DIJEBAK PERJODOHAN

DIJEBAK PERJODOHAN
116


__ADS_3

Randi membuka pintu ruang ganti dengan kasar, hingga menimbulkan suara dan semua orang yang ada didalam terkejut tak terkecuali Silla yang mungkin sudah tau masalahnya.


"Maksud Lo apa?" tanpa basa basi Randi langsung saja mendekati Silla,


"Kalian semua keluar dulu deh, ada yang mau gue omongin sama Randi." kata Silla pada semua orang yang ada di ruangan.


Seketika ruangan menjadi sepi, hanya ada Silla dan Randi yang masih menatap Silla marah.


"Maksud Lo apa? gue nggak pernah tanda tangan masalah pacaran settingan sama Keisya!"


"Semalem Lo udah tanda tangan rand."


"Lo jebak gue?" tanya Randi setelah ingat semalam dirinya memang tanda tangan dikertas kosong yang Silla berikan. Benar benar sialan Silla.


"Gue nggak jebak Lo, gue terpaksa nglakuin ini biar Lo mau."


"Terpaksa Lo bilang? nggak mau tau Sill, Lo harus batalin semua kontrak palsu itu!" kata Randi masih dengan nada marah.


"Dan karir Lo akan hancur?" tanya Silla "Lo nggak lupa kan Rand, Lo minta bantuan gue biar lebih sukses dan terkenal dan ini satu satunya cara biar bisa dapetin itu semua."


"Dan sekarang dengan mudahnya Lo minta batalin kontrak gitu aja, gila Lo!"


"Tapi nggak gini caranya Sill!." Randi menjabak rambutnya frustasi.


Ia ingat, benar benar ingat jika Ia neminta bantuan Silla agar lebih sukses lagi menjadi selebgram dan Ia juga sudah mendapatkan itu semua, namun Randi tak menyangka jika Silla sangat ambisius.


Menginginkan kesuksesan Randi lebih dari ini. Jika saja malam itu Papa Randi tak menekan Randi, mungkin Ia tak akan memilih bergabung dengan Silla.


Semua karena Rangga papa Randi yang tiba tiba datang ke apartemen meminta Randi untuk mengurus salah satu perusahaan sang Papa karena Randi anak satu satunya dan suatu hari pasti Randi menjadi penerus bisnis. Namun Randi menolak dan tetap ingin melakoni pekerjaan sebagai selebgram membuat Rangga memberikan kesempatan pada Randi untuk mencari kesuksesan namun jika Randi gagal, Randi harus menjadi penerus perusahaan sang Papa.


Itu yang membuat Randi menerima tawaran Silla waktu itu, namun siapa sangka Silla malah membuat kebohongan publik seperti ini. sesuatu yang benar benar tak ingin Randi lakukan.


"Cuma sebulan Ran, dan setelah ini semua selesai." kata Silla.


"Sebulan? gila, bener bener gila!"


"Apa masalahnya sih Rand? lagian Lo nggak punya pacar ini."

__ADS_1


Randi menatap Silla tajam, membuat Silla menunduk takut.


"Gue nggak mau tau, Lo harus batalin semua atau gue sendiri yang akan batalin." ancam Randi.


"Sialan Lo, oke oke gue batalin." Silla menatap Randi kesal. Ia berjalan keluar tak lupa membanting pintu.


Tak berapa lama, Silla kembali keruangan membawa selembar kertas.


"Perusahaan mau batalin asal Lo bayar ganti rugi." kata Silla memberikan selembar kertas itu pada Randi.


Mata Randi membulat melihat nominal yang tertulis dalam surat perjanjian itu.


"Gila, ini berlipat lipat dari honor yang kita terima."


Silla mengangguk, "Udah resiko jadi artis kayak gini, kalau Lo nggak siap harusnya Lo nggak minta terkenal."


"Gue tau, tapi nggak harus nipu semua orang juga kan?"


"Trus juga sama keisya? emang nggak ada artis lain?" kata Randi lagi.


"Udahlah Ran, pusing pala gue. Lo jalani aja lah. cuma sebulan ini setelah kelar serah dah Lo mau gimana." kata Silla membuat Randi semakin geram.


"Lo mau kemana? 30 menit lagi pemotretan dimulai." teriak Silla membuat Randi mendesah kasar.


Dan kini Randi sudah berada diruangan pemotretan bersama Keisya dan juga beberapa orang yang nantinya akan membantu disana.


Keisya keluar dari ruang ganti mengenakan dress seksi warna merah sementara Randi mengenakan setelan dengan warna senada. Pemotretan kali ini berfokus pada merek pakaian yang mereka kenakan.


"Pasangan cocok nih, cantik sama ganteng." celetuk fotografer nya membuat Keisya tambah kegirangan sedangkan Randi hanya menatap malas.


"Apa harus sedeket ini?" protes Randi kala dirinya dan Keisya bersentuhan. bahkan dada keisya menempel di dada Randi.


"Pasangan kekasih kan memang harus seperti itu."


"Sial." desis Randi.


"Kenapa? kamu tergoda baby..." bisik Keisya membuat Randi merinding.

__ADS_1


Randi pria normal, jika di goda seperti ini tentu tubuhnya akan merespon meskipun dirinya sudah berusaha menahan diri.


"Kita bisa melakukan nya setelah ini baby." bisik Keisya lagi sambil mengelus dada bidang milik Randi.


"Berhenti main main, kita selesaikan saja!" ketus Randi namun Keisya malah terkekeh.


Hampir 1 jam lamanya, Randi bersyukur akhirnya pemotretan berjalan lancar dan tak perlu mengulang berkali kali.


Randi baru saja selesai mengganti bajunya, terkejut dengan adanya Keisya diruang gantinya.


Keisya berjalan menghampirinya lalu,


Cekrekk... Keisya mencium pipi Randi dan memotretnya.


"Brengsek! apa apan sih Lo!" bentak Randi yang terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan Keisya.


"Gue mau upload biar semua orang tau kalau kita resmi pacaran."


"Nggak usah gila Lo!" Sentak Randi yang emosi hendak merebut ponsel Keisya namun sayang Keisya lebih dulu memasukan ponsel ke dalam saku celana nya.


"Nggak usah macem macem!'' ancam Randi namun Keisya malah terkekeh.


"Santai saja baby, kita punya waktu 1 bulan. aku harap kamu menjadi kekasih yang baik.''


"Aku tidak suka dikecewakan." bisik Keisya lalu kembali mengecup pipi Randi dan bergegas pergi dari ruangan itu.


"Brengsek!" Randi mengepalkan tangannya.


Randi cukup tau, Keisya bukan wanita sembarangan. Papa keisya seoarang Dpr sementara sang Mama pengusaha yang sangat disegani. Sejak kecil sudah hidup penuh kemewahan dan terbiasa mendapatkan apapun yang Ia inginkan. Dan sekarang Ia bisa melakukan apapun untuk sesuatu yang di icarnnya.


Selama ini Randi tau, Keisya tertarik padanya. Namun Randi selalu berusaha menghindar dan menolak setiap tawaran pekerjaan jika ada Keisya.


Dan sekarang dengan bodohnya, Silla managernya malah menerima tawaran tanpa bertanya dulu padanya.


"Sialan , benar benar sialan." Randi menendang kursi yang ada didepan nya namun sedetik kemudian Ia merasakan kesakitan.


"Anjir." Randi meringgis menahan sakit di jari kakinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


jangan lupa like vote dan komen.


__ADS_2