DIJEBAK PERJODOHAN

DIJEBAK PERJODOHAN
133


__ADS_3

Setelah menikmati 3 hari dikampung Risha, hari ini pasangan pengantin Randi dan Risha langsung diboyong ke kota. Disana Rangga dan Bianca sudah menyiapkan resepsi kedua di hotel mewah. sudah banyak tamu berdatangan yang tak lain rekan bisnis Rangga dan bianca serta teman teman Randi tak terkecuali para wartawan yang mengambil potret momen bahagia untuk menjadi bahan berita utama mereka.


"Kamu kok pucet? sakit?" tanya Randi saat melihat wajah Risha yang pucat. Padahal wajah Risha sudah dirias sangat cantik namun mata Risha terlihat sayu seperti kelelahan.


"Eng-enggak mas, aku cuma gugup." balas Risha.


"Yakin? nggak karena kecapekan gara gara semalam.kan?" bisik Randi membuat Risha mendegus kesal karena memang Risha kelelahan demi memenuhi kewajibannya melayani suaminya semalam.


"Ayo pengantin nya turun sekarang, sudah waktunya." kata pihak Wo.


Randi segera mengenggam tangan Risha lalu mengajaknya turun kebawah menyambut tamu yang memang audah banyak yang datang.


Acara resepsi berlangsung selama 3 jam dan setelah itu Randi mengadakan jumpa pers untuk menyambut para wartawan yang sudah menunggu mereka sekaligus memperkenalkan Risha yang kini sudah sah menjadi istrinya.


Selesai jumpa pers, Randi dan Risha kembali ke kamar hotel untuk istirahat lebih awal karena besok pagi mereka bersiap terbang ke paris untuk bulan madu.


Sementara keluarga Randi yang lain tampak masih asyik berkumpul di rooftop hotel.


"Akhirnya selesai sudah tugas kita Tuan." kata Sandi yang kini tengah duduk menyendiri bersama Alex sambil melihat keluarga besar Alex sedang bercanda ria dari kejauhan.


"Ya kau benar, ini terakhir dan setelah ini menikmati masa tua bersama anak cucu kita." kata Alex sambil menyesap rokoknya perlahan.


"Apa kau ingat, pertama kali kita mulai menjebak Vano?" Alex terlihat mengingat momen pertama saat menjebak Vano. meski dirinya tak ikut turun tangan dan semua ide berasal dari Sandi namun tetap saja Alex lah yang mengawali semua ini.


"Ya benar sekali Tuan, Tuan Vano adalah yang paling lucu dari semua jebakan." Sandi ikut terkekeh.


"Dia harus menahan malu karena digrebek orang satu Rt yang sengaja kita bayar."


"Dan momen nya tepat sekali waktu itu." tambah sandi sambil tersenyum geli.


"Setelah itu Rangga, meski dia tidak dengan Dina tapi Rangga bisa bersama Bianca yang ternyata mantan Rangga dulu."


"Tuan ingat saat kita menjebak Ander dan Eliya, mereka bahkan jadi salah satu korban perjodohan kita secara lebih halus tanpa memaksa."


Alex terkekeh, "Ya kau benar sekali."


"Tapi diantara mereka aku paling menyukai saat menikahkan Vano dan Riska."

__ADS_1


"Aku senang akhirnya dengan rencanamu bisa membuat malu buaya yang suka mengoda istriku itu." kata Alex mengingat dulu Vano suka sekali mengoda Ella.


"Benar sekali Tuan,"


"Apapun itu, yang terpenting sekarang mereka sudah bahagia semua."


Sandi mengangguk setuju,


"Oh jadi seperti itu!" suara Vano mengejutkan Alex dan Sandi.


Tadinya Vano ingin ikut berbincang namun langkahnya terhenti kala Alex dan Sandi membahas masalah jebakan perjodohan yang nyatanya Vano juga menjadi korban.


Alex tersenyum melihat wajah kesal Vano.


"Jadi kalian dalang dari semua pernikahan ini?" tanya Vano kesal.


"Tentu saja, jika tidak seperti itu belum tentu juga kau bisa bersama Riska sekarang." balas Alex santai "Apa kau lupa? kau bahkan tidak berani menyatakan cinta pada Riska waktu itu padahal kau menyukainya." kata Alex lagi yang membuat Vano diam seribu bahasa tak mampu menjawab.


Vano mendecak kesal sebelum akhirnya Ia berteriak memanggil semua orang. Sandi terlihat panik berbeda dengan Alex yang terlihat santai.


"Daddy,.." Ander terlihat tak percaya.


"Beneran pakde? duh makasih banget ya pakde semua berkat pakde." kata Revan dengan girangnya.


"Revan!" sentak Vano kesal karena tak membela dirinya malah setuju dengan jebakan Alex.


"Kenapa sih pa? berkat Pakde juga Revan bisa sama Rania." balas Revan.


"Ya kan nggak dijebak juga kayak gitu,"


"Emang Papa dijebak apa waktu itu?' tanya Revan membuat Vano terdiam sementara Alex terkekeh melihat Vano tak bisa menjawab.


"Sudah sudah, nggak usah ribut. yang penting sekarang kita bisa bahagia seperti ini juga berkat Mas Alex kan?" kata Ella melerai.


"Kamu juga tau La?" Vano, bianca, Riska bahkan Rangga terlihat sangat terkejut.


Ella mengangguk, "Aku tau mas Alex pasti menyiapkan yang terbaik untuk kalian."

__ADS_1


"Buktinya sekarang kita bahagia dengan pasangan masing masing." kata Ella lagi.


"Nah dengerin tuh." kata Alex santai.


Semua orang terdiam, seperti sudah menyadari apapun yang dilakukan Alex memang yang terbaik untuk mereka.


"Ck semoga saja besok tidak ada generani menyebalkan seperti dirimu." kata Vano dengan kesal.


"Dan juga generasi tukang ganggu malam pertama orang seperti dirimu juga." balas Alex yang kemudian membuat semua orang tertawa.


Akhirnya tak hanya Alex and the gengs yang bahagia dengan pasangan mereka tapi anak cucu mereka juga ikut merasakan bahagia.


meskipun semua berawal karena jebakan yang dibuat oleh Alex dan Sandi namun mampu membuat mereka semua akhirnya bahagia.


Dan kisah berakhir.....


THE END


Alhamdulilah...


akhirnya...


Aku ngucapin terimakasih banyak buat kalian yang setia ngikutin cerita ini, bahkan dari cerita istri kedua tuan alex.


Terimakasih sekali karena tanpa kalian mungkin aku tidak akan sampai ditahap ini.


Terimakasih juga untuk kritik saran mendukung, tanpa kalian apalah aku yang masih banyak kekurangan ini.


Dan untuk selanjutnya mungkin aku akan melanjutkan cerita IBU PENGGANTI UNTUK ZAHRA...


Siapapun yang berkenan bisa mampir kesana...


Terimaksh kalian semua, semoga kita selalu diberikan kesehatan.


salam cinta dari author.


Ana

__ADS_1


__ADS_2