya sangat culun mengenakan seragam sekolah kedodoran dengan rambut kepang dua dan juga kaca mata kudanya berbeda dengan sekarang penampilan Eliya yang mengenakan celana hotpants terlampau pendek dengan kaos tanpa lengan serta rambut yang Ia kucir asal dan tanpa kaca mata, meski masih ada jerawat di pipi Eliya namun sungguh Eliya malam ini sangat berbeda dengan Eliya biasanya.
Sementara Eliya kesal karena Ander sedari tadi menatap dirinya dari atas sampai bawah tanpa kedip "Dasar cowok mesum." begitulah pikir Eliya dan Brakkk.. pintu kamar ia tutup kasar membuat Ander terkejut dan sadar.
"Sialan cewek itu."
Ander kembali mengetuk pintu namun dengan ketukan sedikit keras atau bisa dibilang mengebrak pintu yang terkunci itu.
__ADS_1
"Keluar ngga Lo." teriak Ander mengingat Bunda Nisa sedang keluar jadi tak ada masalah jika Ia mengetuk pintu sekeras mungkin.
Tak berapa lama, Eliya kembali membuka pintu namun sekarang Ia menggunakan piyama panjang bukan lagi pakaian seksi yang membuat pikiran Ander menjadi liar, ah Ander Lo itu masih sekolah. sadar dong.
"Mau ngapain sih?" tanya Eliya dengan wajah jutek.
"Nggak usah pake nanya, Lo harusnya tau kan gue kesini mau ngapain?"
"Ck, masalah video itu?" tanya Eliya lagi lalu tertawa "Hahaha ya ampun segitu takutnya ya kalian, bakal asyik nih." kekeh Eliya lagi.
"Nggak usah banyak bacot! Lo itu nggak tau apa apa! mendingan sekarang Lo kasih ponsel lo atau nggak Lo hapus sendiri video itu!"
"Idih, siapa Lo nyuruh nyuruh Gue?" balas Eliya acuh hendak menutup pintunya namun ditahan oleh Ander.
"Apa lagi? gue mau belajar!" bentak Eliya.
Pertama kalinya seorang Eliya bisa membentak Ander yang notabennya anak dari majikan Ayahnya.
"Hapus Videonya! gue nggak ada waktu buay ngladeni Elo!"
"Emangnya gue punya waktu buat ngladeni Elo?" balas Eliya tersenyum sinis.
"Oke, sekarang mau Lo apa biar Elo ngehapus video itu?".
Seketika Eliya kembali melonggarkan pintu kamarnya, sepertinya menjadi tawaran yang menarik batin Eliya.
"Nggak susah kok, gue cuma mau Elo berhenti ngeganggu anak anak disekolah apalagi anak culun kayak gue." jelas Eliya yang langsung saja membuat Ander terbahak.
"Sejak kapan gue gangguin Elo?" tanya Ander remeh membuat Eliya melotot.
"Bukan gue tapi Elo ganggu temen temen gue dan itu ngusik buat gue!" kesal Eliya.
"Lo itu terlalu ikut campur urusan gue! elo nggak tau apa apa jadi lebih baik Elo hapus videonya atau gue pake cara lain!" ancam Ander.
"Cara lain apa?" Eliya menertawakan.
"Sial," Ander yang geram hendak menerobos masuk kamar Eliya, beruntung Eliya masih bisa menghadang hingga keduanya berhadapan semakin dekat.
"Kalian ini ngapain?" tanya Nisa yang mengejutkan keduanya.
"Bunda ,bunda ini dia mau nyium aku."
Haaa??
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like vote dan komen biar semangat nulisnya....