
Eliya baru saja selesai membuat satu bucket bunga pesanan customer. Ia melihat jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya.
"Jam 4, lagi ngapain ya didalam?" batin Eliya.
Sejak pulang dari restoran, Eliya memang menyibukan diri melayani customer tak mengubris Ander yang marah padanya. dari pada Ia menemani Ander yang ujung ujungnya dirinya yang salah juga lebih baik Ia ikut membantu para karyawan nya melayani customer.
Eliya memasuki ruangan dan melihat suami tampan nya tengah berbaring, terlelap di sofa yang ada di ruangannya.
Eliya mengambil jaket yang tersampir di kursinya, Ia mendekati suaminya dan menyelimuti suaminya dengan jaket yang lumayan besar.
Lama Eliya memandang wajah tampan Ander, Wajah tampan yang dulu sangat menyebalkan namun entah mengapa sekarang sudah berubah.
Perasaan Eliya menghangat hanya karena menatap dan selalu dekat dengan Ander. Apa ini yang dinamakan cinta? cinta oh sepertinya terlalu cepat untuk Eliya.
Namun mengingat malam panas semalam dan hari ini Ander yang setia sejak pagi menemaninya di toko benar benar membuat Eliya tersentuh meskipun ada kejadian menyebalkan tadi siang namun tak merubah apapun yang dirasakan Eliya dengan tulus.
"Apa kau juga merasakan apa yang kurasakan sekarang?" gumam Eliya masih menatap Ander.
Lama Eliya duduk disamping Ander hingga tanpa Eliya sadari, Ander sudah membuka matanya membuat Eliya gelimpungan buru buru berdiri.
"Mau pulang?" tanya Ander terkejut melihat Eliya gugup.
"Eh iya, kita pulang sekarang. toko juga sudah mau tutup."
Ander mengangguk lalu bangun, Ander berdiri didepan Eliya lalu memakaikan jaket yang tadinya Eliya gunakan untuk menyelimuti Ander.
Ander tersenyum ke arah Eliya setelah selesai mengenakan jaket ke tubuh mungil Eliya, lalu merangkul tubuh Eliya mengajaknya keluar.
Diluar semua karyawan toko terlihat terkejut melihat romantisme bos mereka. Bahkan ada yang berbisik bisik dan menginginkan berada di posisi Eliya.
"Cantik sama ganteng, cucok."
"Aku mau dong punya suami kayak mbak El."
"Bikin jomblo meronta ronta, pamer!"
Bisikan para karyawan yang terdengar oleh Eliya tentu saja membuat Eliya tersipu malu, Dan sekarang keduanya sudah berada didalam mobil.
"Udah nggak marah lagi?" tanya Eliya.
"Masih!"
Eliya menatap ke arah Ander, baru saja mereka memamerkan keromantisan yang Eliya pikir Ander sudah tak marah lagi nyatanya pria itu masih mode ngambek padanya.
"Trus maunya apa biar nggak marah lagi?"
"Ck, masa gitu aja nggak tau sih." Ander menatap ke arah Eliya sebal "Dasar nggak peka."
"Aku kan bukan dukun, nggak bakal tau kalau kamu nggak ngasih tau." sewot Eliya yang sudah tak bisa sabar lagi.
Ander terkekeh, mendengar kata dukun membuat Ander geli.
__ADS_1
Ander membuka ponselnya, Ia mengetikan sesuatu lalu diberikan pada Eliya.
"Kalau kamu bukan dukun, coba tanya mbah google yang tau semuanya tanpa harus jadi dukun."
Eliya melihat ponsel Ander,
**Tips Agar Suami Berhenti Ngambek
Ajak Ngobrol.
Minta maaf.
Beri pelukan.
Beri ciuman.
Ajak suami bercinta**.
Wajah Eliya memerah memanas setelah membaca tulisan yang ada di ponsel Ander.
"Yang terakhir itu tips yang paling ampuh kayaknya, nggak ada niat buat nyoba?" tanya Ander kembali membuat Eliya tersipu.
Eliya segera mengembalikan ponsel Ander tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Beneran nggak mau dicoba?" tanya Ander yang masih belum mendapatkan jawaban dari Eliya.
Segera Ander melajukan mobilnya dengan perasaan kesal sementara di sampingnya Eliya berkali kali menghembuskan nafas, mencoba menetralisir degup jantungnya yang sedari tadi berloncatan karena ucapan menggoda Ander.
....
Sesampainya di apartemen, Ander membanting pintu kamar membuat Eliya terjengit kaget.
Eliya hanya menggelengkan kepalanya, Ia urungkan niatnya untuk memasuki kamar dan lebih memilih pergi ke dapur memasak untuk makan malam mereka.
Dan saat makan malam sudah siap, tak ada tanda tanda Ander keluar kamar membuat Eliya bergegas memasuki kamar untuk mengajak Ander makan malam bersama.
Lagi lagi Eliya mendapati Ander sudah terlelap diranjang.
"Bangun, makan malam dulu." ajak Eliya sambil mengoyang goyangkan tubuh Ander.
Namun Ander tak mengubris Eliya membuat Eliya kesal dan meninggalkan Ander mandi.
Selesai mandi Eliya dibuat terkejut oleh Ander yang sudah menunggunya di depan kamar mandi.
"Mau mandi?"
Tak menjawab, Ander langsung memasuki kamar mandi.
__ADS_1
"Dasar pria mesum menyebalkan!" gerutu Eliya merasa sudah diacuhkan oleh Ander sejak tadi.
Mereka makan malam dalam keadaan hening, baik Eliya maupun Ander sama sama tak ada yang memulai bicara.
Hingga saat keduanya sudah sama sama berbaring, mereka masih diam. Ander pun memunggungi Eliya.
Karena Eliya jengah dengan perlakuan Ander, akhirnya Eliya mengalah, Ia peluk Ander dari belakang meskipun sebenarnya dirinya sangat malu.
Ander yang merasa usahanya berhasil pun segera berbalik dan menatap wajah Eliya yang memerah malu.
Tak menunggu lama, Ander mencium bibir Eliya. Kembali mengukir malam panas yang sudah Ia tahan sedari tadi.
"Kenapa harus marah? aku dan Nando benar benar hanya berteman." jelas Eliya setelah keduanya selesai melakukan malam panas.
"Dia pikir aku benar benar marah, padahal tidak." batin Ander.
"Aku hanya tidak suka wanitaku didekati pria lain." balas Ander yang langsung membuat Eliya tersipu malu.
"Lihatlah wanita ini, bahkan dia tersipu kerena bualan seperti itu." batin Ander tersenyum puas.
"Hanya tinggal menunggu dia hamil dan semuanya selesai." Ander tersenyum puas melihat wanita yang paling Ia benci itu kini sudah berada dalam pelukan nya.
...
Tengah malam, Eliya bangun namun tak mendapati Ander disampingnya.
"Kemana dia?" gumam Eliya segera mengenakan baju tidurnya dan bergegas keluar mencari Ander.
Eliya mencari disemua ruangan namun tak menemukan Ander hingga kini Eliya berdiri didepan ruang kerja Ander.
Dua hari Eliya berada di apartemen namun belum sekalipun memasuki ruangan ini, hingga sekarang dirinya memberanikan diri memasuki ruangan ini.
"Apa yang aku lalukan?" tanya Eliya saat melihat Ander berada disana sedang sibuk dengan laptop nya.
"Kau bangun? aku sedang mempelajari banyak hal karena besok aku sudah mulai bekerja." jelas Ander.
"Ohh begitu," Eliya memasuki ruangan Ander untuk melihat lihat apa yang ada didalam, hingga mata Eliya tertarik melihat sebuah bingkai foto dimana Suaminya tengah berpose bersama dua sahabatnya, Randi dan Revan.
"Ini fotomu semasa sekolah?" tanya Eliya membuat Ander menghentikan aktifitasnya dan menatap tak suka ke arah Eliya.
Mengingat masa sekolah membuat Ander kembali ingat akan dendam nya pada Eliya.
"Waktu sekolah dulu kamu nakal sekali, suka membully anak anak culun sepertiku. dan aku lega waktu itu kamu mendapatkan hukuman hingga sekarang kamu bisa sadar seperti ini." Kata Eliya sambil tersenyum menatapi foto itu.
Sementara Ander mengepalkan tangan nya, tak suka dengan ucapan Eliya.
"Kamu hanya belum mengenalku saat itu sayang, kamu hanya salah paham." Kata Ander membawa Eliya ke dalam pangkuan nya.
Eliya tertawa, "Kamu memang nakal waktu itu dan-"
Belum sempat Eliya melanjutkan ucapannya, Ander sudah ******* habis bibir Eliya.
__ADS_1
Bersambung...
jangan lupa like vote dan komen...