
Randi terbangun setelah mendengar suara alarm yang Ia sengaja Ia pasang. Ia melihat jam dilayar ponselnya sudah pukul 11 siang.
Setelah semalam Ia hangout bersama Revan dan Ander, Randi langsung meluncur ke club malam untuk membahas masalah pekerjaan dengan Silla managernya. Randi dan Silla memang sudah terbiasa membahas pekerjaan di club malam sekaligus mereka cuci mata dan menghibur diri setelah penat dengan pekerjaan. Meskipun banyak wanita club yang terang terangan mengoda Randi namun satu orangpun Randi tak pernah tertarik dengan mereka. Randi selalu mengingat ucapan Papa nya, *** after married, membuat Randi mempertahankan keperjakaan nya hingga sekarang. Jika diclub Ia hanya minum beberapa gelas saja tak sampai membuatnya mabuk.
Randi membuka layar ponselnya, sudah ada puluhan pesan dari Silla, membuat Randi kesal.
Silla manager sekaligus asisten Randi memang terkenal disiplin. Ia tak akan membiarkan Randi bersantai meski sebentar saja. namun meski begitu, sejak bekerja dengan Silla, karir Randi yang dulu hanyalah selebgram biasa kini sudah melesat menjadi selebgram terkenal yang digandrungi banyak kaum hawa. Banyak produk terkenal yang sudah mengajak Randi kerjasama.
Hari ini memang ada jadwal pemotretan iklan pukul 2 siang, dan sekarang masih pukul 11 masih ada waktu 3 jam untuk bersiap namun Silla sudah mengomel pada Randi.
Tanpa membalas pesan Silla, Randi bergegas mandi agar bisa segera berangkat.
30 menit cukup untuk Randi bersiap, Ia segera memasuki mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang.
Entah memang jodoh atau hanya keberuntungan Randi, Ia melihat Risha wanita soleha cantik yang membuat hatinya adem itu sedang ingin menyebrang namun sepertinya terlihat kesulitan karena jalan nya yang begitu padat merayap.
Randi bergegas meminggirkan mobilnya dan segera keluar untuk mendekati Risha, tak lupa dirinya juga memakai topi dan kaca mata agar tak dikenali.
"Eh.." Risha terkejut melihat Randi sudah ada disampingnya.
"Ayo aku anter." tawar Randi yang langsung membuat Risha terkekeh.
"Klinik nya ada didepan mas, masa mau nganter." Risha tertawa sambil menunjuk klinik milik Vano yang memang ada didepan mereka.
"Kamu tambah cantik kalau lagi ketawa gitu."
Blush... Wajah Risha seketika merona dan langsung menghentikan tawanya.
"Ayo aku sebrangin." kata Randi hendak merangkul punggung Risha namun dengan gerakan cepat Risha menolak. menghindari sentuhan tangan Randi.
"Eh maaf." kata Randi merasa tak enak.
"Jangan terlalu dekat mas, takut menimbulkan fitnah." jelas Risha sambil menundukan pandangan tak memandang Randi.
Randi tersenyum, "Beneran dikirimin bidadari surga nih gue."
"Eh maksutnya?" Risha tak mengerti ucapan Randi.
"Ya udah ayo aku sebrangin dan nggak akan nyentuh kamu lagi. janji." kata Randi sambil mengacungkan dua jarinya.
Risha mengangguk,
Hanya sekejap, Randi sudah bisa menghentikan mobil yang lewat membuat Risha dengan mudahnya menyebrang padahal tadi Ia hampir 15 menit disana namun belum juga bisa menyebrang jalan.
__ADS_1
"Mas, sampai sini aja." kata Risha sambil celinggukan karena takut ada teman nya yang melihat.
"Kamu kenapa nggak pernah bales pesan ku?" tanya Randi membuat Risha langsung saja mendongak menatap wajah tampan Randi.
"Mas belum pernah ngirim pesan ke aku." balas Risha yang langsung membuat Randi terkekeh.
"Berarti kamu nungguin pesan aku kan?" goda Randi yang langsung membuat wajah Risha kembali merona.
Karena tak ingin menahan malu, Risha hanya menggeleng dan beranjak pergi meninggalkan Randi namun dengan cepat Randi mengejar dan menghalangi jalan Risha.
"Mas, jangan seperti ini. kalau ada yang lihat takut menimbulkan fitnah." kata Risha.
"Gimana caranya biar nggak menimbulkan fitnah lagi?" tanya Randi membuat Risha menatap Randi.
"Gimana caranya?" tanya Randi lagi namun Risha masih terdiam.
"Apa aku harus nikahin kamu sekarang biar kita nggak menimbulkan Fitnah?" tanya Randi yang lagi lagi membuat Risha menatapnya dengan tatapan tak percaya.
"Mas, bu-bukan itu maksudku." kata Risha gugup.
"Aku memang mau menikahi kamu, nanti jika waktunya sudah tepat." kata Randi membuat wajah Risha merona dan tersenyum malu.
"Aku nggak butuh jawaban kamu, setuju atau nggak kamu harus tetap menikah denganku." tambah Randi yang langsung membuat Risha berdecak.
Randi terkekeh mendengar gerutuan Risha, "Aku Harap kamu mau nungguin aku, sampai waktunya itu tiba.... aku bakal datang lagi buat halalin kamu."
....
Risha berjalan melewati lorong klinik dengan perasaan berbunga. Ucapan Randi tentang pernikahan bahkan masih terdengar ditelinga nya.
*Aku akan menikahimu
Tunggu aku sampai waktunya tiba*.
Tanpa Risha sadari sedari tadi Ia berjalan sambil tersenyum membuat teman temannya yang melihat nya keheranan.
"Habis ketiban apa sih lo senyam senyum? tuh udah ditungguin pak bos." kata salah satu rekan nya membuat Risha bergegas keruangan Vano untuk mengantar makan siang yang baru saja Ia beli.
"Maaf pak, saya lama." kata Risha merasa tak enak.
"Santai saja Ris, saya tau kalau jalanan ramai." balas Vano yang sepertinya sudah sangat hafal dengan alasan Risha.
Risha tersenyum malu, meletakan makanan dimeja Vano dan segera keluar.
__ADS_1
Sementara Randi yang baru saja datang sudah mendapatkan pelototan tajam dari Silla.
"Jam berapa ini? Lo tuh telat banget!" omel Silla.
Randi melirik jam tangan nya lalu menatap Silla malas, "Nggak usah lebay, ini baru jam 1. pemotretan juga masih jam 2."
"Tapi tetep aja Ran, kita butuh persiapan segala macem."
"Trus mau Lo apa?" Randi memang tak bisa bersikap lembut dengan Silla karena Silla sangat sangat sangat menyebalkan.
"Ya udah kita siap siap dulu," balas Silla sedikit mereda melihat Randi terdengar galak.
"Hari ini jadwal pemotretan Lo sama Keisya." jelas Silla kala Randi sudah duduk dikursi favoritnya.
"Nggak ada cewek lain apa." dengus Randi kesal mengingat Keisya menyukainya dan selalu bersikap genit padanya.
"Lo banyak fans, si keisya juga banyak fans jelas perusahaan milih kalian berdua biar banyak untungnya." jelas Silla "Bayaran yang dikasih juga gede jadi Lo profesional aja oke."
"Serah Lo deh!'' balas Randi malas.
"Randiiii...." suara centil terdengar dari belakang namun Randi malas menoleh karena tahu suara siapa itu. Keisya
"Gue cariin Lo minum dulu.'' kata Silla langsung saja bangkit dan meninggalkan Randi.
Dengan percaya dirinya Keisya langsung duduk dipangkuan Randi membuat Randi seketika Emosi. mood yang tadinya membaik sekarang hancur gara gara Keisya.
"Gila Lo, minggir nggak?" teriak Randi tak ingin kasar dengan Keisya meskipun sebenarnya Ia bisa saja mendorong Keisya agar terjungkal ke bawah.
"Galak banget sih beb, kita itu harus membangun chemistry biar nanti bagus hasilnya fotonya." kata Keisya langsung bangkit dan duduk disamping Randi.
"Itu nanti kalau pas pemotretan, sekarang baiknya Lo nggak usah deket deket gue!"
"Nggak bisa lah, kan kita udah ada perjanjian pacaran settingan jadi kita harus deket dimanapun dan ka-"
"Lo bilang apa?" Randi menatap tajam Keisya.
"Pacaran settingan, Lo udah tanda tangan juga kan? berarti setuju.''
Randi mengeram marah "Silla sialan!"
BERSAMBUNG....
jangan lupa like vote dan komen....
__ADS_1
Risha sama Randi nggak bakal gampang juga nikah sebelum pakde Alex turun tangan wkwkwk... pokoknya jodoh ditangan pakde Alex ya gaess 😄😄😄